FAMILY
Bukan Sekadar Main! Sensory Play Jadi Kunci Cerdas dan Kreatif Sejak Dini
A. Firdaus
Jumat 20 Februari 2026 / 18:10
- Sensory play mencakup segala jenis permainan.
- Sensory play mendorong anak untuk lebih aktif.
- Sensory play memiliki peran yang sangat penting.
Jakarta: Sensory play memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak sejak usia dini. Aktivitas ini bukan sekadar kegiatan bermain biasa, melainkan bagian dari proses belajar yang alami dan menyenangkan.
Tidak hanya membantu anak menggunakan kelima indra mereka, seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan rasa, tetapi juga meningkatkan keterampilan bahasa serta kemampuan motorik, baik motorik halus maupun kasar.
Selain itu, sensory play juga mendorong anak untuk lebih aktif mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan kreativitas, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta melatih kemampuan memecahkan masalah sejak dini.
Ketika anak menggunakan kelima indra mereka secara bersamaan atau bergantian, sebenarnya mereka sedang mempelajari dunia di sekitar dan membangun berbagai koneksi di dalam otak. Setiap sentuhan, suara, aroma, atau tekstur yang dirasakan akan tersimpan sebagai pengalaman baru.
Otak akan mengembangkan memori tentang benda-benda yang mereka interaksi, lalu membantu membentuk pemahaman, pendapat sederhana, atau mendorong keberanian untuk mencoba keterampilan baru.
Dilansir dari Parents, sensory play mencakup segala jenis permainan yang melibatkan satu atau lebih indra anak. Aktivitas ini bisa berupa bermain pasir, air, cat, tanah liat, mendengarkan musik, hingga mengenal berbagai tekstur dan aroma.
Untuk memahami dunia, mainan mereka, dan lingkungan sekitar, anak-anak perlu memegang dan meraba objek, mencium baunya, mendengarkan suara yang dihasilkan, dan bahkan mencicipinya. Semua pengalaman tersebut membantu anak membangun pemahaman yang lebih utuh tentang lingkungan sekitar.
Perilaku ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari proses belajar alami. Itulah juga mengapa mereka membuat suara-suara aneh dengan mulut mereka dan bereksperimen dengan bagaimana dunia terdengar saat jari mereka dimasukkan ke telinga.
Mereka sedang mencoba memahami suara dan reaksi yang muncul. Itulah juga mengapa anak berputar-putar hingga pusing dan jatuh, lalu bangun dan melakukannya lagi. Gerakan tersebut membantu sistem keseimbangan tubuh berkembang dengan lebih baik.
Ada kelompok anak-anak tertentu, seperti yang menderita autisme atau gangguan integrasi sensorik, yang kesulitan memahami dan mengorganisir semua rangsangan yang datang melalui indra mereka. Pada kondisi ini, rangsangan yang sederhana bagi anak lain bisa terasa terlalu kuat atau justru kurang terasa.
Namun, ketika berbicara tentang sensory play, bukan hanya anak-anak yang mengalami kesulitan integrasi sensorik yang dapat mendapat manfaat darinya. Faktanya, semua anak dapat memperoleh manfaat dari menggunakan indra mereka secara aktif dalam kegiatan bermain sehari-hari. Berikut adalah beberapa manfaat utama sensory play.
1. Mendorong pemikiran mandiri dengan memberi kesempatan anak mencoba, bereksperimen, dan menemukan jawaban sendiri.
2. Membantu anak-anak memahami hubungan sebab-akibat melalui pengalaman langsung, seperti menuang air dan melihat perubahan bentuk atau suara.
3. Mendorong perkembangan keterampilan motorik halus, misalnya saat meremas, mencubit, atau menyusun benda kecil.
4. Meningkatkan kemampuan ingatan, pengamatan, dan memori karena anak terbiasa mengenali perbedaan tekstur, warna, dan suara.
5. Meningkatkan keterampilan kognitif dengan melatih fokus, konsentrasi, dan kemampuan berpikir logis.
6. Mendorong perkembangan bahasa melalui deskripsi pengalaman, seperti menyebutkan rasa, warna, atau tekstur yang dirasakan.
