FAMILY

No More Begadang! Spill Tips Benerin Jam Tidur Anak Tanpa Bikin Si Kecil Reog

Aulia Putriningtias
Minggu 15 Maret 2026 / 15:05
Ringkasnya gini..
  • Paparan layar yang berlebihan di siang atau malam hari semakin menjadi masalah bagi anak-anak.
  • Sementara paparan layar di malam hari mengganggu melatonin dan siklus tidur.
  • Si kecil yang mengalami kekurangan atau gangguan tidur akan memengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya.
Jakarta: Moms, mungkin kamu rasanya pusing ketika anak enggan untuk tidur di waktu yang sudah ditentukan. Bahkan, mungkin ada yang membiarkan karena sudah terlalu lelah untuk meminta si kecil. Kamu bisa mengajaknya pelan-pelan, nih Moms and Dad.

Perlu diketahui bahwa anak-anak sering meniru perilaku orang tua. Hal ini baik dalam cara mereka mengatasi stres, mengekspresikan emosi, atau bahkan dengan meniru kebiasaan penggunaan layar mereka.

Paparan layar yang berlebihan di siang atau malam hari semakin menjadi masalah bagi anak-anak, terutama dalam hal memengaruhi tidur anak. 
 
Sementara paparan layar di malam hari mengganggu melatonin dan siklus tidur, berkurangnya interaksi antara orang tua dan anak cenderung memengaruhi pengaturan emosi.

Menurut Dr. Tanuj Kumar Verma, Konsultan, Pulmonolog Intervensi Pediatrik dan Intensivis, Cloudnine Group of Hospitals, Indirapuram, tidur adalah proses biologis aktif yang penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak, pengaturan emosi, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

"Pada anak-anak, tidur yang cukup dan berkualitas tinggi sama pentingnya dengan nutrisi yang tepat dan imunisasi. Sayangnya, tidur anak sering diabaikan, disalahpahami, atau dikorbankan dalam gaya hidup modern,” kata Dr. Verma dalam Healthshots.


(Orang tua memainkan peran penting dalam mengatur kebiasaan tidur yang sehat pada anak-anak. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 

Sebelum mengenal cara untuk mengajak anak memperbaiki waktu tidur, berikut adalah waktu yang direkomendasikan untuk memaksimalkan waktu istirahat anak, antara lain:

- Bayi baru lahir (0–3 bulan): 14–17 jam per hari, terbagi menjadi beberapa periode tidur.

- Bayi (4–12 bulan): 12–16 jam, dengan konsolidasi tidur malam secara bertahap.

- Balita (1–2 tahun): 11–14 jam, termasuk 1–2 kali tidur siang.

- Anak pra-sekolah (3–5 tahun): 10–13 jam, sering kali dengan satu kali tidur siang.

- Anak usia sekolah (6–12 tahun): 9–12 jam, biasanya tanpa tidur siang.

- Remaja (13–18 tahun): 8–10 jam, dengan kecenderungan alami untuk tidur dan bangun lebih larut.
 

Bagaimana cara untuk mengajak anak untuk memperbaiki waktu tidur?


Si kecil yang mengalami kekurangan atau gangguan tidur akan memengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya. Jadi, penting untuk terus mengajak si kecil agar bisa tidur sesuai dengan waktunya.

Orang tua memainkan peran penting dalam mengatur kebiasaan tidur yang sehat pada anak-anak. Berikut cara mengatur pola tidur anak, antara lain:

- Tetapkan waktu tidur dan bangun yang tetap, bahkan di akhir pekan.

- Tetapkan rutinitas tidur yang tenang dan dapat diprediksi (mandi, membaca, berdoa, atau percakapan tenang).

- Pastikan lingkungan tidur gelap, tenang, sejuk, dan nyaman.

- Hindari paparan layar (ponsel, tablet, televisi) setidaknya 1-2 jam sebelum tidur.

- Dorong aktivitas fisik di siang hari dan paparan sinar matahari alami.

- Hindari makan berat, kafein, atau minuman manis menjelang waktu tidur.
 
Adapun beberapa tindakan sederhana dan non-farmakologis di rumah dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur si kecil, antara lain:

- Mandi air hangat atau pijatan lembut sebelum tidur untuk meningkatkan relaksasi.

- Bercerita atau membaca untuk beralih dari rangsangan ke ketenangan.

- Musik lembut atau suara bising putih untuk anak-anak yang kesulitan tidur.

- Benda-benda yang memberikan kenyamanan (mainan atau selimut favorit) untuk anak-anak yang lebih kecil.

- Mengajarkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam pada anak-anak yang lebih besar.

- Membatasi tekanan akademis di malam hari atau diskusi yang sarat emosi.

- Pil tidur atau obat penenang tidak boleh digunakan tanpa saran medis.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH