FITNESS & HEALTH

Ada Celah karena Gigi Ompong? Kenali Solusi Mini Screw

A. Firdaus
Sabtu 26 September 2026 / 21:12
Ringkasnya gini..
  • Gigi ompong meninggalkan celah yang mengganggu senyum dan fungsi mengunyah.
  • Selama ini, gigi tiruan dan implan menjadi beberapa pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang.
  • Pemasangan mini screw dilakukan menggunakan anestesi lokal. Setelah alat tidak lagi dibutuhkan, mini screw dapat dilepas kembali.
Jakarta: Kehilangan gigi bukan cuma soal penampilan. Selain bikin senyum terasa kurang percaya diri, celah akibat gigi yang ompong juga bisa mengganggu fungsi mengunyah.

Masalahnya, ruang kosong tersebut sebaiknya nggak dibiarkan begitu saja dalam waktu lama. Gigi di sebelahnya bisa perlahan bergerak atau miring ke arah ruang yang kosong. Kondisi ini berpotensi memengaruhi susunan gigitan dan membuat sisa makanan lebih mudah terselip di area tersebut.

Selama ini, gigi tiruan dan implan menjadi beberapa pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang. Namun, pada kondisi tertentu, ada pendekatan lain yang bisa dipertimbangkan, yaitu menutup ruang kosong menggunakan perawatan ortodonti atau behel dengan bantuan mini screw.
 

Dokter Gigi Spesialis Orthodonti Palapa Dentists, drg. Tri Wahyudi, Sp. Ortho, mengatakan kombinasi tersebut dapat digunakan untuk membantu menggerakkan gigi secara lebih terkontrol sehingga ruang akibat kehilangan gigi dapat ditutup.

“Celah akibat kehilangan gigi sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena gigi di sekitarnya dapat bergerak ke arah ruang yang kosong. Pada kondisi tertentu, kombinasi behel dan mini screw dapat digunakan untuk menggerakkan gigi secara lebih terkontrol sehingga ruang tersebut dapat ditutup,” ujar drg. Tri.
 

Apa itu mini screw?


Kalau mendengar istilah mini screw, mungkin yang terbayang adalah alat yang cukup besar dan bikin ngeri. Padahal, sesuai namanya, ukurannya sangat kecil.

Mini screw atau pen miniatur ortodonti merupakan pasak berbahan titanium yang dipasang sementara pada tulang rahang. Ukurannya umumnya sekitar 1,2–2 milimeter dengan panjang sekitar 6–12 milimeter.

Dalam perawatan ortodonti, alat ini berfungsi sebagai penjangkar atau titik tumpu tambahan. Dengan begitu, dokter dapat mengarahkan pergerakan gigi ke posisi yang sudah direncanakan.

Tri menjelaskan, pada perawatan behel biasa, gigi lain sering digunakan sebagai titik tumpu untuk menggerakkan gigi. Ketika terdapat ruang ompong yang cukup besar, kondisi tersebut bisa membuat gigi yang menjadi penjangkar ikut bergerak ke arah yang tidak diinginkan.

Nah, mini screw dapat membantu memberikan titik tumpu yang lebih stabil.

“Mini screw berfungsi sebagai penjangkar tambahan yang relatif stabil. Dengan titik tumpu tersebut, arah dan besar pergerakan gigi dapat dikontrol dengan lebih baik tanpa terlalu mengandalkan gigi lain sebagai penjangkar,” jelasnya.
 

Bagaimana cara menutup celah gigi ompong?


Setelah mini screw dipasang, dokter dapat menghubungkannya dengan karet khusus atau pegas ortodontik. Komponen tersebut kemudian digunakan untuk memberikan gaya pada gigi yang ingin digerakkan.

Pergerakan dilakukan secara bertahap sesuai rencana perawatan. Tujuannya, gigi di sekitar ruang kosong dapat diarahkan menuju area tersebut hingga celah berkurang atau tertutup.

Dengan adanya titik tumpu tambahan, gaya yang diberikan dapat diarahkan secara lebih terkontrol. Namun, bukan berarti semua kasus gigi ompong otomatis bisa ditangani dengan metode ini.

Menurut Tri, dokter perlu mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari posisi gigi, kondisi tulang, ukuran ruang yang akan ditutup, hingga hubungan gigitan pasien.

“Setiap kasus tentu berbeda. Penggunaan mini screw bukan berarti otomatis menjadi pilihan untuk semua pasien,” katanya.
 

Bukan sekadar soal bikin senyum rapi


Penutupan ruang akibat gigi yang hilang bukan hanya bertujuan memperbaiki tampilan senyum. Susunan gigi yang lebih rapat dan teratur juga berkaitan dengan fungsi pengunyahan serta hubungan gigitan.

Perawatan tetap perlu mempertimbangkan kondisi jaringan pendukung gigi dan tulang alveolar di sekitar area yang sebelumnya kosong. Karena itu, pergerakan gigi dilakukan secara bertahap dan dipantau oleh dokter.

Dengan kata lain, metode ini bukan sekadar “menarik gigi supaya nutup”, tetapi membutuhkan perencanaan mekanika ortodonti yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
 

Apakah pemasangan mini screw sakit?


Sebelum tindakan, dokter biasanya melakukan pemeriksaan dan analisis radiografi atau rontgen untuk melihat kondisi tulang rahang sekaligus menentukan lokasi pemasangan.

Pemasangan mini screw dilakukan menggunakan anestesi lokal. Setelah alat tidak lagi dibutuhkan, mini screw dapat dilepas kembali.

Tri menekankan pemeriksaan sebelum tindakan merupakan bagian penting karena kondisi anatomi rahang setiap orang berbeda.

“Sebelum tindakan, perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menentukan lokasi penempatan mini screw dan memastikan rencana pergerakan gigi sesuai dengan kondisi pasien,” ujarnya.

Jadi, kalau kamu memiliki celah akibat gigi yang hilang, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa satu-satunya pilihan adalah implan atau gigi tiruan. Pada kasus tertentu, perawatan ortodonti dengan bantuan mini screw bisa menjadi salah satu alternatif.

Namun, pilihan perawatan tetap bergantung pada kondisi gigi, tulang rahang, jaringan pendukung, serta hubungan gigitan masing-masing pasien. Pemeriksaan langsung oleh dokter gigi spesialis ortodonti diperlukan untuk menentukan apakah metode tersebut memang sesuai.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH