FITNESS & HEALTH
5 Red Flag Sebelum Nikah yang Sering Diabaikan, Please Read!
Yatin Suleha
Senin 15 Juni 2026 / 16:55
- Red flag sendiri artinya adanya sebuah tanda peringatan (alarm bahaya) akan adanya perilaku tidak sehat atau manipulatif dari seseorang.
- Tanda ini memberitahu bahwa suatu hubungan berpotensi beracun (toxic) dan membahayakan kesehatan mental kamu.
- Jangan terburu-buru menikah sebelum memastikan pasanganmu tidak memiliki tanda red flag.
Jakarta: Pernikahan adalah komitmen seumur hidup, jadi wajar banget kalau kamu selektif. Masalahnya, kadang kita terlalu bucin sampai lupa kalau ada beberapa perilaku pasangan yang sebenarnya bisa jadi "lampu kuning" atau bahkan red flag berat sebelum naik ke pelaminan.
Red flag sendiri artinya adanya sebuah tanda peringatan (alarm bahaya) akan adanya perilaku tidak sehat atau manipulatif dari seseorang.
Tanda ini memberitahu bahwa suatu hubungan berpotensi beracun (toxic) dan membahayakan kesehatan mental kamu.
Untuk itu, jangan buru-buru bilang "iya" kalau kamu sering nemuin tanda-tanda red flag pasangan di bawah ini:
Pernah gak kamu ngerasa salah terus padahal kamu enggak ngapa-ngapain? Kalau dia sering bikin kamu mempertanyakan ingatan atau perasaanmu sendiri (seperti bilang "kamu baperan" atau "aku gak pernah bilang gitu"), itu namanya gaslighting. Di pernikahan nanti, pola ini bakal bikin kamu makin gak percaya diri.
.jpg)
(Perilaku pasangan yang suka berubah suasana hati (mood swing) ekstrem dan melakukan kekerasan fisik (main tangan) adalah indikasi kuat dari toxic relationship. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Marah itu manusiawi, tapi kalau dia gampang banget meledak-ledak cuma karena masalah sepele—apalagi sampai main tangan atau merusak barang—itu big no. Kebiasaan toxic kayak gini jarang hilang setelah nikah, justru bisa makin intens kalau enggak segera diperbaiki secara profesional.
Kalau dia punya kontrol berlebihan, misalnya melarang kamu ketemu teman, cek HP terus-terusan, atau mengatur apa yang harus kamu pakai, itu bukan peduli, bestie. Itu kontrol. Pernikahan itu tentang partnership, bukan jadi tawanan di rumah sendiri.
Pas ada masalah, dia lebih milih silent treatment atau malah menghilang (ghosting) daripada cari jalan keluar? Komunikasi itu kunci rumah tangga. Kalau sekarang aja dia susah diajak diskusi, gimana pas sudah tinggal bareng nanti?
Kalian cinta banget, tapi punya prinsip hidup yang bertolak belakang? Misalnya soal karier, anak, sampai cara ngatur keuangan. Love is not enough, lho. Kalau dia gak mau kompromi soal masa depan yang kalian rencanain, jangan dipaksa.
Melihat red flag bukan berarti kamu harus langsung putus, tapi ini saatnya buat pause dan ngobrol serius. Kalau dia mau berubah dan usaha, mungkin bisa diperbaiki. Tapi kalau dia malah defensif dan enggak mau dengerin, coba pikir-pikir lagi, ya Bestie! Ingat, kamu berhak bahagia bareng orang yang tepat!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Red flag sendiri artinya adanya sebuah tanda peringatan (alarm bahaya) akan adanya perilaku tidak sehat atau manipulatif dari seseorang.
Tanda ini memberitahu bahwa suatu hubungan berpotensi beracun (toxic) dan membahayakan kesehatan mental kamu.
Untuk itu, jangan buru-buru bilang "iya" kalau kamu sering nemuin tanda-tanda red flag pasangan di bawah ini:
1. "Gaslighting" yang dibungkus sayang
Pernah gak kamu ngerasa salah terus padahal kamu enggak ngapa-ngapain? Kalau dia sering bikin kamu mempertanyakan ingatan atau perasaanmu sendiri (seperti bilang "kamu baperan" atau "aku gak pernah bilang gitu"), itu namanya gaslighting. Di pernikahan nanti, pola ini bakal bikin kamu makin gak percaya diri.
2. Gampang mood swing dan main tangan
.jpg)
(Perilaku pasangan yang suka berubah suasana hati (mood swing) ekstrem dan melakukan kekerasan fisik (main tangan) adalah indikasi kuat dari toxic relationship. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Marah itu manusiawi, tapi kalau dia gampang banget meledak-ledak cuma karena masalah sepele—apalagi sampai main tangan atau merusak barang—itu big no. Kebiasaan toxic kayak gini jarang hilang setelah nikah, justru bisa makin intens kalau enggak segera diperbaiki secara profesional.
3. "Dunia harus berputar di sekitarku"
Kalau dia punya kontrol berlebihan, misalnya melarang kamu ketemu teman, cek HP terus-terusan, atau mengatur apa yang harus kamu pakai, itu bukan peduli, bestie. Itu kontrol. Pernikahan itu tentang partnership, bukan jadi tawanan di rumah sendiri.
4. Sulit diajak deep talk
Pas ada masalah, dia lebih milih silent treatment atau malah menghilang (ghosting) daripada cari jalan keluar? Komunikasi itu kunci rumah tangga. Kalau sekarang aja dia susah diajak diskusi, gimana pas sudah tinggal bareng nanti?
Baca Juga :
Apa Itu Bare Minimum dalam Hubungan Percintaan?
5. Visi masa depan yang "jomplang"
Kalian cinta banget, tapi punya prinsip hidup yang bertolak belakang? Misalnya soal karier, anak, sampai cara ngatur keuangan. Love is not enough, lho. Kalau dia gak mau kompromi soal masa depan yang kalian rencanain, jangan dipaksa.
Perlu kamu perhatikan:
Melihat red flag bukan berarti kamu harus langsung putus, tapi ini saatnya buat pause dan ngobrol serius. Kalau dia mau berubah dan usaha, mungkin bisa diperbaiki. Tapi kalau dia malah defensif dan enggak mau dengerin, coba pikir-pikir lagi, ya Bestie! Ingat, kamu berhak bahagia bareng orang yang tepat!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)