FAMILY
Masih Sering Kepikiran Mantan? Penelitian Ungkap Butuh 4 Tahun untuk Benar-Benar Move On
A. Firdaus
Rabu 29 Juli 2026 / 11:12
- Meski hubungan mereka telah berakhir, banyak peserta mengaku masih memiliki keterikatan emosional dengan mantan pasangannya.
- Temuan tersebut menunjukkan bahwa keterikatan emosional setelah putus bukan sekadar kenangan yang muncul sesekali.
- Lama atau singkatnya proses ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Jakarta: Putus cinta sering dianggap sebagai akhir dari sebuah hubungan. Namun, berakhirnya sebuah kisah asmara tidak selalu berarti perasaan ikut menghilang begitu saja.
Tidak sedikit orang yang masih sesekali mengingat mantan pasangan, teringat momen-momen yang pernah dilalui bersama, atau bahkan tanpa sadar masih membandingkan pengalaman baru, dengan hubungan di masa lalu.
Hal tersebut ternyata merupakan bagian dari proses emosional yang cukup umum terjadi, dan dapat berlangsung lebih lama daripada yang dibayangkan.
Lalu, berapa lama sebenarnya ikatan emosional terhadap mantan pasangan dapat bertahan? Apakah perasaan tersebut akan hilang sepenuhnya seiring berjalannya waktu, atau justru tetap tersimpan dan memengaruhi kehidupan emosional, meski hubungan telah lama berakhir?
Untuk mencari jawabannya, dilansir dari Psychology Today para peneliti di University of Illinois Urbana-Champaign, melakukan penelitian terhadap hampir 300 orang, yang pernah menjalani hubungan romantis serius selama setidaknya dua tahun.
Meski hubungan mereka telah berakhir, banyak peserta mengaku masih memiliki keterikatan emosional dengan mantan pasangannya.
Beberapa peserta mengatakan bahwa saat menghadapi masalah atau masa-masa sulit, mereka masih memiliki dorongan untuk mencari dukungan dari mantan pasangan, seolah-olah orang tersebut masih menjadi tempat paling nyaman untuk berbagi.
Ada pula yang mengaku sering mengenang kenangan lama, melamun tentang masa-masa ketika masih bersama, bahkan sesekali memimpikan mantan pasangan saat tidur.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa keterikatan emosional setelah putus bukan sekadar kenangan yang muncul sesekali. Perasaan itu merupakan bentuk keterikatan psikologis, yang dapat bertahan dalam waktu cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun setelah hubungan berakhir.
Menariknya, para peneliti mengibaratkan proses memudarnya keterikatan emosional ini seperti peluruhan radioaktif. Berdasarkan hasil penelitian, keterikatan terhadap mantan pasangan memiliki "waktu paruh", rata-rata sekitar empat tahun.
Artinya, seseorang umumnya membutuhkan waktu sekitar empat tahun agar tingkat keterikatan emosional, yang dirasakan berkurang hingga setengah dari intensitas, yang dirasakan segera setelah putus.
Meski demikian, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Ada yang mampu pulih lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama, untuk benar-benar melepaskan ikatan emosional tersebut.
Lama atau singkatnya proses ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kedalaman hubungan, cara hubungan berakhir, pengalaman pribadi, hingga proses penerimaan setelah putus.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih mengingat atau sesekali memikirkan mantan, setelah hubungan berakhir bukanlah sesuatu yang selalu tidak wajar.
Bagi banyak orang, proses move on memang membutuhkan waktu. Seiring berjalannya waktu dan berbagai pengalaman baru yang dijalani, keterikatan emosional itu umumnya akan semakin berkurang, hingga akhirnya tidak lagi mendominasi kehidupan sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Tidak sedikit orang yang masih sesekali mengingat mantan pasangan, teringat momen-momen yang pernah dilalui bersama, atau bahkan tanpa sadar masih membandingkan pengalaman baru, dengan hubungan di masa lalu.
Hal tersebut ternyata merupakan bagian dari proses emosional yang cukup umum terjadi, dan dapat berlangsung lebih lama daripada yang dibayangkan.
Lalu, berapa lama sebenarnya ikatan emosional terhadap mantan pasangan dapat bertahan? Apakah perasaan tersebut akan hilang sepenuhnya seiring berjalannya waktu, atau justru tetap tersimpan dan memengaruhi kehidupan emosional, meski hubungan telah lama berakhir?
Untuk mencari jawabannya, dilansir dari Psychology Today para peneliti di University of Illinois Urbana-Champaign, melakukan penelitian terhadap hampir 300 orang, yang pernah menjalani hubungan romantis serius selama setidaknya dua tahun.
Meski hubungan mereka telah berakhir, banyak peserta mengaku masih memiliki keterikatan emosional dengan mantan pasangannya.
Beberapa peserta mengatakan bahwa saat menghadapi masalah atau masa-masa sulit, mereka masih memiliki dorongan untuk mencari dukungan dari mantan pasangan, seolah-olah orang tersebut masih menjadi tempat paling nyaman untuk berbagi.
Ada pula yang mengaku sering mengenang kenangan lama, melamun tentang masa-masa ketika masih bersama, bahkan sesekali memimpikan mantan pasangan saat tidur.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa keterikatan emosional setelah putus bukan sekadar kenangan yang muncul sesekali. Perasaan itu merupakan bentuk keterikatan psikologis, yang dapat bertahan dalam waktu cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun setelah hubungan berakhir.
Menariknya, para peneliti mengibaratkan proses memudarnya keterikatan emosional ini seperti peluruhan radioaktif. Berdasarkan hasil penelitian, keterikatan terhadap mantan pasangan memiliki "waktu paruh", rata-rata sekitar empat tahun.
Artinya, seseorang umumnya membutuhkan waktu sekitar empat tahun agar tingkat keterikatan emosional, yang dirasakan berkurang hingga setengah dari intensitas, yang dirasakan segera setelah putus.
Meski demikian, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Ada yang mampu pulih lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama, untuk benar-benar melepaskan ikatan emosional tersebut.
Lama atau singkatnya proses ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kedalaman hubungan, cara hubungan berakhir, pengalaman pribadi, hingga proses penerimaan setelah putus.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih mengingat atau sesekali memikirkan mantan, setelah hubungan berakhir bukanlah sesuatu yang selalu tidak wajar.
Bagi banyak orang, proses move on memang membutuhkan waktu. Seiring berjalannya waktu dan berbagai pengalaman baru yang dijalani, keterikatan emosional itu umumnya akan semakin berkurang, hingga akhirnya tidak lagi mendominasi kehidupan sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)