FITNESS & HEALTH
Gigi Bersih Belum Tentu Putih, Ini yang Memengaruhi Warnanya
A. Firdaus
Rabu 07 Oktober 2026 / 17:11
- Gigi yang bersih belum tentu tampak putih seperti yang sering terlihat dalam iklan atau foto.
- Pengangkatan noda bekerja dengan membersihkan pigmen yang menempel di permukaan gigi.
- Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu membuat gigi terlihat lebih putih.
Jakarta: Rutin menyikat gigi merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mulut. Namun, jangan heran jika gigi yang sudah dibersihkan secara rutin tetap terlihat agak kekuningan.
Warna gigi ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh noda dari makanan dan minuman seperti kopi dan teh. Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menyebut kedua minuman tersebut dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi. Di sisi lain, warna alami gigi juga ikut menentukan tampilan senyum seseorang.
Hal ini berkaitan dengan struktur gigi. Enamel sebagai lapisan terluar gigi memiliki sifat agak transparan. Akibatnya, warna dentin yang berada di bawah enamel ikut terlihat. Dentin sendiri secara alami memiliki warna kekuningan.
Selain itu, cara enamel dan dentin menyerap serta memantulkan cahaya juga memengaruhi warna gigi yang terlihat oleh mata. Jadi, gigi yang bersih belum tentu tampak putih seperti yang sering terlihat dalam iklan atau foto.
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu membuat gigi terlihat lebih putih.
Pengangkatan noda bekerja dengan membersihkan pigmen yang menempel di permukaan gigi. Sementara itu, bleaching menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida untuk mengubah senyawa penyebab perubahan warna melalui reaksi kimia.
Ada pula pendekatan yang disebut optical whitening atau pemutihan optik. Berbeda dari bleaching, metode ini memanfaatkan prinsip koreksi warna untuk mengurangi kesan kekuningan secara visual.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry menjelaskan bahwa bahan koreksi warna tertentu yang menempel di permukaan gigi dapat memengaruhi sifat optiknya. Perubahan tersebut membantu mengurangi tampilan warna kekuningan sehingga gigi terlihat lebih putih.
Pendekatan tersebut kemudian digunakan dalam pengembangan sejumlah produk perawatan gigi, salah satunya usmile Optical White.
Produk ini memadukan teknologi Natural Purple Corrector dengan papain. Teknologi koreksi warna menggunakan pendekatan warna ungu dan biru untuk membantu mengurangi tampilan kekuningan secara visual.
Sementara itu, papain merupakan enzim proteolitik yang membantu memecah protein. Pada permukaan gigi, pigmen dari makanan dan minuman dapat melekat pada lapisan tipis protein yang terbentuk secara alami. Papain membantu menguraikan komponen tersebut sehingga noda lebih mudah dilepaskan ketika gigi dibersihkan.
Peran enzim dalam membantu mengatasi noda juga pernah diteliti. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Young Pharmacists menunjukkan formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain berpotensi membantu mengangkat noda pada permukaan gigi.
Meski demikian, hasil penggunaan produk tetap dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh kondisi gigi dan keseluruhan formulasi produk.
“Kebutuhan konsumen terhadap pasta gigi semakin beragam, termasuk untuk merawat noda dan menjaga tampilan gigi. Melalui usmile Optical White, kami memadukan papain dengan teknologi koreksi warna optik untuk menjawab kedua kebutuhan tersebut,” ujar Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia.
Keinginan memiliki gigi yang terlihat lebih putih sebaiknya tetap berjalan beriringan dengan menjaga kesehatan mulut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 3,7 miliar orang mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah maupun ditangani sejak dini.
Karena itu, kebiasaan dasar seperti menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela-sela gigi, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala tetap menjadi bagian penting dari perawatan.
Perawatan untuk membuat gigi terlihat lebih putih pada akhirnya dapat menjadi pelengkap. Yang tidak kalah penting adalah memastikan gigi dan mulut tetap sehat dalam jangka panjang.
(FIR)
Warna gigi ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh noda dari makanan dan minuman seperti kopi dan teh. Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menyebut kedua minuman tersebut dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi. Di sisi lain, warna alami gigi juga ikut menentukan tampilan senyum seseorang.
Hal ini berkaitan dengan struktur gigi. Enamel sebagai lapisan terluar gigi memiliki sifat agak transparan. Akibatnya, warna dentin yang berada di bawah enamel ikut terlihat. Dentin sendiri secara alami memiliki warna kekuningan.
Selain itu, cara enamel dan dentin menyerap serta memantulkan cahaya juga memengaruhi warna gigi yang terlihat oleh mata. Jadi, gigi yang bersih belum tentu tampak putih seperti yang sering terlihat dalam iklan atau foto.
Tidak Semua Perawatan Memutihkan Gigi dengan Cara Sama
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu membuat gigi terlihat lebih putih.
Pengangkatan noda bekerja dengan membersihkan pigmen yang menempel di permukaan gigi. Sementara itu, bleaching menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida untuk mengubah senyawa penyebab perubahan warna melalui reaksi kimia.
Ada pula pendekatan yang disebut optical whitening atau pemutihan optik. Berbeda dari bleaching, metode ini memanfaatkan prinsip koreksi warna untuk mengurangi kesan kekuningan secara visual.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry menjelaskan bahwa bahan koreksi warna tertentu yang menempel di permukaan gigi dapat memengaruhi sifat optiknya. Perubahan tersebut membantu mengurangi tampilan warna kekuningan sehingga gigi terlihat lebih putih.
Menggabungkan Koreksi Warna dan Pengangkatan Noda
Pendekatan tersebut kemudian digunakan dalam pengembangan sejumlah produk perawatan gigi, salah satunya usmile Optical White.
Produk ini memadukan teknologi Natural Purple Corrector dengan papain. Teknologi koreksi warna menggunakan pendekatan warna ungu dan biru untuk membantu mengurangi tampilan kekuningan secara visual.
Sementara itu, papain merupakan enzim proteolitik yang membantu memecah protein. Pada permukaan gigi, pigmen dari makanan dan minuman dapat melekat pada lapisan tipis protein yang terbentuk secara alami. Papain membantu menguraikan komponen tersebut sehingga noda lebih mudah dilepaskan ketika gigi dibersihkan.
Peran enzim dalam membantu mengatasi noda juga pernah diteliti. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Young Pharmacists menunjukkan formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain berpotensi membantu mengangkat noda pada permukaan gigi.
Gigi yang bersih belum tentu tampak putih seperti yang sering terlihat dalam iklan atau foto.
Meski demikian, hasil penggunaan produk tetap dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh kondisi gigi dan keseluruhan formulasi produk.
“Kebutuhan konsumen terhadap pasta gigi semakin beragam, termasuk untuk merawat noda dan menjaga tampilan gigi. Melalui usmile Optical White, kami memadukan papain dengan teknologi koreksi warna optik untuk menjawab kedua kebutuhan tersebut,” ujar Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia.
Jangan Lupa, Putih Bukan Satu-satunya Tujuan
Keinginan memiliki gigi yang terlihat lebih putih sebaiknya tetap berjalan beriringan dengan menjaga kesehatan mulut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 3,7 miliar orang mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah maupun ditangani sejak dini.
Karena itu, kebiasaan dasar seperti menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela-sela gigi, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala tetap menjadi bagian penting dari perawatan.
Perawatan untuk membuat gigi terlihat lebih putih pada akhirnya dapat menjadi pelengkap. Yang tidak kalah penting adalah memastikan gigi dan mulut tetap sehat dalam jangka panjang.
(FIR)