FAMILY
Deteksi Dini Speech Delay Anak: Panduan Buat Orang Tua Muda Biar Enggak Kecolongan
Yatin Suleha
Kamis 19 Februari 2026 / 10:58
- Speech delay (keterlambatan bicara) adalah kondisi saat kemampuan bahasa anak tidak sesuai usia.
- Keluarga tetap perlu peka terhadap tanda keterlambatan komunikasi.
- Perkembangan bahasa bukan soal siapa paling cepat bicara, melainkan bagaimana anak mendapat dukungan komunikasi yang konsisten.
Jakarta: Banyak keluarga merasa harus mengajarkan semua kemampuan bahasa kepada anak sejak kecil. Padahal, pakar perkembangan bahasa menekankan bahwa proses belajar komunikasi terjadi secara alami melalui rutinitas sehari-hari.
Tantangan terbesar biasanya bukan pada kemampuan anak, tetapi pada bagaimana keluarga mengintegrasikan aktivitas belajar ke dalam keseharian.
Dilansir dari BabyCenter, menurut ahli patologi wicara Marie Martinez, kunci utamanya adalah memulai dari target kecil.
“Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, mulailah dengan tujuan kecil dan bangunlah berdasarkan kesuksesan kamu dan anak,” kata Martinez.
Dalam praktik coaching keluarga, ia biasanya mencari rutinitas yang sudah ada lalu memasukkan momen komunikasi di dalamnya. Misalnya saat duduk di kursi mobil, berjalan ke kendaraan, atau menunggu transportasi.
Waktu singkat satu lawan satu seperti ini justru sangat efektif karena anak bisa mengamati lingkungan lalu membicarakannya.
Pendekatan tersebut membantu keluarga melihat perkembangan bahasa secara bertahap dan terukur. Anak tidak harus langsung berbicara panjang; satu kata, gestur, atau respons sederhana sudah termasuk kemajuan penting bila dilakukan konsisten setiap hari.
Meski begitu, keluarga tetap perlu peka terhadap tanda keterlambatan komunikasi. Martinez menegaskan bahwa konsultasi profesional tidak perlu ditunda bila muncul kekhawatiran.
“Intervensi dini sangat penting pada tahap ini dalam perkembangan anak, dan pendekatan ‘tunggu dan lihat’ dapat menambah tekanan pada keluarga,” jelas Martinez.
.jpg)
(Speech delay (keterlambatan bicara) adalah kondisi saat kemampuan bahasa anak tidak sesuai usia. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ia juga menyebut beberapa sinyal awal, misalnya bayi tidak tersenyum atau berusaha berinteraksi dengan orang sekitar, tidak berceloteh, atau hanya membuat sedikit suara maupun gerakan pada usia sembilan bulan.
Jika tanda tersebut muncul, langkah terbaik adalah berbicara dengan dokter anak yang dapat memberikan rujukan ke terapis wicara atau layanan intervensi dini.
Selain itu, keluarga juga dapat memanfaatkan panduan deteksi dari American Speech-Language-Hearing Association untuk membantu mengenali tanda perkembangan komunikasi sejak awal.
Intinya, perkembangan bahasa bukan soal siapa paling cepat bicara, melainkan bagaimana anak mendapat dukungan komunikasi yang konsisten.
Menggunakan percakapan sederhana setiap hari, memberi respons positif pada usaha anak, serta mencari bantuan profesional saat diperlukan dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri dalam mengekspresikan kebutuhan dan perasaannya.
Dukungan sejak dini bukan hanya mempercepat kemampuan bicara, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Tantangan terbesar biasanya bukan pada kemampuan anak, tetapi pada bagaimana keluarga mengintegrasikan aktivitas belajar ke dalam keseharian.
Dilansir dari BabyCenter, menurut ahli patologi wicara Marie Martinez, kunci utamanya adalah memulai dari target kecil.
“Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, mulailah dengan tujuan kecil dan bangunlah berdasarkan kesuksesan kamu dan anak,” kata Martinez.
Dalam praktik coaching keluarga, ia biasanya mencari rutinitas yang sudah ada lalu memasukkan momen komunikasi di dalamnya. Misalnya saat duduk di kursi mobil, berjalan ke kendaraan, atau menunggu transportasi.
Waktu singkat satu lawan satu seperti ini justru sangat efektif karena anak bisa mengamati lingkungan lalu membicarakannya.
Pendekatan tersebut membantu keluarga melihat perkembangan bahasa secara bertahap dan terukur. Anak tidak harus langsung berbicara panjang; satu kata, gestur, atau respons sederhana sudah termasuk kemajuan penting bila dilakukan konsisten setiap hari.
Meski begitu, keluarga tetap perlu peka terhadap tanda keterlambatan komunikasi. Martinez menegaskan bahwa konsultasi profesional tidak perlu ditunda bila muncul kekhawatiran.
“Intervensi dini sangat penting pada tahap ini dalam perkembangan anak, dan pendekatan ‘tunggu dan lihat’ dapat menambah tekanan pada keluarga,” jelas Martinez.
.jpg)
(Speech delay (keterlambatan bicara) adalah kondisi saat kemampuan bahasa anak tidak sesuai usia. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ia juga menyebut beberapa sinyal awal, misalnya bayi tidak tersenyum atau berusaha berinteraksi dengan orang sekitar, tidak berceloteh, atau hanya membuat sedikit suara maupun gerakan pada usia sembilan bulan.
Jika tanda tersebut muncul, langkah terbaik adalah berbicara dengan dokter anak yang dapat memberikan rujukan ke terapis wicara atau layanan intervensi dini.
Selain itu, keluarga juga dapat memanfaatkan panduan deteksi dari American Speech-Language-Hearing Association untuk membantu mengenali tanda perkembangan komunikasi sejak awal.
Intinya, perkembangan bahasa bukan soal siapa paling cepat bicara, melainkan bagaimana anak mendapat dukungan komunikasi yang konsisten.
Menggunakan percakapan sederhana setiap hari, memberi respons positif pada usaha anak, serta mencari bantuan profesional saat diperlukan dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri dalam mengekspresikan kebutuhan dan perasaannya.
Dukungan sejak dini bukan hanya mempercepat kemampuan bicara, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)