FAMILY

Capek Jadi Kasur Berjalan? Yuk, Move On dari Contact Nap Pakai Cara yang Lebih Chill

Yatin Suleha
Minggu 19 April 2026 / 13:12
Ringkasnya gini..
  • Contact nap adalah kondisi ketika bayi tidur sambil menempel di tubuh orang tua atau pengasuh.
  • Metode ini sering terjadi pada bayi baru lahir karena memberi rasa hangat, aman, dan mirip dengan kondisi saat masih di dalam rahim.
  • Berikut adalah beberapa tips untuk membantu proses transisi dari contact nap.
Jakarta: Contact nap adalah kondisi ketika bayi tidur sambil menempel di tubuh orang tua atau pengasuh, yang tetap dalam keadaan terjaga. Biasanya bayi tidur di dada, pangkuan, atau dalam gendongan. 

Metode ini sering terjadi pada bayi baru lahir karena memberi rasa hangat, aman, dan mirip dengan kondisi saat masih di dalam rahim.

Nah, di sinilah contact nap itu mainin perannya. Menurut dr. Chandani DeZure dari BabyCenter, jawabannya itu balik lagi ke kondisi bayi dan orang tuanya masing-masing. 

Tapi tenang aja, biasanya sebagian besar bayi bakal mulai bisa lepas dari kebiasaan tidur di pangkuan secara alami kok sebelum mereka genap setahun.

“Jika tidur di pangkuan terus berlanjut tanpa masalah, dan baik bayi maupun ibu merasa nyaman dengan hal itu, maka saya tidak melihat alasan untuk menghentikannya,” katanya. 
 
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa tips dari Thomas Kilkenny, D.O., seorang dokter spesialis penyakit paru-paru dan ahli tidur di New York dan dr. DeZure, untuk membantu proses transisi dari contact nap ke tidur mandiri.
 

1. Mulai dari mengurangi durasi dan frekuensi


“Memindahkan bayi dari pangkuan ke tempat tidur bayi, untuk periode singkat selama tidur siang adalah cara mudah, untuk mulai mengajarkan mereka cara menenangkan diri sendiri,” kata dr. Kilkenny. Proses ini bisa dilakukan bertahap, misalnya dengan mengurangi contact nap dari dua kali sehari menjadi satu kali, lalu perlahan dikurangi lagi.
 

2. Tambahkan white noise sebagai penenang



(White noise membantu tidur karena suaranya yang konsisten dan stabil mampu menutupi (masking) kebisingan mendadak di sekitar. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Bayi juga butuh “ritual tidur” seperti orang dewasa. White noise terbukti membantu bayi tertidur lebih cepat karena memberikan efek menenangkan. 

“Menambahkan white noise atau mengayunkan keranjang bayi dengan lembut, sering kali dapat menenangkan bayi yang mulai belajar tidur sendiri,” kata dr. Kilkenny. 
 

3. Berikan rasa aman ekstra di awal transisi


Saat mulai tidur sendiri, bayi mungkin butuh kepastian bahwa ada sosok yang menemani. Mengusap punggung atau berbicara lembut bisa membantu. 

“Rasa aman tambahan ini, bisa menjadi kunci untuk membantu bayi tidur tanpa harus tidur di pangkuan kamu,” kata dr. Kilkenny. Namun, penting untuk tidak langsung menggendong saat bayi mulai gelisah, agar mereka belajar menenangkan diri.
   

4. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan aman


Pastikan tempat tidur bayi benar-benar mendukung kualitas tidur. Gunakan kasur yang pas dengan seprai yang rapi, tanpa tambahan bantal, boneka, atau selimut longgar. Lingkungan yang sederhana justru lebih aman dan membantu bayi tidur lebih nyenyak tanpa gangguan.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH