FAMILY
Healing at Your Own Pace! 5 Cara Sehat Move On dari Mantan
A. Firdaus
Rabu 29 Juli 2026 / 12:10
- Tiga tips yang dapat membantu melepaskan ikatan emosional dengan mantan
- Menerima pengalaman tersebut, kemudian perlahan membuka diri terhadap masa depan.
- Rasa rindu yang sesekali muncul merupakan hal yang wajar selama proses pemulihan.
Jakarta: Move on sering kali terdengar mudah diucapkan, tetapi kenyataannya tidak selalu sesederhana itu. Setelah hubungan berakhir, masih banyak orang yang sesekali mengingat mantan, merasa rindu, atau berharap bisa kembali berbagi cerita seperti dulu.
Perasaan tersebut dapat bertahan cukup lama dan membuat proses melanjutkan hidup terasa lebih berat. Namun, hal itu bukan berarti proses penyembuhan tidak berjalan. Melepaskan ikatan emosional memang membutuhkan waktu, dan setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Penelitian menunjukkan bahwa orang, yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan umumnya lebih mudah melanjutkan hidup, dibandingkan dengan pihak yang ditinggalkan.
Meski begitu, memulai hubungan baru juga tidak selalu, membuat perasaan terhadap mantan langsung menghilang. Tidak sedikit orang yang telah memiliki pasangan baru, tetapi masih menyimpan sisa keterikatan emosional dari hubungan sebelumnya.
Dilansir dari Psychology Today, menurut Gary W. Lewandowski Jr., Ph.D., penulis "Stronger Than You Think: The 10 Blind Spots That Undermine Your Relationship", berikut tiga tips yang dapat membantu melepaskan ikatan emosional dengan mantan:
Memberikan jarak dengan mantan dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus mengingat masa lalu. Langkah ini juga memberi kesempatan untuk lebih fokus membangun kehidupan baru, tanpa terus bergantung pada hubungan yang telah berakhir.
Berakhirnya hubungan, bukan berarti semua perasaan akan lenyap dalam waktu singkat. Ikatan emosional biasanya memudar secara bertahap. Hal tersebut bukan tanda gagal move on, melainkan bagian alami dari proses penyembuhan.
Jika masih sesekali memikirkan mantan beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah putus, tidak perlu menganggap diri gagal melupakan masa lalu. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemulihan yang masih berlangsung.
Melepaskan keterikatan emosional bukan berarti menghapus semua kenangan, atau berpura-pura hubungan itu tidak pernah terjadi. Yang lebih penting adalah menerima pengalaman tersebut, kemudian perlahan membuka diri terhadap masa depan.
Setiap orang memiliki waktu penyembuhan yang berbeda. Ada yang dapat bangkit lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama.
Proses move on juga tidak selalu berjalan lurus. Rasa rindu yang sesekali muncul merupakan hal yang wajar selama proses pemulihan.
Pernah mencintai seseorang hingga meninggalkan jejak emosional bukanlah sebuah kelemahan. Sebaliknya, pengalaman tersebut menunjukkan kemampuan untuk membangun hubungan yang bermakna.
Seiring berjalannya waktu, pengalaman itu dapat menjadi bekal untuk menjalani hubungan baru dengan pemahaman, kedewasaan, dan kekuatan emosional yang lebih baik.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Perasaan tersebut dapat bertahan cukup lama dan membuat proses melanjutkan hidup terasa lebih berat. Namun, hal itu bukan berarti proses penyembuhan tidak berjalan. Melepaskan ikatan emosional memang membutuhkan waktu, dan setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Penelitian menunjukkan bahwa orang, yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan umumnya lebih mudah melanjutkan hidup, dibandingkan dengan pihak yang ditinggalkan.
Meski begitu, memulai hubungan baru juga tidak selalu, membuat perasaan terhadap mantan langsung menghilang. Tidak sedikit orang yang telah memiliki pasangan baru, tetapi masih menyimpan sisa keterikatan emosional dari hubungan sebelumnya.
Dilansir dari Psychology Today, menurut Gary W. Lewandowski Jr., Ph.D., penulis "Stronger Than You Think: The 10 Blind Spots That Undermine Your Relationship", berikut tiga tips yang dapat membantu melepaskan ikatan emosional dengan mantan:
1. Batasi atau hentikan komunikasi dengan mantan
Memberikan jarak dengan mantan dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus mengingat masa lalu. Langkah ini juga memberi kesempatan untuk lebih fokus membangun kehidupan baru, tanpa terus bergantung pada hubungan yang telah berakhir.
2. Pahami bahwa ikatan emosional tidak langsung hilang
Berakhirnya hubungan, bukan berarti semua perasaan akan lenyap dalam waktu singkat. Ikatan emosional biasanya memudar secara bertahap. Hal tersebut bukan tanda gagal move on, melainkan bagian alami dari proses penyembuhan.
3. Jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri
Jika masih sesekali memikirkan mantan beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah putus, tidak perlu menganggap diri gagal melupakan masa lalu. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemulihan yang masih berlangsung.
4. Terima masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup
Melepaskan keterikatan emosional bukan berarti menghapus semua kenangan, atau berpura-pura hubungan itu tidak pernah terjadi. Yang lebih penting adalah menerima pengalaman tersebut, kemudian perlahan membuka diri terhadap masa depan.
5. Jalani proses sesuai ritme masing-masing
Setiap orang memiliki waktu penyembuhan yang berbeda. Ada yang dapat bangkit lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama.
Proses move on juga tidak selalu berjalan lurus. Rasa rindu yang sesekali muncul merupakan hal yang wajar selama proses pemulihan.
Pernah mencintai seseorang hingga meninggalkan jejak emosional bukanlah sebuah kelemahan. Sebaliknya, pengalaman tersebut menunjukkan kemampuan untuk membangun hubungan yang bermakna.
Seiring berjalannya waktu, pengalaman itu dapat menjadi bekal untuk menjalani hubungan baru dengan pemahaman, kedewasaan, dan kekuatan emosional yang lebih baik.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)