FAMILY

Batita Sudah Mulai Pinter 'Ngibul'? Jangan Panik, Ternyata Begini Kata Ahli

Yatin Suleha
Senin 13 April 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Dengar bayi atau balita sudah mulai bisa 'bohong' pasti bikin kaget banget, kan?
  • Tapi tenang, para ahli bilang ini bukan berarti si kecil nakal atau punya sifat negatif, kok.
  • Justru, fenomena ini adalah bagian dari tumbuh kembang mereka yang lagi makin kompleks.
Jakarta: Dengar bayi atau balita sudah mulai bisa 'bohong' pasti bikin kaget banget, kan? Tapi tenang, para ahli bilang ini bukan berarti si kecil nakal atau punya sifat negatif, kok. 

Justru, fenomena ini adalah bagian dari tumbuh kembang mereka yang lagi makin kompleks. Jadi, enggak perlu langsung panik ya!

Di usia dini, otak anak sedang berkembang pesat, termasuk dalam hal memahami interaksi sosial dan respons orang di sekitarnya. 

Oleh karena itu, penting untuk melihat perilaku ini secara lebih bijak, tidak hanya dari apa yang terlihat, tetapi juga dari proses perkembangan yang sedang berlangsung.
 
Meski hasil penelitian tentang kebohongan pada bayi menarik perhatian, para ahli sepakat bahwa temuan ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Pemahaman yang lebih mendalam dibutuhkan agar makna di balik perilaku ini bisa dijelaskan secara akurat.

Dilansir dari Parents, Emma Murray, PhD, seorang psikolog klinis berlisensi di Phoenix Children’s, menyoroti bahwa penelitian ini bergantung pada laporan orang tua, sehingga interpretasinya bisa berbeda-beda.

“Diperlukan penelitian lebih lanjut, yang dapat memisahkan dampak persepsi orang tua terhadap niat dari perilaku sebenarnya bayi. Hal ini sangat penting mengingat studi ini bergantung pada laporan orang tua, mengenai baik perilaku maupun niat,” ujarnya.

Artinya, belum bisa dipastikan sepenuhnya apakah perilaku yang terlihat benar-benar merupakan bentuk penipuan, atau hanya interpretasi dari orang tua terhadap tindakan anak.

Meski begitu, Sanam Hafeez, PsyD, seorang neuropsikolog dan direktur Comprehend the Mind, melihat temuan ini sebagai sesuatu yang menarik dan membuka perspektif baru.

“Bagi saya, poin utama yang dapat diambil dari makalah ini adalah bahwa anak-anak dapat berbohong, jauh lebih awal daripada yang kita duga. Hal ini mengejutkan saya karena berbohong sering dianggap sebagai keterampilan sosial, yang lebih maju yang tidak kita harapkan dari balita,” katanya.
 

Apa artinya untuk pengasuhan dan perkembangan anak



(Mom, pahami ya, anak balita (terutama usia 3-4 tahun ke atas) mulai bisa berbohong karena perkembangan kognitif, imajinasi, dan bahasa yang pesat, bukan semata-mata karena niat jahat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Lalu, bagaimana menyikapi perilaku ini dalam kehidupan sehari-hari? Para ahli menekankan bahwa tidak perlu langsung merasa khawatir. Justru, pemahaman ini bisa membantu dalam membangun pola pengasuhan, yang lebih tepat.

Beberapa hal yang bisa dipahami dari temuan ini adalah kebohongan pada usia dini, merupakan bagian dari perkembangan yang normal, reaksi orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepercayaan anak. 

Selanjutnya, pendekatan yang tenang dan tidak reaktif, dapat membantu anak belajar dengan lebih baik.

“Orang tua yang tahu bahwa kebohongan pada masa kanak-kanak adalah hal, yang normal secara perkembangan akan lebih tenang dan kurang cenderung menghukum anak-anak mereka,” kata Dr. Hafeez. 

“Ini penting karena reaksi pengasuh terhadap perilaku ini l, membentuk kepercayaan yang sedang berkembang pada anak,” tambahnya.

Di sisi lain, perasaan kesal atau cemas tetap wajar muncul, terutama ketika anak mulai memasuki usia balita atau prasekolah. Dalam kondisi seperti ini, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik perilaku tersebut.
 
Dr. Murray menyarankan untuk lebih reflektif dalam merespons. “Jika merasa stres atau kewalahan saat anak berbohong kepada kamu, “berhenti sejenak dan merenungkan bagaimana interpretasi kamu, terhadap perilaku anak membentuk respons emosional dapat membantu.” 

“Jika interpretasi tertentu menyebabkan frustrasi atau kesedihan, mencari tahu penjelasan alternatif dapat membantu kamu merasa lebih tenang dan merespons, dengan cara yang sejalan dengan tujuan pengasuhan,” tambahnya.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH