FAMILY

Must-Know! Cara Jaga Si Kecil dari Bahaya Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Yatin Suleha
Senin 02 Februari 2026 / 13:21
Ringkasnya gini..
  • SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) adalah sindrom kematian mendadak dan tidak terduga pada bayi sehat.
  • SIDS juga mencakup kematian akibat sesak napas atau tercekik secara tidak sengaja.
  • Salah satu faktor risiko SIDS pada bayi yaitu posisi tidur tengkurap/miring.
Jakarta: Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS) adalah diagnosis yang diberikan ketika seorang bayi berusia di bawah 1 tahun meninggal secara mendadak dan penyebab pastinya tidak dapat ditemukan. Duh, nighmare banget ya Moms jangan sampai deh!

Bayi berusia 2 hingga 4 bulan paling berisiko terkena SIDS, dan 90% kasus terjadi pada bayi di bawah 6 bulan.

Jumlah kematian bayi akibat SIDS telah berkurang lebih dari setengah sejak 1992 – saat Akademi Pediatri Amerika (AAP) merekomendasikan agar bayi tidur telentang – tetapi SIDS tetap menjadi penyebab utama kematian pada bayi di bawah 1 tahun.
 
SIDS termasuk dalam kategori yang lebih luas yaitu kematian bayi mendadak dan tak terduga (SUIDs) yang biasanya terjadi saat tidur atau di area tidur bayi. 

SUIDS juga mencakup kematian akibat sesak napas atau tercekik secara tidak sengaja, serta dari penyebab yang tidak diketahui.

Dilansir dari BabyCenter, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), terdapat sekitar 3.400 kematian bayi setiap tahun akibat SUIDs. 

Meskipun angka tersebut tragis dan dapat menakutkan bagi orang tua baru penting untuk diingat bahwa hal ini sangat tidak mungkin terjadi pada bayi.

Risiko SIDS sangat rendah, dengan hanya sekitar 0,5 per 1.000 kelahiran hidup, dan banyak kasus dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana.


(Salah satu faktor risiko SIDS pada bayi yaitu posisi tidur tengkurap/miring, permukaan kasur terlalu empuk, kepanasan (overheating), berbagi tempat tidur (kasur) dengan orang tua, dan paparan asap rokok. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Dan, meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah SIDS, orang tua dapat mengambil langkah-langkah penting untuk mengurangi risiko bayi mereka. 

Pendidikan tentang praktik tidur aman telah membantu menurunkan angka kematian secara signifikan, menunjukkan bahwa pencegahan berbasis pengetahuan sangat efektif.

Para peneliti telah memelajari banyak hal tentang SIDS, tetapi mereka masih belum memiliki jawaban pasti tentang apa yang menyebabkannya. 

Sebagian besar ahli percaya bahwa SIDS terjadi ketika bayi memiliki kelemahan fisik bawaan, seperti fungsi jantung, pernapasan, atau respons bangun yang belum matang atau abnormal, dan terpapar faktor stres tertentu, seperti tidur tengkurap atau berpakaian terlalu hangat selama periode perkembangan kritis.

Penelitian terbaru menyarankan bahwa kadar serotonin yang tidak memadai di otak dapat membuat bayi lebih rentan terhadap SIDS.

Ahli menemukan bahwa hingga 70% bayi yang meninggal karena SIDS memiliki kadar serotonin di batang otak yang lebih rendah dari normal. Serotonin membantu mengatur pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah selama tidur.
 
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa SIDS mungkin terkait dengan masalah dalam sistem saraf pusat yang mengontrol respons terhadap bahaya selama tidur, seperti hipoksia atau penurunan oksigen.

Faktor lingkungan seperti asap rokok atau posisi tidur yang tidak aman dapat memperburuk kelemahan ini. Meskipun penyebab pasti belum diketahui, kombinasi genetik, perkembangan otak, dan lingkungan memainkan peran penting, dan penelitian terus berlanjut untuk memahami mekanisme ini lebih dalam.


Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH