FAMILY

10 Tips Biar Balita Cepat Akur Sama Adik Tanpa Drama

Yatin Suleha
Kamis 28 Mei 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Sibling rivalry umumnya disebabkan oleh rasa cemburu akibat salah satu anak mendapat perhatian lebih.
  • Tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan pengertian dan melibatkan si kakak lewat cara-cara yang seru tanpa bikin dia merasa tertekan.
  • Biar gak salah langkah, ini dia beberapa cara dari BabyCenter untuk bantu balita kamu beradaptasi dengan kehadiran saudara barunya!
Jakarta: Punya anak kedua itu bahagia, tapi kita gak boleh lupa sama perasaan si anak pertama. Perubahan rutinitas dan perhatian yang terbagi sering banget bikin balita merasa bingung sama situasi barunya.

Proses adaptasi ini emang butuh waktu dan enggak bisa instan. Tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan pengertian dan melibatkan si kakak lewat cara-cara yang seru tanpa bikin dia merasa tertekan. 

Biar gak salah langkah, ini dia beberapa cara dari BabyCenter untuk bantu balita kamu beradaptasi dengan kehadiran saudara barunya!
   

1. Libatkan dalam tugas kecil


Ajak balita ikut membantu hal sederhana, seperti mengambil popok atau pakaian bayi. Saat bayi menangis, arahkan untuk mengelus punggung bayi atau berbicara dengan lembut agar merasa punya peran penting.
 

2. Dampingi saat ingin menggendong bayi


Jika ingin memegang bayi, posisikan tetap aman, seperti duduk di pangkuan orang tua atau di kursi dengan penyangga bantal. Tetap awasi karena balita bisa cepat bosan, dan belum paham cara memegang bayi dengan aman.
 

3. Ajak ikut mengambil keputusan ringan



(Sibling rivalry dapat muncul pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak yang lebih muda. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Libatkan dalam pilihan kecil seperti, “Apakah kamu mau membantu memilih pakaian bayi?” atau “Apakah kamu mau membantu menceritakan cerita kepada bayi?” Ini membuat balita merasa dihargai.
 

4. Manfaatkan sisi kreatif balita


Balita biasanya suka bernyanyi, menari, atau membuat ekspresi lucu. Aktivitas ini bisa menghibur bayi, sekaligus membuat balita merasa senang karena mendapat perhatian.
 

5. Ajak mengamati bayi bersama


Luangkan waktu untuk melihat bayi bersama dan ajak balita bercerita. Misalnya, “Lihat tangan bayi begitu kecil. Apakah kamu melihat bayi menendang kakinya? Bisakah kamu menendang kakimu seperti itu?” Cara ini membantu membangun rasa ingin tahu dan kedekatan.
 

6. Bacakan cerita tentang kakak-adik


Cerita dengan tema saudara baru, bisa membantu balita memahami peran barunya, dan memberi gambaran positif tentang hubungan kakak-adik.
 

7. Biarkan balita mengekspresikan diri


Ajak membuat buku gambar sederhana tentang keluarga. Biarkan balita memilih gambar dan menceritakan isi ceritanya, agar merasa dilibatkan secara emosional.
 

8. Akui perasaannya


Balita bisa merasa sedih atau kesal. Validasi perasaan tersebut dengan kalimat seperti, “Sepertinya kamu sedang sedih sekarang. Apakah kamu mau pelukan atau cerita?” atau, “Sulit ketika kamu ingin aku melakukan sesuatu dan aku harus membantu bayi.”
   

9. Sediakan waktu khusus berdua


Luangkan waktu singkat setiap hari hanya untuk balita, seperti bermain atau menggambar. Hal ini membantu menjaga kedekatan dan membuatnya tetap merasa istimewa.
 

10. Tidak perlu memaksa


Jika balita belum tertarik dengan bayi, biarkan saja. Beberapa anak butuh waktu dan memilih “cuek” dulu. Seiring waktu, biasanya mereka akan mulai terbiasa dengan kehadiran adik.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH