FITNESS & HEALTH

Varises saat Hamil, Apakah Normal? Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

A. Firdaus
Jumat 21 Agustus 2026 / 11:14
Ringkasnya gini..
  • Varises memang biasanya tidak berbahaya dan dapat memudar setelah melahirkan.
  • Munculnya pembuluh darah biru atau ungu saat hamil sebenarnya cukup umum dan tidak perlu langsung bikin panik.
  • Tetap perhatikan perubahan pada tubuh dan jangan abaikan jika varises tiba-tiba terasa panas, merah, atau sangat nyeri.
Jakarta: Melihat garis-garis biru atau ungu yang makin jelas di kaki saat hamil mungkin bikin khawatir. Padahal, varises termasuk kondisi yang umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga.

Varises memang biasanya tidak berbahaya dan dapat memudar setelah melahirkan. Namun, pada kondisi tertentu, pembuluh darah yang berubah bisa menjadi tanda adanya masalah yang membutuhkan perhatian medis.

 

Apa itu varises?


Varises adalah pembuluh darah vena yang membengkak dan berkelok sehingga terlihat biru atau ungu di bawah kulit. Kondisi ini paling sering muncul di kaki dan bisa terasa tidak nyaman, terutama setelah berdiri dalam waktu lama.

Saat katup di dalam pembuluh darah melemah atau mengalami kerusakan, darah bisa menumpuk di dalam vena. Akibatnya, pembuluh darah menjadi lebih melebar dan terlihat jelas dari permukaan kulit.

Selama hamil, varises juga bisa muncul di pergelangan kaki hingga vulva. Pembuluh darah yang berkembang di area rektum atau anus dikenal sebagai wasir.

 

Kenapa varises bisa muncul saat hamil?


Kehamilan membuat tubuh mengalami perubahan hormonal, sirkulasi, dan fisik yang dapat memengaruhi aliran darah.

Kadar progesteron yang meningkat membuat dinding pembuluh darah lebih rileks. Di sisi lain, volume darah dalam tubuh juga bertambah untuk mendukung kebutuhan bayi sehingga pembuluh darah mendapat tekanan lebih besar.

Seiring pertumbuhan bayi, rahim ikut membesar dan dapat menekan pembuluh darah di area panggul. Kondisi ini membuat darah dari kaki lebih sulit kembali ke jantung dan akhirnya menumpuk di pembuluh darah.

Faktor genetik juga berpengaruh. Jika orang tua atau anggota keluarga dekat punya varises, risiko seseorang mengalaminya saat hamil bisa lebih tinggi.

 

 

Seberapa umum varises saat hamil?


Varises cukup umum dialami ibu hamil. Menurut dokter yang dikutip Parents, hingga 40% orang hamil dapat mengalami varises.

Kondisi ini bisa muncul untuk pertama kalinya saat hamil atau menjadi lebih parah pada kehamilan berikutnya. Kabar baiknya, banyak kasus varises akan membaik atau menghilang setelah melahirkan.

 

Apa saja gejala varises saat hamil?


Pada sebagian besar ibu hamil, varises lebih banyak menjadi masalah penampilan. Namun, kondisi ini juga bisa menimbulkan beberapa keluhan, seperti:
  • Nyeri pada kaki
  • Kaki terasa berat atau cepat lelah
  • Kram kaki pada malam hari
  • Kaki dan pergelangan kaki membengkak
  • Rasa gatal
  • Perubahan pada tampilan pembuluh darah
Keluhan bisa terasa lebih mengganggu setelah tubuh terlalu lama berada dalam posisi berdiri.

 

Apakah varises akan hilang setelah melahirkan?


Umumnya, varises yang muncul selama kehamilan akan memudar ketika tubuh mulai pulih setelah persalinan.

Parents menyebut varises dapat memudar atau menghilang dalam beberapa bulan setelah melahirkan, seiring kadar hormon kembali stabil dan tekanan pada pembuluh darah berkurang.

Namun, varises bisa bertahan lebih lama pada orang yang sudah mengalami beberapa kali kehamilan atau memiliki riwayat keluarga dengan masalah pembuluh darah.

Jika varises tetap terasa mengganggu setelah kehamilan, dokter dapat mempertimbangkan perawatan seperti terapi laser atau skleroterapi.

 

Bagaimana cara meredakan varises saat hamil?


Karena varises biasanya lebih menjadi masalah kenyamanan daripada kondisi yang perlu langsung dihilangkan, penanganannya selama kehamilan berfokus pada mengurangi gejala.

Beberapa cara yang disebutkan dalam Parents antara lain:

 

1. Lakukan olahraga ringan


Jalan kaki atau aktivitas fisik ringan dapat membantu menjaga aliran darah dan mengurangi keluhan varises.

 

2. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama


Berada dalam satu posisi untuk waktu yang lama dapat membuat keluhan makin terasa. Coba bergerak secara berkala agar tubuh tidak terlalu lama berada dalam posisi yang sama.

 

3. Angkat kaki saat beristirahat


Meninggikan posisi kaki saat duduk atau berbaring dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.

 

4. Gunakan stocking kompresi


Stocking kompresi dapat membantu mengelola gejala varises. Penggunaannya juga bisa dipertimbangkan saat bepergian dengan pesawat karena perjalanan membuat tubuh duduk dalam waktu lama.

 

5. Tidur menyamping ke kiri


Parents juga menyebut posisi tidur menyamping ke kiri sebagai salah satu cara yang dapat membantu menjaga aliran darah.

   

Apakah varises saat hamil bisa dicegah?


Sayangnya, varises tidak selalu bisa dicegah, terutama jika kondisi ini memang sudah ada dalam keluarga.

Meski begitu, risikonya bisa dikurangi dengan tetap melakukan aktivitas fisik ringan, tidak duduk terlalu lama, mengangkat kaki saat beristirahat, menggunakan stocking kompresi, menjaga berat badan tetap sehat, dan tidur menyamping ke kiri.

 

Kapan varises saat hamil perlu diperiksa?


Meski umum terjadi, varises tetap perlu diperhatikan jika muncul perubahan yang tidak biasa.

Menurut dokter yang dikutip Parents, pembuluh darah yang menjadi panas, merah, atau sangat nyeri bisa menjadi tanda adanya peradangan atau bekuan darah dan perlu mendapat perhatian medis.

Dalam kondisi yang lebih serius, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan superficial thrombophlebitis, deep vein thrombosis (DVT), atau chronic venous insufficiency.

Jadi, munculnya pembuluh darah biru atau ungu saat hamil sebenarnya cukup umum dan tidak perlu langsung bikin panik. Kebanyakan varises akan membaik setelah melahirkan. Yang penting, tetap perhatikan perubahan pada tubuh dan jangan abaikan jika varises tiba-tiba terasa panas, merah, atau sangat nyeri.

Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH