FAMILY
Kesiapan Anak Perempuan untuk Mulai Toilet Training
A. Firdaus
Selasa 27 Januari 2026 / 16:39
Jakarta: Toilet training adalah langkah besar dalam pertumbuhan anak kecil. Ini saat anak beralih dari popok ke celana dalam besar. Proses ini bisa menantang, tapi dengan waktu tepat dan cara yang tetap sama, anak bisa berhasil.
Tidak ada usia pasti untuk mulai toilet training pada anak, terutama pada anak perempuan, dan waktu terbaik tergantung pada siapnya anak. Beberapa anak perempuan siap mulai pada usia 18 bulan, sementara yang lain baru tertarik saat sekitar 3 tahun, keduanya waktu yang baik untuk mulai melatih toilet.
Sekitar seperempat anak sudah tidak pakai popok di siang hari pada usia 24 bulan, 85% pada usia 30 bulan, dan 98% pada usia 36 bulan.
Anak perempuan biasanya belajar keterampilan ini dua atau tiga bulan lebih cepat daripada anak laki-laki, yang butuh rata-rata enam atau tujuh bulan untuk sepenuhnya terlatih menggunakan toilet.
Jika anak Moms adalah anak pertama, mungkin butuh beberapa bulan lebih lama daripada saudara kandungnya. Hal ini karena saudara kandung yang lebih muda umumnya lebih semangat mengikuti jejak kakak atau adiknya.
Toilet training butuh beberapa keterampilan fisik dan pikiran, dan sukses lebih tergantung pada siapnya anak daripada usianya.
Tidak hanya harus bisa berjalan dan duduk di toilet, pakai dan lepas pakaian, kendalikan kandung kemih dan buang air besar, serta duduk beberapa menit, tapi juga harus bisa bicara saat perlu buang air dan paham serta ikuti instruksi.
Dilansir dari BabyCenter, perhatikan minat dan keinginan anak untuk belajar atau menunjukkan minat dari beberapa hal ini juga penting:
Anak mulai tertarik dengan toilet sebagai tempat untuk buang air, mungkin dengan bertanya atau ingin mencoba duduk di sana.
Anak ingin pakai celana dalam seperti anak yang lebih besar, sebagai tanda siap beralih dari popok.
Tiru saudara kandung yang lebih tua dan orang dewasa, anak meniru kakak atau orang dewasa saat mereka pakai toilet, seperti ingin ikut lakukan hal yang sama.
Buat orang tua senang, anak ingin lakukan hal yang buat orang tua bangga atau senang, seperti berhasil pakai toilet sendiri.
Kesuksesan, anak sadar saat berhasil buang air di toilet dan rasa senang atau bangga dengan pencapaian itu.
Anak ingin lakukan sendiri tanpa bantuan, seperti pakai toilet tanpa orang tua bantu terus.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tidak ada usia pasti untuk mulai toilet training pada anak, terutama pada anak perempuan, dan waktu terbaik tergantung pada siapnya anak. Beberapa anak perempuan siap mulai pada usia 18 bulan, sementara yang lain baru tertarik saat sekitar 3 tahun, keduanya waktu yang baik untuk mulai melatih toilet.
Sekitar seperempat anak sudah tidak pakai popok di siang hari pada usia 24 bulan, 85% pada usia 30 bulan, dan 98% pada usia 36 bulan.
Anak perempuan biasanya belajar keterampilan ini dua atau tiga bulan lebih cepat daripada anak laki-laki, yang butuh rata-rata enam atau tujuh bulan untuk sepenuhnya terlatih menggunakan toilet.
Baca Juga :
Manfaat Magnesium dalam Pola Makan Anak
Jika anak Moms adalah anak pertama, mungkin butuh beberapa bulan lebih lama daripada saudara kandungnya. Hal ini karena saudara kandung yang lebih muda umumnya lebih semangat mengikuti jejak kakak atau adiknya.
Toilet training butuh beberapa keterampilan fisik dan pikiran, dan sukses lebih tergantung pada siapnya anak daripada usianya.
Tidak hanya harus bisa berjalan dan duduk di toilet, pakai dan lepas pakaian, kendalikan kandung kemih dan buang air besar, serta duduk beberapa menit, tapi juga harus bisa bicara saat perlu buang air dan paham serta ikuti instruksi.
Dilansir dari BabyCenter, perhatikan minat dan keinginan anak untuk belajar atau menunjukkan minat dari beberapa hal ini juga penting:
1. Menggunakan toilet
Anak mulai tertarik dengan toilet sebagai tempat untuk buang air, mungkin dengan bertanya atau ingin mencoba duduk di sana.
2. Pakai celana dalam anak besa
Anak ingin pakai celana dalam seperti anak yang lebih besar, sebagai tanda siap beralih dari popok.
3. Meniru yang lebih tua
Tiru saudara kandung yang lebih tua dan orang dewasa, anak meniru kakak atau orang dewasa saat mereka pakai toilet, seperti ingin ikut lakukan hal yang sama.
4. Kebanggaan
Buat orang tua senang, anak ingin lakukan hal yang buat orang tua bangga atau senang, seperti berhasil pakai toilet sendiri.
5. Kesuksesan
Kesuksesan, anak sadar saat berhasil buang air di toilet dan rasa senang atau bangga dengan pencapaian itu.
6. Kemandirian
Anak ingin lakukan sendiri tanpa bantuan, seperti pakai toilet tanpa orang tua bantu terus.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)