7. Mendorong kreativitas dan eksplorasi dengan memberi ruang untuk mencoba hal baru tanpa takut salah.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tidak hanya membantu anak menggunakan kelima indra mereka, seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan rasa, tetapi juga meningkatkan keterampilan bahasa serta kemampuan motorik, baik motorik halus maupun kasar.
Selain itu, sensory play juga mendorong anak untuk lebih aktif mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan kreativitas, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta melatih kemampuan memecahkan masalah sejak dini.
Ketika anak menggunakan kelima indra mereka secara bersamaan atau bergantian, sebenarnya mereka sedang mempelajari dunia di sekitar dan membangun berbagai koneksi di dalam otak. Setiap sentuhan, suara, aroma, atau tekstur yang dirasakan akan tersimpan sebagai pengalaman baru.
Otak akan mengembangkan memori tentang benda-benda yang mereka interaksi, lalu membantu membentuk pemahaman, pendapat sederhana, atau mendorong keberanian untuk mencoba keterampilan baru.
Apa itu sensory play?
Dilansir dari Parents, sensory play mencakup segala jenis permainan yang melibatkan satu atau lebih indra anak. Aktivitas ini bisa berupa bermain pasir, air, cat, tanah liat, mendengarkan musik, hingga mengenal berbagai tekstur dan aroma.
Untuk memahami dunia, mainan mereka, dan lingkungan sekitar, anak-anak perlu memegang dan meraba objek, mencium baunya, mendengarkan suara yang dihasilkan, dan bahkan mencicipinya. Semua pengalaman tersebut membantu anak membangun pemahaman yang lebih utuh tentang lingkungan sekitar.
Perilaku ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari proses belajar alami. Itulah juga mengapa mereka membuat suara-suara aneh dengan mulut mereka dan bereksperimen dengan bagaimana dunia terdengar saat jari mereka dimasukkan ke telinga.
Mereka sedang mencoba memahami suara dan reaksi yang muncul. Itulah juga mengapa anak berputar-putar hingga pusing dan jatuh, lalu bangun dan melakukannya lagi. Gerakan tersebut membantu sistem keseimbangan tubuh berkembang dengan lebih baik.
Manfaat sensory play
Ada kelompok anak-anak tertentu, seperti yang menderita autisme atau gangguan integrasi sensorik, yang kesulitan memahami dan mengorganisir semua rangsangan yang datang melalui indra mereka. Pada kondisi ini, rangsangan yang sederhana bagi anak lain bisa terasa terlalu kuat atau justru kurang terasa.
Namun, ketika berbicara tentang sensory play, bukan hanya anak-anak yang mengalami kesulitan integrasi sensorik yang dapat mendapat manfaat darinya. Faktanya, semua anak dapat memperoleh manfaat dari menggunakan indra mereka secara aktif dalam kegiatan bermain sehari-hari. Berikut adalah beberapa manfaat utama sensory play.
1. Mendorong pemikiran mandiri dengan memberi kesempatan anak mencoba, bereksperimen, dan menemukan jawaban sendiri.
2. Membantu anak-anak memahami hubungan sebab-akibat melalui pengalaman langsung, seperti menuang air dan melihat perubahan bentuk atau suara.
3. Mendorong perkembangan keterampilan motorik halus, misalnya saat meremas, mencubit, atau menyusun benda kecil.
4. Meningkatkan kemampuan ingatan, pengamatan, dan memori karena anak terbiasa mengenali perbedaan tekstur, warna, dan suara.
5. Meningkatkan keterampilan kognitif dengan melatih fokus, konsentrasi, dan kemampuan berpikir logis.
6. Mendorong perkembangan bahasa melalui deskripsi pengalaman, seperti menyebutkan rasa, warna, atau tekstur yang dirasakan.
7. Mendorong kreativitas dan eksplorasi dengan memberi ruang untuk mencoba hal baru tanpa takut salah.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)