FAMILY
Jujur, Panik Banget Pas Bayi Tersedak? Tapi Ternyata Emang Lagi Belajar, Lho
Yatin Suleha
Rabu 28 Januari 2026 / 21:35
- Memaksa bayi untuk makan lebih banyak dari yang diinginkan dapat meningkatkan risiko tersedak.
- Pada fase awal kehidupan, bayi sedang memelajari banyak keterampilan dasar.
- Beberapa bayi bahkan dapat tersedak oleh jari mereka sendiri.
Jakarta: Momen ketika bayi tersedak sering kali menjadi pengalaman yang membuat orang dewasa di sekitarnya refleks tegang, panik, bahkan langsung menghentikan proses makan.
Suara batuk kecil, ekspresi wajah yang berubah, atau makanan yang terdorong keluar dari mulut kerap disalahartikan sebagai tanda bahaya, padahal dalam banyak kasus kondisi tersebut merupakan bagian alami dari perkembangan bayi.
Pada fase awal kehidupan, bayi sedang memelajari banyak keterampilan dasar secara bersamaan, mulai dari mengoordinasikan otot mulut, lidah, dan tenggorokan, hingga memahami ritme menelan yang aman.
Proses belajar ini tidak selalu berjalan mulus dan sering disertai respons-refleks tubuh yang tampak mengkhawatirkan, seperti tersedak.
Setiap manusia sejak lahir memiliki refleks tersedak, yaitu respons otomatis yang bekerja sepanjang hidup dan berfungsi sebagai mekanisme perlindungan alami tubuh untuk mencegah makanan atau benda asing masuk ke saluran pernapasan.
Dilansir dari BabyCenter, tersedak merupakan hal yang wajar dan sering terjadi pada bayi, terutama ketika mereka mulai belajar makan makanan padat, misalnya melalui metode pemberian makan dengan sendok.
.jpg)
(Pada fase awal kehidupan, bayi sedang memelajari banyak keterampilan dasar secara bersamaan, termasuk menelan yang aman bagi dirinya sendiri. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Dalam proses ini, tersedak justru berperan membantu makanan bergerak ke bagian depan mulut, sehingga bayi dapat belajar mengunyah dan mengontrol makanan di dalam mulutnya secara bertahap.
Sampai usia sekitar 6 bulan, bayi juga masih memiliki refleks yang secara otomatis mendorong lidah ke depan setiap kali bagian belakang tenggorokan mereka terangsang. Refleks dorongan lidah ini sering kali membuat pemberian makanan padat di usia terlalu dini menjadi lebih menantang.
Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu hingga refleks ini berkurang sebelum mulai memperkenalkan makanan padat. Meski demikian, kejadian tersedak atau mendorong keluar sendok pertama makanan bertekstur halus tetap termasuk hal yang normal dan sering terjadi pada tahap awal.
Memaksa bayi untuk makan lebih banyak dari yang diinginkan dapat meningkatkan risiko tersedak, demikian pula kondisi ketika terlalu banyak makanan atau makanan yang tidak disukai masuk ke dalam mulut sekaligus.
Beberapa bayi bahkan dapat tersedak oleh jari mereka sendiri, hingga akhirnya memahami sejauh mana benda dapat dimasukkan ke dalam mulut dengan aman.
Selain itu, sebelum memahami ritme menyusu dengan baik, sebagian bayi juga dapat tersedak saat menyusu langsung atau menggunakan botol, terutama ketika aliran ASI atau susu formula mengalir terlalu cepat untuk kemampuan menelan mereka.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Suara batuk kecil, ekspresi wajah yang berubah, atau makanan yang terdorong keluar dari mulut kerap disalahartikan sebagai tanda bahaya, padahal dalam banyak kasus kondisi tersebut merupakan bagian alami dari perkembangan bayi.
Pada fase awal kehidupan, bayi sedang memelajari banyak keterampilan dasar secara bersamaan, mulai dari mengoordinasikan otot mulut, lidah, dan tenggorokan, hingga memahami ritme menelan yang aman.
Proses belajar ini tidak selalu berjalan mulus dan sering disertai respons-refleks tubuh yang tampak mengkhawatirkan, seperti tersedak.
Setiap manusia sejak lahir memiliki refleks tersedak, yaitu respons otomatis yang bekerja sepanjang hidup dan berfungsi sebagai mekanisme perlindungan alami tubuh untuk mencegah makanan atau benda asing masuk ke saluran pernapasan.
Dilansir dari BabyCenter, tersedak merupakan hal yang wajar dan sering terjadi pada bayi, terutama ketika mereka mulai belajar makan makanan padat, misalnya melalui metode pemberian makan dengan sendok.
.jpg)
(Pada fase awal kehidupan, bayi sedang memelajari banyak keterampilan dasar secara bersamaan, termasuk menelan yang aman bagi dirinya sendiri. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Dalam proses ini, tersedak justru berperan membantu makanan bergerak ke bagian depan mulut, sehingga bayi dapat belajar mengunyah dan mengontrol makanan di dalam mulutnya secara bertahap.
Sampai usia sekitar 6 bulan, bayi juga masih memiliki refleks yang secara otomatis mendorong lidah ke depan setiap kali bagian belakang tenggorokan mereka terangsang. Refleks dorongan lidah ini sering kali membuat pemberian makanan padat di usia terlalu dini menjadi lebih menantang.
Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu hingga refleks ini berkurang sebelum mulai memperkenalkan makanan padat. Meski demikian, kejadian tersedak atau mendorong keluar sendok pertama makanan bertekstur halus tetap termasuk hal yang normal dan sering terjadi pada tahap awal.
Memaksa bayi untuk makan lebih banyak dari yang diinginkan dapat meningkatkan risiko tersedak, demikian pula kondisi ketika terlalu banyak makanan atau makanan yang tidak disukai masuk ke dalam mulut sekaligus.
Beberapa bayi bahkan dapat tersedak oleh jari mereka sendiri, hingga akhirnya memahami sejauh mana benda dapat dimasukkan ke dalam mulut dengan aman.
Selain itu, sebelum memahami ritme menyusu dengan baik, sebagian bayi juga dapat tersedak saat menyusu langsung atau menggunakan botol, terutama ketika aliran ASI atau susu formula mengalir terlalu cepat untuk kemampuan menelan mereka.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)