FITNESS & HEALTH

Intip Metode Bedah Anak Modern yang Bikin Anak Gak Trauma

Yatin Suleha
Kamis 04 Juni 2026 / 15:20
Ringkasnya gini..
  • Sebagai orang tua, kita merayakan setiap fase tumbuh kembang anak, mulai dari senyuman pertama, kata pertama, hingga langkah pertama mereka.
  • Dan mendengar kata anak sakit dan harus menjalani operasi adalah hal yang menakutkan. Pertanyaan dan rasa cemas langsung berkecamuk.
  • Banyak kondisi bedah anak saat ini yang sangat bisa disembuhkan, terutama jika terdeteksi dini dan ditangani dengan tepat.
Jakarta: Sebagai orang tua, kita merayakan setiap fase tumbuh kembang anak, mulai dari senyuman pertama, kata pertama, hingga langkah pertama mereka. Dan mendengar kata anak sakit dan harus menjalani operasi adalah hal yang menakutkan. Pertanyaan dan rasa cemas langsung berkecamuk. 

Dan tentu saja tak semua pertanyaan di chatt GPT jadi jalan keluar karena kondisi kesehatan harus dipastikan oleh tenaga kesehatan.

Demi mendapatkan ketenangan pikiran dan perawatan medis terbaik, gak heran kalau banyak keluarga di Asia Tenggara sekarang mempercayakan berobat ke Malaysia. Salah satu tempat yang dapat diandalan untuk kesehatan si kecil adalah pusat layanan premium di KPJ Damansara Specialist Hospital.

Dr. Pavin Kaur Bal, MBBS (KMC Mangalore, India), Master of Paediatric Surgery (University of Malaya), Member of the Royal College of Surgeons Ireland, hadir sebagai spesialis bedah anak di RS ini yang memadukan teknologi canggih dengan perawatan anak yang penuh empati.
 

Kasus hernia


Kabar baiknya, banyak kondisi bedah anak saat ini yang sangat bisa disembuhkan, terutama jika terdeteksi dini dan ditangani dengan tepat. 

Apakah Mom pernah mendengar istilah seperti "hernia", "testis tidak turun" (undescended testis), atau "penyakit Hirschsprung"? Tentu membuat orang tua cemas. Kata "operasi" itu sendiri sudah cukup membuat ayah dan ibu cemas.


(Dr. Pavin Kaur Bal, MBBS (KMC Mangalore, India), Master of Paediatric Surgery (University of Malaya), Member of the Royal College of Surgeons Ireland, hadir sebagai spesialis bedah anak di KPJ Damansara Specialist Hospital. Foto: Dok. Istimewa)

Faktanya, berkat kemajuan bedah anak modern dan teknik bedah minimal invasif (minim sayatan) yang diterapkan oleh Dr. Pavin Kaur Bal di KPJ Damansara Specialist Hospital, Malaysia, anak-anak bisa pulih jauh lebih cepat dari sebelumnya, bahkan sering kali lebih cepat daripada pemulihan emosional orang tuanya yang telanjur panik.
 

Benjolan hilang timbul


Kasus umum lain yang ditangani oleh Dr. Pavin Kaur Bal adalah hernia inguinalis (hernia lipat paha). Ini adalah Hernia Inguinalis. 

Kondisi di mana sebagian jaringan atau organ dalam (seperti usus) menonjol melalui celah atau dinding otot perut yang melemah di area lipat paha. Benjolan yang bersifat "hilang-timbul" adalah karakteristik paling utama dari jenis hernia ini.

Moms and Dad sering melihat adanya benjolan di lipat paha atau kantung buah zakar yang entah mengapa muncul saat anak menangis, batuk, tertawa dan lalu benjolan itu hilang begitu saja saat tiba di klinik dokter.

Hernia inguinalis terjadi karena adanya saluran yang belum tertutup sempurna di area selangkangan, sehingga organ dalam perut (seperti usus) menonjol keluar. 

 

Meski awalnya terlihat tidak berbahaya, hernia tidak bisa menutup sendiri. Jika dibiarkan, usus bisa terjepit dan menyebabkan nyeri hebat, penyumbatan usus, hingga risiko terpuntirnya ovarium pada anak perempuan.

Kabar baiknya, operasi perbaikan hernia ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Di rumah sakit ini, prosedur ini bisa dilakukan melalui bedah laparoskopi minimal invasif dengan sayatan yang sangat kecil.

Bekas luka jauh lebih kecil, rasa nyeri lebih minim, dan proses pemulihan lebih cepat.
 

Tren bedah minimal invasif


Salah satu lompatan terbesar dalam dunia bedah anak saat ini adalah Bedah Minimal Invasif (MIS), yang juga dikenal sebagai operasi lubang kunci (keyhole surgery).

Menggunakan kamera mini dan instrumen khusus yang dimasukkan melalui sayatan super kecil, berbagai penyakit kini dapat diobati dengan kerusakan jaringan yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode operasi terbuka konvensional.

Keunggulannya antara lain, bekas luka yang sangat kecil (samar), rasa sakit yang jauh berkurang, proses pemulihan yang jauh lebih cepat, waktu rawat inap di rumah sakit lebih singkat, anak juga bisa lebih cepat kembali ke sekolah dan bermain dan tentu saja mengurangi stres emosional bagi anak maupun orang tua.

Teknik minimal invasif ini menjadi standar keahlian yang ditawarkan oleh Dr. Pavin Kaur Bal di rumah sakit ini dan semakin sering digunakan untuk penyakit di atas maupun penyakit lainnya misalnya, penyakit Hirschsprung, usus buntu (apendisitis), masalah pada ovarium, hingga kondisi darurat perut lainnya.

 

Mengapa deteksi dan pemeriksaan dini itu penting?


Banyak kondisi bedah anak yang awalnya terlihat ringan atau tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, menunda pemeriksaan terkadang bisa memicu komplikasi, infeksi, penyumbatan usus, hingga keharusan untuk melakukan operasi darurat (cito).

Sebagai seorang pakar, Dr. Pavin Kaur Bal selalu menekankan bahwa konsultasi sejak dini memberikan kesempatan bagi keluarga untuk memahami kondisi anak dengan jelas, mendiskusikan opsi pengobatan dengan tenang, merencanakan operasi elektif (terjadwal) secara aman, menghindari komplikasi yang tidak perlu, dan mendapatkan hasil jangka panjang yang optimal.

Yang terpenting, pemeriksaan dini memberikan rasa tenang bagi orang tua dan rasa tenang itu sendiri sering kali sudah menjadi setengah dari proses penyembuhan.



(Damansara Specialist Hospital. Video: Dok. Instagram Damansara Specialist Hospital/@damansaraspecialisthospital)


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH