FAMILY
5 Tanda Anak Laki-laki Siap Memulai Proses Toilet Training
A. Firdaus
Rabu 28 Januari 2026 / 10:15
- Mengajarkan anak laki-laki cara menggunakan toilet memerlukan tingkat kerja sama.
- Penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki bisa mengalami penundaan enam bulan dalam toilet training
- Kunci keberhasilan pelatihan toilet adalah memulai saat anak tertarik.
Jakarta: Setelah meneliti semua tanda kesiapan, banyak orang tua yang menyadari bahwa anak laki-lakinya belum siap secara fisik maupun kognitif untuk memulai toilet training. Ini adalah pil pahit yang harus ditelan, mengingat anak perempuan biasanya dilatih pada usia 2 tahun.
Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki bisa mengalami penundaan enam bulan dalam toilet training atau pelatihan toilet jika dibandingkan dengan anak perempuan, meskipun ini bervariasi untuk setiap anak.
Baik anak laki-laki maupun perempuan biasanya paling siap untuk toilet training antara usia 18 dan 30 bulan. Tetapi orang tua mungkin pernah mendengar bahwa anak laki-laki membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menguasainya. Mengajarkan anak laki-laki cara menggunakan toilet memerlukan tingkat kerja sama dan motivasi yang wajar dari dirinya, ditambah waktu dan kesabaran dari orang tua. Kunci keberhasilan pelatihan toilet adalah memulainya saat anak tertarik, bersedia, dan secara fisik mampu melakukannya.
Jawabannya atas pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk toilet training pada anak laki-laki bersifat individual, dan mengamati tanda-tanda kesiapan pada anak sendiri sangat penting.
Meskipun beberapa anak sudah siap dilatih menggunakan toilet sejak usia 18 bulan, yang lain mungkin belum siap belajar hingga jauh setelah ulang tahun ketiga mereka.
Ketika orang tua memulai pelatihan toilet terlalu dini, prosesnya kemungkinan akan memakan waktu lebih lama. Dengan kata lain, orang tua akan mencapai tujuan yang sama, terlepas dari kapan memulai.
Orang tua memiliki daftar periksa kesiapan yang komprehensif untuk membantu memutuskan apakah anak laki-laki siap untuk dilatih menggunakan toile.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tanda-tanda paling umum bahwa balita laki-laki siap untuk memulai proses toilet training.
1. Tetap kering setidaknya dua jam sekaligus dan saat buang air kecil, jumlahnya cukup banyak.
2. Dapat mengikuti instruksi sederhana, termasuk berjalan ke kamar mandi dan menurunkan celananya.
3. Menunjukkan minat pada toilet itu sendiri dan kebiasaan kamar mandi orang lain.
4. Menggeram atau jongkok saat buang air besar, atau bahkan memberitahu bahwa dia akan buang air.
5. Memiliki kata-kata untuk buang air kecil dan buang air besar.
Selain itu, penting untuk memperhatikan apakah anak sudah bisa mengomunikasikan kebutuhan dasar, seperti mengatakan 'mau pipis' atau 'mau buang air besar'. Ini menunjukkan bahwa anak sudah mulai memahami tubuhnya sendiri.
Beberapa anak laki-laki mungkin menunjukkan kesiapan dengan cara meniru orang tua atau saudara yang lebih tua saat menggunakan toilet. Jika anak sering bertanya tentang toilet atau ingin ikut ke kamar mandi, itu bisa jadi tanda bahwa waktunya sudah tepat.
Namun, jika anak masih sering mengalami kecelakaan di popok atau tidak tertarik sama sekali, lebih baik menunggu beberapa bulan lagi agar prosesnya lebih lancar.
Setelah yakin anak siap untuk mulai melatih toilet, fokuslah pada waktu yang tepat. Stres atau perubahan besar dalam hidup, seperti kedatangan saudara baru atau pindah rumah, mungkin membuat pelatihan toilet sedikit lebih sulit.
Pastikan rutinitas harian dan malam anak sudah teratur. Tunggu sampai dia tampak terbuka terhadap ide baru, sehingga bisa melatih toilet dengan sukses.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki bisa mengalami penundaan enam bulan dalam toilet training atau pelatihan toilet jika dibandingkan dengan anak perempuan, meskipun ini bervariasi untuk setiap anak.
Baik anak laki-laki maupun perempuan biasanya paling siap untuk toilet training antara usia 18 dan 30 bulan. Tetapi orang tua mungkin pernah mendengar bahwa anak laki-laki membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menguasainya. Mengajarkan anak laki-laki cara menggunakan toilet memerlukan tingkat kerja sama dan motivasi yang wajar dari dirinya, ditambah waktu dan kesabaran dari orang tua. Kunci keberhasilan pelatihan toilet adalah memulainya saat anak tertarik, bersedia, dan secara fisik mampu melakukannya.
Jawabannya atas pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk toilet training pada anak laki-laki bersifat individual, dan mengamati tanda-tanda kesiapan pada anak sendiri sangat penting.
Meskipun beberapa anak sudah siap dilatih menggunakan toilet sejak usia 18 bulan, yang lain mungkin belum siap belajar hingga jauh setelah ulang tahun ketiga mereka.
Ketika orang tua memulai pelatihan toilet terlalu dini, prosesnya kemungkinan akan memakan waktu lebih lama. Dengan kata lain, orang tua akan mencapai tujuan yang sama, terlepas dari kapan memulai.
Orang tua memiliki daftar periksa kesiapan yang komprehensif untuk membantu memutuskan apakah anak laki-laki siap untuk dilatih menggunakan toile.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tanda-tanda paling umum bahwa balita laki-laki siap untuk memulai proses toilet training.
1. Tetap kering setidaknya dua jam sekaligus dan saat buang air kecil, jumlahnya cukup banyak.
2. Dapat mengikuti instruksi sederhana, termasuk berjalan ke kamar mandi dan menurunkan celananya.
3. Menunjukkan minat pada toilet itu sendiri dan kebiasaan kamar mandi orang lain.
4. Menggeram atau jongkok saat buang air besar, atau bahkan memberitahu bahwa dia akan buang air.
5. Memiliki kata-kata untuk buang air kecil dan buang air besar.
Selain itu, penting untuk memperhatikan apakah anak sudah bisa mengomunikasikan kebutuhan dasar, seperti mengatakan 'mau pipis' atau 'mau buang air besar'. Ini menunjukkan bahwa anak sudah mulai memahami tubuhnya sendiri.
Beberapa anak laki-laki mungkin menunjukkan kesiapan dengan cara meniru orang tua atau saudara yang lebih tua saat menggunakan toilet. Jika anak sering bertanya tentang toilet atau ingin ikut ke kamar mandi, itu bisa jadi tanda bahwa waktunya sudah tepat.
Namun, jika anak masih sering mengalami kecelakaan di popok atau tidak tertarik sama sekali, lebih baik menunggu beberapa bulan lagi agar prosesnya lebih lancar.
Setelah yakin anak siap untuk mulai melatih toilet, fokuslah pada waktu yang tepat. Stres atau perubahan besar dalam hidup, seperti kedatangan saudara baru atau pindah rumah, mungkin membuat pelatihan toilet sedikit lebih sulit.
Pastikan rutinitas harian dan malam anak sudah teratur. Tunggu sampai dia tampak terbuka terhadap ide baru, sehingga bisa melatih toilet dengan sukses.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)