FAMILY
Balita Speech Delay? Coba 5 Cara Sederhana Ini untuk Bantu Anak Lebih Cepat Ngobrol
A. Firdaus
Jumat 20 Februari 2026 / 12:10
- Masa balita adalah fase yang penuh kejutan.
- Banyak orang dewasa fokus mengajari bicara.
- Anak juga belajar meniru gestur.
Jakarta: Masa balita adalah fase yang penuh kejutan, terutama ketika anak mulai belajar berkomunikasi. Ada anak yang sudah banyak bicara sebelum usia dua tahun, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.
Kondisi ini sering membuat orang tua bingung dan khawatir. Menurut pakar patologi wicara Marie Martinez, perkembangan bahasa sebenarnya bisa didukung lewat aktivitas harian sederhana tanpa perlu kartu flash atau program mahal.
Hal ini juga ia tulis dalam bukunya, Path for Words: Five-Minute Language Learning Activities for Children Ages One to Three Years.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah lima cara sederhana yang bisa Moms coba di rumah agar anak lebih cepat bisa berbicara.
Banyak orang dewasa fokus mengajari bicara. Padahal memahami suara, gumaman, serta bahasa tubuh anak menjadi dasar komunikasi.
“Sebagai contoh aktivitas, atur timer lima menit dan hanya dengarkan suara, kata-kata, dan frasa yang diucapkan anak, gerakan yang mereka gunakan, serta aktivitas yang mereka lakukan,” sarankan Martinez.
Dengan mencatat kebiasaan tersebut setiap minggu, perkembangan anak bisa terlihat lebih jelas dan membantu menentukan cara meningkatkan kemampuan bahasa.
Saat mencuci pakaian, memasak, atau berkendara, kebiasaan menyebutkan nama benda dan tindakan membantu anak memahami bahwa setiap objek memiliki nama. Ketika anak mencoba meniru kata atau gerakan, reaksi positif sangat membantu membangun kepercayaan diri mereka.
Kegiatan ini juga bisa menjadi ruang belajar komunikasi yang menyenangkan. Mengajak anak memilih lagu, menyanyi bersama, atau membicarakan apa yang terlihat di luar jendela bisa melatih kemampuan berbicara.
“Pilihan sederhana seperti ‘Apakah kamu ingin Wheels on the Bus atau Twinkle Twinkle?’ memberikan kesempatan bagi anak kamu untuk meminta lagu, mendengarkan liriknya, atau bernyanyi dan menggerakkan tubuh sesuai lagu,” kata Martinez.
Menyebut nama makanan, alat makan, serta bermain tebak benda dapat memperkaya kosakata. Anak juga belajar meniru gestur dan kata sederhana saat aktivitas berlangsung.
“Saat anak balita kamu meluapkan emosi, ambil napas, pastikan semua orang aman, turun ke level mata mereka, coba pahami apa yang ingin mereka sampaikan, dan berikan cara cepat dan mudah bagi mereka untuk mengekspresikan kebutuhan mereka,” sarannya.
Cara ini membantu anak mengenali emosi sekaligus belajar menyampaikannya dengan kata atau isyarat.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Kondisi ini sering membuat orang tua bingung dan khawatir. Menurut pakar patologi wicara Marie Martinez, perkembangan bahasa sebenarnya bisa didukung lewat aktivitas harian sederhana tanpa perlu kartu flash atau program mahal.
Hal ini juga ia tulis dalam bukunya, Path for Words: Five-Minute Language Learning Activities for Children Ages One to Three Years.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah lima cara sederhana yang bisa Moms coba di rumah agar anak lebih cepat bisa berbicara.
1. Mendengarkan anak
Banyak orang dewasa fokus mengajari bicara. Padahal memahami suara, gumaman, serta bahasa tubuh anak menjadi dasar komunikasi.
“Sebagai contoh aktivitas, atur timer lima menit dan hanya dengarkan suara, kata-kata, dan frasa yang diucapkan anak, gerakan yang mereka gunakan, serta aktivitas yang mereka lakukan,” sarankan Martinez.
Dengan mencatat kebiasaan tersebut setiap minggu, perkembangan anak bisa terlihat lebih jelas dan membantu menentukan cara meningkatkan kemampuan bahasa.
2. Pekerjaan rumah bisa menjadi sarana belajar
Saat mencuci pakaian, memasak, atau berkendara, kebiasaan menyebutkan nama benda dan tindakan membantu anak memahami bahwa setiap objek memiliki nama. Ketika anak mencoba meniru kata atau gerakan, reaksi positif sangat membantu membangun kepercayaan diri mereka.
3. Perjalanan di mobil
Kegiatan ini juga bisa menjadi ruang belajar komunikasi yang menyenangkan. Mengajak anak memilih lagu, menyanyi bersama, atau membicarakan apa yang terlihat di luar jendela bisa melatih kemampuan berbicara.
“Pilihan sederhana seperti ‘Apakah kamu ingin Wheels on the Bus atau Twinkle Twinkle?’ memberikan kesempatan bagi anak kamu untuk meminta lagu, mendengarkan liriknya, atau bernyanyi dan menggerakkan tubuh sesuai lagu,” kata Martinez.
4. Waktu makan pun tidak hanya soal makan
Menyebut nama makanan, alat makan, serta bermain tebak benda dapat memperkaya kosakata. Anak juga belajar meniru gestur dan kata sederhana saat aktivitas berlangsung.
5. Perilaku dan bahasa tubuh juga termasuk komunikasi
“Saat anak balita kamu meluapkan emosi, ambil napas, pastikan semua orang aman, turun ke level mata mereka, coba pahami apa yang ingin mereka sampaikan, dan berikan cara cepat dan mudah bagi mereka untuk mengekspresikan kebutuhan mereka,” sarannya.
Cara ini membantu anak mengenali emosi sekaligus belajar menyampaikannya dengan kata atau isyarat.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)