- Sibling rivalry umumnya disebabkan oleh rasa cemburu akibat salah satu anak mendapat perhatian lebih.
- Tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan pengertian dan melibatkan si kakak lewat cara-cara yang seru tanpa bikin dia merasa tertekan.
- Biar gak salah langkah, ini dia beberapa cara dari BabyCenter untuk bantu balita kamu beradaptasi dengan kehadiran saudara barunya!
Jakarta: Punya anak kedua itu bahagia, tapi kita gak boleh lupa sama perasaan si anak pertama. Perubahan rutinitas dan perhatian yang terbagi sering banget bikin balita merasa bingung sama situasi barunya.
Proses adaptasi ini emang butuh waktu dan enggak bisa instan. Tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan pengertian dan melibatkan si kakak lewat cara-cara yang seru tanpa bikin dia merasa tertekan.
Biar gak salah langkah, ini dia beberapa cara dari BabyCenter untuk bantu balita kamu beradaptasi dengan kehadiran saudara barunya!
Ajak balita ikut membantu hal sederhana, seperti mengambil popok atau pakaian bayi. Saat bayi menangis, arahkan untuk mengelus punggung bayi atau berbicara dengan lembut agar merasa punya peran penting.
Jika ingin memegang bayi, posisikan tetap aman, seperti duduk di pangkuan orang tua atau di kursi dengan penyangga bantal. Tetap awasi karena balita bisa cepat bosan, dan belum paham cara memegang bayi dengan aman.
.jpg)
(Sibling rivalry dapat muncul pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak yang lebih muda. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Libatkan dalam pilihan kecil seperti, “Apakah kamu mau membantu memilih pakaian bayi?” atau “Apakah kamu mau membantu menceritakan cerita kepada bayi?” Ini membuat balita merasa dihargai.
Balita biasanya suka bernyanyi, menari, atau membuat ekspresi lucu. Aktivitas ini bisa menghibur bayi, sekaligus membuat balita merasa senang karena mendapat perhatian.
Luangkan waktu untuk melihat bayi bersama dan ajak balita bercerita. Misalnya, “Lihat tangan bayi begitu kecil. Apakah kamu melihat bayi menendang kakinya? Bisakah kamu menendang kakimu seperti itu?” Cara ini membantu membangun rasa ingin tahu dan kedekatan.
Cerita dengan tema saudara baru, bisa membantu balita memahami peran barunya, dan memberi gambaran positif tentang hubungan kakak-adik.
Ajak membuat buku gambar sederhana tentang keluarga. Biarkan balita memilih gambar dan menceritakan isi ceritanya, agar merasa dilibatkan secara emosional.
Balita bisa merasa sedih atau kesal. Validasi perasaan tersebut dengan kalimat seperti, “Sepertinya kamu sedang sedih sekarang. Apakah kamu mau pelukan atau cerita?” atau, “Sulit ketika kamu ingin aku melakukan sesuatu dan aku harus membantu bayi.”
Luangkan waktu singkat setiap hari hanya untuk balita, seperti bermain atau menggambar. Hal ini membantu menjaga kedekatan dan membuatnya tetap merasa istimewa.
Jika balita belum tertarik dengan bayi, biarkan saja. Beberapa anak butuh waktu dan memilih “cuek” dulu. Seiring waktu, biasanya mereka akan mulai terbiasa dengan kehadiran adik.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Proses adaptasi ini emang butuh waktu dan enggak bisa instan. Tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan pengertian dan melibatkan si kakak lewat cara-cara yang seru tanpa bikin dia merasa tertekan.
Biar gak salah langkah, ini dia beberapa cara dari BabyCenter untuk bantu balita kamu beradaptasi dengan kehadiran saudara barunya!
1. Libatkan dalam tugas kecil
Ajak balita ikut membantu hal sederhana, seperti mengambil popok atau pakaian bayi. Saat bayi menangis, arahkan untuk mengelus punggung bayi atau berbicara dengan lembut agar merasa punya peran penting.
2. Dampingi saat ingin menggendong bayi
Jika ingin memegang bayi, posisikan tetap aman, seperti duduk di pangkuan orang tua atau di kursi dengan penyangga bantal. Tetap awasi karena balita bisa cepat bosan, dan belum paham cara memegang bayi dengan aman.
3. Ajak ikut mengambil keputusan ringan
.jpg)
(Sibling rivalry dapat muncul pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak yang lebih muda. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Libatkan dalam pilihan kecil seperti, “Apakah kamu mau membantu memilih pakaian bayi?” atau “Apakah kamu mau membantu menceritakan cerita kepada bayi?” Ini membuat balita merasa dihargai.
4. Manfaatkan sisi kreatif balita
Balita biasanya suka bernyanyi, menari, atau membuat ekspresi lucu. Aktivitas ini bisa menghibur bayi, sekaligus membuat balita merasa senang karena mendapat perhatian.
5. Ajak mengamati bayi bersama
Luangkan waktu untuk melihat bayi bersama dan ajak balita bercerita. Misalnya, “Lihat tangan bayi begitu kecil. Apakah kamu melihat bayi menendang kakinya? Bisakah kamu menendang kakimu seperti itu?” Cara ini membantu membangun rasa ingin tahu dan kedekatan.
6. Bacakan cerita tentang kakak-adik
Cerita dengan tema saudara baru, bisa membantu balita memahami peran barunya, dan memberi gambaran positif tentang hubungan kakak-adik.
7. Biarkan balita mengekspresikan diri
Ajak membuat buku gambar sederhana tentang keluarga. Biarkan balita memilih gambar dan menceritakan isi ceritanya, agar merasa dilibatkan secara emosional.
8. Akui perasaannya
Balita bisa merasa sedih atau kesal. Validasi perasaan tersebut dengan kalimat seperti, “Sepertinya kamu sedang sedih sekarang. Apakah kamu mau pelukan atau cerita?” atau, “Sulit ketika kamu ingin aku melakukan sesuatu dan aku harus membantu bayi.”
9. Sediakan waktu khusus berdua
Luangkan waktu singkat setiap hari hanya untuk balita, seperti bermain atau menggambar. Hal ini membantu menjaga kedekatan dan membuatnya tetap merasa istimewa.
10. Tidak perlu memaksa
Jika balita belum tertarik dengan bayi, biarkan saja. Beberapa anak butuh waktu dan memilih “cuek” dulu. Seiring waktu, biasanya mereka akan mulai terbiasa dengan kehadiran adik.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)