YOUR FASHION

Dark tapi Gemas, Whimsigoth Style Bikin Vibe Kamu Kayak Penyihir Gaul

Yatin Suleha
Selasa 06 Oktober 2026 / 16:14
Ringkasnya gini..
  • Whimsigoth memadukan elemen gothic dengan nuansa whimsical, mystical, dan vintage.
  • Aesthetic ini punya akar visual dari akhir 1980-an hingga akhir 1990-an.
  • Fashion dan interior jadi dua area yang paling sering menampilkan gaya whimsigoth.

Jakarta: Pernah lihat outfit atau kamar yang vibes-nya dark, mystical, vintage, tapi bukannya serem malah terasa dreamy dan cozy?

Nah, bisa jadi kamu lagi ngeliat whimsigoth. Aesthetic ini menggabungkan nuansa gothic dengan elemen whimsical alias penuh imajinasi, sehingga hasil akhirnya tetap misterius tapi gak kehilangan sisi playful.

 

 

Apa itu whimsigoth?


Whimsigoth merupakan gabungan dari kata whimsical dan gothic. Sederhananya, gaya ini mengambil elemen gothic lalu mencampurnya dengan unsur vintage, mystical, celestial, dan sedikit sentuhan bohemian.

Istilah ini tercatat dalam Consumer Aesthetics Research Institute (CARI), sebuah organisasi nirlaba online yang beranggotakan peneliti dan desainer untuk mendokumentasikan serta mengelompokkan berbagai aesthetic dalam budaya konsumen.
 

Kamar Tidur Mistis Berselimut Cahaya Lilin(Interior bernuansa whimsigoth dengan dekorasi vintage, elemen celestial, dan pencahayaan temaram. Foto: AI Generated)

Dalam arsip CARI, whimsigothic disebut sebagai gaya yang memadukan bentuk whimsical dengan motif gothic.

CARI mencatat periode relevansinya pada akhir 1980-an hingga akhir 1990-an. Nama Whimsigothic sendiri dicetuskan Evan Collins, salah satu pendiri CARI.

Jadi, ini bukan sekadar aesthetic yang baru lahir gara-gara TikTok. Visualnya memang punya akar dari budaya dan desain era tersebut.

 

Kenapa vibes-nya 90-an banget?


CARI mencatat whimsigoth berkembang beriringan dengan populernya musik pop dan rock bernuansa gothic, karya Tim Burton, serta desain grafis era 1980-an dan 1990-an. Gaya ini juga banyak terlihat dalam desain furnitur, produk, dan interior.

Salah satu referensi visual yang paling gampang dikenali adalah film Practical Magic (1998). Architectural Digest menyebut interior rumah dalam film tersebut punya nuansa whimsigoth lewat penggunaan kain bertekstur, bunga kering, buku-buku tua, furnitur vintage, dan elemen dekorasi yang terasa magical.

Makanya, kalau kebayang rumah penyihir yang bukannya bikin merinding malah bikin pengin tinggal di sana, yup, kurang lebih itu vibes-nya.
 

Ciri khas gaya whimsigoth


Warna gelap seperti hitam, burgundy, deep purple, forest green, dan berbagai jewel tones sering muncul dalam aesthetic ini. Material seperti velvet, lace, brocade, dan kain bertekstur juga bisa memperkuat tampilannya.

Motif bulan, bintang, astrologi, bunga, serta ornamen mystical ikut bikin look-nya makin dapet. Untuk fashion, kamu bisa mulai dari rok panjang, cardigan vintage, atasan lace, boots, atau kalung celestial.

Sementara untuk interior, lilin, tanaman, furnitur kayu, lampu temaram, dan dekorasi vintage bisa langsung memberikan nuansa serupa.

Intinya, whimsigoth itu dark tapi gak gloomy, mystical tapi tetap cozy, dan gothic tapi masih playful. Jadi, gak perlu langsung full gothic buat ikutan aesthetic ini.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH