FAMILY
Biar Nggak Drama, Ini Tips Ajari Anak Perempuan Pakai Toilet
A. Firdaus
Selasa 27 Januari 2026 / 18:13
- Anak kecil belajar dengan meniru, dan lihat orang tua menggunakan toilet.
- Toilet training atau potty training, biasanya dimulai ketika anak sudah siap secara fisik dan emosional.
- Toilet training umumnya mulai dilakukan antara usia 18 bulan hingga 3 tahun.
Jakarta: Beberapa orang tua lakukan toilet training cepat, mengikuti metode tiga hari yang populer. Sementara yang lain ambil cara bertahap dan perkenalkan konsep pelan-pelan.
Apa pun pilihannya, yang penting tetap konsisten, positif, dan dukung. Melatih anak perempuan untuk menggunakan toilet adalah salah satu tahap penting dalam perkembangan mereka, yang tidak hanya membantu membangun kemandirian dan kepercayaan diri, tetapi juga mengajarkan kebersihan pribadi serta keterampilan hidup sehari-hari yang akan berguna sepanjang masa.
Proses ini, yang sering disebut sebagai toilet training atau potty training, biasanya dimulai ketika anak sudah siap secara fisik dan emosional, umumnya antara usia 18 bulan hingga 3 tahun, meskipun setiap anak berbeda dan tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tips yang efektif akan membuat proses ini lebih lancar, memastikan bahwa anak tumbuh menjadi individu yang mandiri dan sehat:
Anak kecil belajar dengan meniru, dan lihat orang tua menggunakan toilet adalah langkah pertama alami dalam melatih toilet. Saat bahas bagian tubuh, penting akurat. Jika mengajari anak sebut area vagina sebagai 'wee-wee' sementara bagian lain punya nama lebih formal, anak mungkin pikir ada yang memalukan tentang genitalnya.
Jika anak tetap ingin berdiri, biarkan saja. Tentu saja, harus bersihkan beberapa kekacauan, tapi anak kemungkinan cepat sadar bahwa tidak punya 'peralatan' yang perlu, dan tidak perlu terlibat dalam pertarungan kekuasaan.
Sediakan juga bangku dekatnya jika pilih opsi ini, penting bagi anak perempuan untuk bisa naik dan turun dari toilet mudah kapan pun perlu buang air.
Pada awal proses melatih toilet, anak perlu biasa dengan ide pakai toilet. Mulai dengan beri tahu bahwa kursi toilet adalah milik sendiri. Personalisasi dengan tulis nama di sana atau biar hias dengan stiker. Kemudian biar anak coba duduk di atasnya dengan pakaian masih pakai.
Setelah anak latihan seperti ini selama seminggu atau lebih, bisa sarankan coba dengan celana diturunkan. Jika anak tampak enggan, hindari godaan paksa. Hal itu hanya timbulkan konflik kekuasaan yang bisa gagal seluruh proses.
Hentikan pakai popok pada anak kecil tergantung pada jadwal harian dan apakah anak di daycare atau prasekolah. Jika anak di sana, sarankan bicara dan coba koordinasi strategi melatih toilet dengan pegawai daycare atau gurunya.
Beberapa ahli rekomendasikan beralih ke celana pelatihan sekali pakai dulu, yang pada dasarnya mirip popok tapi bisa tarik naik dan turun seperti celana dalam.
Anak kecil pasti alami beberapa kecelakaan saat belajar pakai toilet, tapi pada akhirnya anak rasa bangga karena berhasil buang air di toilet. Tidak apa-apa untuk merayakan momen ini dengan meriah. Beri tahu anak bahwa telah capai tonggak penting dengan beri hadiah berupa 'privilese anak besar', seperti dapat cerita tambahan sebelum tidur.
Namun, jangan mulai buat setiap kunjungan ke toilet jadi hal besar, karena anak mungkin mulai rasa gugup dan malu di bawah sorotan perhatian berlebihan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Apa pun pilihannya, yang penting tetap konsisten, positif, dan dukung. Melatih anak perempuan untuk menggunakan toilet adalah salah satu tahap penting dalam perkembangan mereka, yang tidak hanya membantu membangun kemandirian dan kepercayaan diri, tetapi juga mengajarkan kebersihan pribadi serta keterampilan hidup sehari-hari yang akan berguna sepanjang masa.
Proses ini, yang sering disebut sebagai toilet training atau potty training, biasanya dimulai ketika anak sudah siap secara fisik dan emosional, umumnya antara usia 18 bulan hingga 3 tahun, meskipun setiap anak berbeda dan tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tips yang efektif akan membuat proses ini lebih lancar, memastikan bahwa anak tumbuh menjadi individu yang mandiri dan sehat:
1. Biarkan anak lihat orang tua menggunakan toilet
Anak kecil belajar dengan meniru, dan lihat orang tua menggunakan toilet adalah langkah pertama alami dalam melatih toilet. Saat bahas bagian tubuh, penting akurat. Jika mengajari anak sebut area vagina sebagai 'wee-wee' sementara bagian lain punya nama lebih formal, anak mungkin pikir ada yang memalukan tentang genitalnya.
Jika anak tetap ingin berdiri, biarkan saja. Tentu saja, harus bersihkan beberapa kekacauan, tapi anak kemungkinan cepat sadar bahwa tidak punya 'peralatan' yang perlu, dan tidak perlu terlibat dalam pertarungan kekuasaan.
2. Siapkan semua perlengkapan yang tepat
Sebagian besar ahli sarankan beli toilet anak-anak, yang bisa buat anak rasa itu milik sendiri dan juga rasa lebih aman daripada toilet ukuran dewasa. Jika lebih suka beli dudukan adaptor untuk toilet biasa, pastikan dudukan nyaman, aman, dan pasang kokoh.Sediakan juga bangku dekatnya jika pilih opsi ini, penting bagi anak perempuan untuk bisa naik dan turun dari toilet mudah kapan pun perlu buang air.
3. Bantu anak rasa nyaman menggunakan toilet
Pada awal proses melatih toilet, anak perlu biasa dengan ide pakai toilet. Mulai dengan beri tahu bahwa kursi toilet adalah milik sendiri. Personalisasi dengan tulis nama di sana atau biar hias dengan stiker. Kemudian biar anak coba duduk di atasnya dengan pakaian masih pakai.
Setelah anak latihan seperti ini selama seminggu atau lebih, bisa sarankan coba dengan celana diturunkan. Jika anak tampak enggan, hindari godaan paksa. Hal itu hanya timbulkan konflik kekuasaan yang bisa gagal seluruh proses.
4. Buat jadwal melatih toilet
Hentikan pakai popok pada anak kecil tergantung pada jadwal harian dan apakah anak di daycare atau prasekolah. Jika anak di sana, sarankan bicara dan coba koordinasi strategi melatih toilet dengan pegawai daycare atau gurunya.
Beberapa ahli rekomendasikan beralih ke celana pelatihan sekali pakai dulu, yang pada dasarnya mirip popok tapi bisa tarik naik dan turun seperti celana dalam.
5. Rayakan kesuksesan anak
Anak kecil pasti alami beberapa kecelakaan saat belajar pakai toilet, tapi pada akhirnya anak rasa bangga karena berhasil buang air di toilet. Tidak apa-apa untuk merayakan momen ini dengan meriah. Beri tahu anak bahwa telah capai tonggak penting dengan beri hadiah berupa 'privilese anak besar', seperti dapat cerita tambahan sebelum tidur.
Namun, jangan mulai buat setiap kunjungan ke toilet jadi hal besar, karena anak mungkin mulai rasa gugup dan malu di bawah sorotan perhatian berlebihan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)