FAMILY

Kapan Anak Perlu Diberi Edukasi Seks? Ini Penjelasan HIMPSI

Fatha Annisa
Senin 02 Februari 2026 / 18:44
Ringkasnya gini..
  • HIMPSI menyebut edukasi seks bisa mulai diberikan sejak anak usia 3–4 tahun.
  • Edukasi dimulai dengan mengenalkan tubuh, batasan privasi, serta risiko kekerasan seksual.
  • Memasuki usia 10 tahun ke atas, edukasi mencakup pubertas, relasi sehat, consent, dan keamanan digital.
Jakarta: Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyebut edukasi mengenai seks bisa mulai diberikan sejak anak berusia 3 sampai 4 tahun. Namun, hal yang diajarkan perlu disesuaikan sesuai usia anak.
 
“Edukasi bisa dimulai sejak usia dini kurang lebih 3-4 tahun. Tentunya dengan bahasa yang sederhana dan sesuai tahap perkembangan anak,” ujar Devi Yanti, M. Psi., Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh, kepada Antara, dikutip Senin, 2 Februari 2026.
 
Psikolog Klinis di Rumah Sakit Jiwa di Aceh tersebut juga menjelaskan anak usia 3 tahun tidak bisa diberikan edukasi seks yang sama dengan usia pra-remaja atau 10 tahun ke atas. Berikut penjelasannya:
 
Baca juga: Perbedaan Sex dan Gender, Emang Ada Bedanya?
 

Usia 3-5 Tahun

Devi menegaskan edukasi yang perlu dijelaskan di awal adalah pengenalan tubuh, batasan diri, dan rasa aman. Misalnya, anak berusia 3-5 tahun dapat mulai diajarkan mengenai nama-nama bagian tubuh, termasuk area pribadi, dengan ejaan yang benar.
 
Di usia tersebut, kata Devi, perlu juga dijelaskan bahwa bagian tubuh seperti alat kelamin dan payudara tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa alasan medis dan pendampingan orang tua. Lebih baik lagi jika anak diberitahu perbedaan sentuhan yang baik.
 
"Jangan lupa untuk ajarkan mengenai hak anak untuk berkata tidak dan melapor pada orang dewasa yang terpercaya," tegasnya.

 
Baca juga: Pendidikan Seks Tak Boleh Lagi Ditabukan, Perlu Jadi Diskusi Sehat dan Membangun
 

Usia 6-9 Tahun

Memasuki usia 6-9 tahun, anak dapat diberikan pemahaman lebih jelas terkait batasan tubuh dan privasi. Menurut Devi, usia tersebut sudah bisa diajarkan untuk mengingat siap saja orang dewasa yang bisa dimintai pertolongan ketika mengalami pelecehan atau kekerasan seksual.
 
Selain itu, anak perlu memahami potensi bahaya yang dapat muncul saat berinteraksi, baik dengan orang asing maupun dengan orang yang sudah dikenal. Pada tahap ini, orang tua pun dianjurkan mulai memperkenalkan dasar-dasar perubahan tubuh menjelang masa pubertas.

 
Baca juga: Orang Tua Jangan Menganggap Tabu Pendidikan Seks kepada Anak
 

Usia 10 tahun ke Atas

Sementara itu, untuk usia pra-remaja atau sekitar 10 tahun ke atas, Devi menegaskan pentingnya anak mengetahui perubahan fisik yang akan terjadi, sekaligus memahami kondisi emosional yang mungkin mereka rasakan saat memasuki pubertas.
 
“Terkait hal ini anak-anak pun perlu diajarkan mengenai konsep relasi sehat, rasa hormat, dan persetujuan (consent), serta risiko kekerasan seksual, perundungan, serta keamanan di dunia digital," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH