FITNESS & HEALTH
Reminder Buat Moms! Tanda Perut Kembung Pasca Lahiran yang Gak Boleh Skip
Yatin Suleha
Kamis 19 Februari 2026 / 14:06
- Setelah melahirkan, tubuh ibu sedang bekerja keras untuk kembali pulih.
- Perubahan hormon, proses persalinan, efek obat, hingga kondisi otot perut yang dirasakan pasca melahirkan.
- Berikut adalah 10 kondisi yang perlu diwaspadai setelah lahiran dan jangan ragu untuk pergi ke dokter.
Jakarta: Setelah melahirkan, tubuh ibu sedang bekerja keras untuk kembali pulih. Perubahan hormon, proses persalinan, efek obat, hingga kondisi otot perut dan panggul yang masih beradaptasi bisa membuat sistem pencernaan ikut “rewel”.
Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah gas berlebih atau perut kembung. Rasanya bisa membuat tidak nyaman, begah, bahkan nyeri ringan. Dalam banyak kasus, kondisi ini tergolong normal dan akan membaik seiring waktu.
Namun, bukan berarti semua kembung boleh dianggap biasa saja. Jika gas terasa sangat berlebihan, tidak bisa dikeluarkan sama sekali, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, itu bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius.
Dalam kasus yang jarang, kembung berlebihan dapat berkaitan dengan kondisi, seperti divertikulitis, penyakit crohn, kolitis ulserativa, obstruksi usus, atau ileus. Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda kapan harus segera menghubungi dokter.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah 10 kondisi yang perlu diwaspadai dan jangan ragu untuk pergi ke dokter.
1. Nyeri perut yang parah
Jika rasa sakitnya tajam, menetap, atau semakin memburuk hingga mengganggu aktivitas, ini bukan sekadar kembung biasa.
2. Muntah
Terutama jika terjadi berulang dan disertai perut terasa semakin tegang atau membesar.
3. Demam
.jpg)
(Demam setelah melahirkan (demam nifas) sering kali menandakan adanya infeksi, seperti mastitis (peradangan payudara), infeksi rahim, atau infeksi luka jahitan (caesar/normal), segera periksakan diri ke dokter. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Suhu tubuh yang meningkat bisa menjadi tanda adanya infeksi di dalam tubuh.
4. Pendarahan lebih berat dari biasanya
Misalnya perdarahan tiba-tiba meningkat setelah sebelumnya berkurang atau stabil, atau terlihat tidak normal.
5. Tidak dapat mengeluarkan gas sama sekali
Kondisi ini bisa mengarah pada kemungkinan sumbatan usus dan perlu pemeriksaan segera.
6. Perut membengkak
Jika perut tampak membesar dan terasa keras atau nyeri saat disentuh, jangan ditunda untuk berkonsultasi.
7. Feses berdarah
Adanya darah pada tinja bukan kondisi normal dan harus segera diperiksa.
8. Diare berkepanjangan
Terutama jika menyebabkan tubuh lemas atau tanda-tanda dehidrasi.
9. Wasir yang semakin parah
Nyeri hebat atau perdarahan dari wasir memerlukan evaluasi medis.
10. Gas keluar melalui vagina
Meski jarang, ini bisa menandakan adanya fistula, yaitu saluran abnormal antara rektum dan vagina, yang membutuhkan penanganan medis khusus.
Memantau kondisi tubuh dengan cermat setelah melahirkan adalah bagian penting dari proses pemulihan. Jangan ragu mencari bantuan medis jika muncul gejala yang tidak biasa atau terasa mengkhawatirkan. Pemulihan yang aman dimulai dari keberanian untuk mendengarkan sinyal tubuh sendiri.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah gas berlebih atau perut kembung. Rasanya bisa membuat tidak nyaman, begah, bahkan nyeri ringan. Dalam banyak kasus, kondisi ini tergolong normal dan akan membaik seiring waktu.
Namun, bukan berarti semua kembung boleh dianggap biasa saja. Jika gas terasa sangat berlebihan, tidak bisa dikeluarkan sama sekali, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, itu bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius.
Dalam kasus yang jarang, kembung berlebihan dapat berkaitan dengan kondisi, seperti divertikulitis, penyakit crohn, kolitis ulserativa, obstruksi usus, atau ileus. Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda kapan harus segera menghubungi dokter.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah 10 kondisi yang perlu diwaspadai dan jangan ragu untuk pergi ke dokter.
1. Nyeri perut yang parah
Jika rasa sakitnya tajam, menetap, atau semakin memburuk hingga mengganggu aktivitas, ini bukan sekadar kembung biasa.
2. Muntah
Terutama jika terjadi berulang dan disertai perut terasa semakin tegang atau membesar.
3. Demam
.jpg)
(Demam setelah melahirkan (demam nifas) sering kali menandakan adanya infeksi, seperti mastitis (peradangan payudara), infeksi rahim, atau infeksi luka jahitan (caesar/normal), segera periksakan diri ke dokter. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Suhu tubuh yang meningkat bisa menjadi tanda adanya infeksi di dalam tubuh.
4. Pendarahan lebih berat dari biasanya
Misalnya perdarahan tiba-tiba meningkat setelah sebelumnya berkurang atau stabil, atau terlihat tidak normal.
5. Tidak dapat mengeluarkan gas sama sekali
Kondisi ini bisa mengarah pada kemungkinan sumbatan usus dan perlu pemeriksaan segera.
6. Perut membengkak
Jika perut tampak membesar dan terasa keras atau nyeri saat disentuh, jangan ditunda untuk berkonsultasi.
7. Feses berdarah
Adanya darah pada tinja bukan kondisi normal dan harus segera diperiksa.
8. Diare berkepanjangan
Terutama jika menyebabkan tubuh lemas atau tanda-tanda dehidrasi.
9. Wasir yang semakin parah
Nyeri hebat atau perdarahan dari wasir memerlukan evaluasi medis.
10. Gas keluar melalui vagina
Meski jarang, ini bisa menandakan adanya fistula, yaitu saluran abnormal antara rektum dan vagina, yang membutuhkan penanganan medis khusus.
Memantau kondisi tubuh dengan cermat setelah melahirkan adalah bagian penting dari proses pemulihan. Jangan ragu mencari bantuan medis jika muncul gejala yang tidak biasa atau terasa mengkhawatirkan. Pemulihan yang aman dimulai dari keberanian untuk mendengarkan sinyal tubuh sendiri.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)