FAMILY
Punya Anak Bikin Penuaan Jalur Cepat? Risetnya Bilang Gini, Guys!
Yatin Suleha
Minggu 28 Juni 2026 / 08:05
- Menjadi orang tua itu memang membahagiakan, tapi kita semua tahu kalau di balik momen manis itu, ada tanggung jawab besar.
- Mulai dari kurang tidur, aktivitas yang padat, sampai gaya hidup yang berubah total setelah punya anak.
- Bahkan, ada penelitian yang bilang kalau peran sebagai orang tua bisa memengaruhi proses penuaan biologis kita.
Jakarta: Menjadi orang tua itu memang membahagiakan, tapi kita semua tahu kalau di balik momen manis itu, ada tanggung jawab besar yang bikin kondisi fisik dan mental lumayan terkuras.
Mulai dari kurang tidur, aktivitas yang padat, sampai gaya hidup yang berubah total setelah punya anak. Bahkan, ada penelitian yang bilang kalau peran sebagai orang tua bisa memengaruhi proses penuaan biologis kita.
Tapi tenang, para peneliti juga bilang kalau ini bukan cuma soal jumlah anak, kok—ada banyak faktor lain yang ikut berpengaruh.
Dilansir dari Psychology Today, seorang penulis yang diadopsi saat telah berusia dewasa, membagikan pengalamannya mengenai keluarga angkat.
Ia mengaku baru menyadari bertahun-tahun kemudian bahwa kedua orang tua angkatnya, tampak menghadapi tekanan setelah mengadopsinya.
.jpg)
(Jumlah anak memengaruhi penuaan biologis, di mana keluarga dengan dua hingga tiga anak paling ideal. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Perasaan itu muncul dari berbagai pengalaman yang diingatnya, mulai dari mendengar orang tuanya bercerita, bahwa mereka membatalkan rencana mengadopsi anak ketiga setelah dirinya hadir, hingga merasa ayahnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama saudara laki-lakinya.
Beberapa studi sempat menyoroti kaitan antara jumlah anak dengan proses penuaan biologis yang lebih cepat. Kabarnya, keluarga dengan 2 sampai 3 anak—terutama jika kehamilan terjadi di rentang usia 24 hingga 38 tahun—memiliki peluang hidup yang lebih panjang.
Logikanya, kehamilan dan pengasuhan anak memang butuh energi yang luar biasa besar, sehingga bisa memicu penuaan sel lebih cepat.
Bahkan, ada temuan kalau setiap kehamilan bisa berdampak pada telomer yang lebih pendek dan usia biologis yang bertambah sekitar dua tahun per anaknya.
Sebuah penelitian di Finlandia terhadap 15.000 pasangan kembar menemukan fakta menarik: perempuan dengan 4 anak atau lebih cenderung mengalami penuaan biologis lebih cepat, sedangkan mereka yang memiliki 2 sampai 3 anak justru menunjukkan proses penuaan yang lebih lambat.
Uniknya, perempuan yang tidak punya anak pun ternyata menunjukkan tanda penuaan biologis yang lebih cepat dibandingkan mereka dengan jumlah anak sedang.
Ada juga temuan kalau memiliki banyak anak laki-laki bisa memberi beban metabolik lebih berat saat hamil, yang berisiko pada penurunan fungsi kognitif orang tua nantinya.
Tapi ingat, ini bukan patokan mutlak karena proses penuaan itu kompleks. Lagipula, peran sebagai orang tua membawa kebahagiaan emosional dan sosial yang nggak mungkin bisa diukur cuma dari angka biologis saja.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Mulai dari kurang tidur, aktivitas yang padat, sampai gaya hidup yang berubah total setelah punya anak. Bahkan, ada penelitian yang bilang kalau peran sebagai orang tua bisa memengaruhi proses penuaan biologis kita.
Tapi tenang, para peneliti juga bilang kalau ini bukan cuma soal jumlah anak, kok—ada banyak faktor lain yang ikut berpengaruh.
Pengalaman pribadi tentang menjadi orang tua
Dilansir dari Psychology Today, seorang penulis yang diadopsi saat telah berusia dewasa, membagikan pengalamannya mengenai keluarga angkat.
Ia mengaku baru menyadari bertahun-tahun kemudian bahwa kedua orang tua angkatnya, tampak menghadapi tekanan setelah mengadopsinya.
.jpg)
(Jumlah anak memengaruhi penuaan biologis, di mana keluarga dengan dua hingga tiga anak paling ideal. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Perasaan itu muncul dari berbagai pengalaman yang diingatnya, mulai dari mendengar orang tuanya bercerita, bahwa mereka membatalkan rencana mengadopsi anak ketiga setelah dirinya hadir, hingga merasa ayahnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama saudara laki-lakinya.
Jumlah anak dikaitkan dengan penuaan biologis
Beberapa studi sempat menyoroti kaitan antara jumlah anak dengan proses penuaan biologis yang lebih cepat. Kabarnya, keluarga dengan 2 sampai 3 anak—terutama jika kehamilan terjadi di rentang usia 24 hingga 38 tahun—memiliki peluang hidup yang lebih panjang.
Logikanya, kehamilan dan pengasuhan anak memang butuh energi yang luar biasa besar, sehingga bisa memicu penuaan sel lebih cepat.
Bahkan, ada temuan kalau setiap kehamilan bisa berdampak pada telomer yang lebih pendek dan usia biologis yang bertambah sekitar dua tahun per anaknya.
Studi tentang empat anak atau lebih
Sebuah penelitian di Finlandia terhadap 15.000 pasangan kembar menemukan fakta menarik: perempuan dengan 4 anak atau lebih cenderung mengalami penuaan biologis lebih cepat, sedangkan mereka yang memiliki 2 sampai 3 anak justru menunjukkan proses penuaan yang lebih lambat.
Uniknya, perempuan yang tidak punya anak pun ternyata menunjukkan tanda penuaan biologis yang lebih cepat dibandingkan mereka dengan jumlah anak sedang.
Ada juga temuan kalau memiliki banyak anak laki-laki bisa memberi beban metabolik lebih berat saat hamil, yang berisiko pada penurunan fungsi kognitif orang tua nantinya.
Tapi ingat, ini bukan patokan mutlak karena proses penuaan itu kompleks. Lagipula, peran sebagai orang tua membawa kebahagiaan emosional dan sosial yang nggak mungkin bisa diukur cuma dari angka biologis saja.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)