FAMILY
Tips Upgrade Skill Bayi: Dari Rebahan Estetik Sampai Bisa Jalan Sendiri
Yatin Suleha
Senin 18 Mei 2026 / 13:05
- Bisa jalan sendiri itu salah satu pencapaian terbesar dalam hidup si kecil.
- Tapi, skill ini enggak muncul secara instan, lho.
- Sebelum bisa melangkah dengan tegak, tubuh bayi harus mengumpulkan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi dulu.
Jakarta: Bisa jalan sendiri itu salah satu pencapaian terbesar dalam hidup si kecil. Tapi, skill ini enggak muncul secara instan, lho.
Sebelum bisa melangkah dengan tegak, tubuh bayi harus mengumpulkan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi dulu.
Semua ini berproses lewat rutinitas harian mereka—mulai dari belajar tengkurap, merangkak, berdiri, sampai hobi merembet pegangan dinding.
Di fase ini, tugas kita adalah menyiapkan lingkungan yang aman biar mereka bisa bebas bergerak.
Kalau didukung dengan tepat, si kecil bakal makin pede buat eksplorasi sampai akhirnya sukses mengambil langkah pertama mereka! Nah, ada beberapa trik simpel yang bisa kamu coba buat menemani proses ini.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah lima tips yang dapat membantu bayi belajar berjalan.
Biarkan bayi sering bermain dalam posisi tengkurap. Aktivitas ini membantu memperkuat otot inti, serta meningkatkan kesadaran tubuh terhadap gerakan.
Selain itu, menggendong bayi menggunakan gendongan bayi, juga bisa membantu melatih kekuatan otot inti.
.jpg)
(Penggunaan sepatu bayi sebaiknya ditunda, sampai anak mulai berjalan di luar rumah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Buat ruang di rumah yang aman dan cukup luas, agar bayi bebas bergerak. Area ini memungkinkan bayi merangkak, berdiri, dan mencoba bergerak tanpa terlalu banyak hambatan.
Jika bayi terlihat menikmati aktivitas tertentu, seperti melompat di paha orang dewasa atau bermain di baby jumper, biarkan aktivitas tersebut dilakukan lebih sering. Gerakan ini dapat membantu memperkuat otot kaki.
Saat bayi sudah bisa berdiri dan mulai bergerak sambil berpegangan, cobalah berdiri atau berlutut di depannya sambil mengulurkan tangan.
Bayi biasanya akan tertarik melangkah mendekat. Cara lain adalah memegang kedua tangan bayi, sambil membiarkannya berjalan perlahan.
Mainan yang didorong dari belakang dapat membantu bayi, menjaga keseimbangan ketika belajar berjalan. Mainan ini memberikan dukungan saat bayi mulai mencoba langkah-langkah awal.
Kereta bayi tradisional, di mana bayi duduk di dalam alat beroda dan bergerak dengan kaki, sebenarnya tidak aman. Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP), pernah menyerukan pelarangan produksi dan penjualan alat bantu jalan bayi di Amerika Serikat.
Selain berisiko, alat ini juga tidak membantu bayi belajar berjalan. Menurut AAP, penggunaan alat bantu jalan justru bisa menunda kemampuan berjalan.
Sebaliknya, mainan yang didorong oleh bayi dari belakang masih boleh digunakan. Mainan ini dapat membantu menjaga keseimbangan, saat bayi belajar melangkah. Pastikan mainan cukup berat, agar tidak mudah terbalik ketika digunakan untuk berdiri atau menarik tubuh.
Selain itu, penggunaan sepatu bayi sebaiknya ditunda, sampai anak mulai berjalan di luar rumah. Berjalan tanpa sepatu, dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh.
“Bayi belajar berjalan dengan mencengkeram tanah menggunakan jari kaki dan menggunakan tumit untuk kestabilan. Ini membantu mengembangkan otot, yang diperlukan untuk berjalan dan lebih mudah dilakukan tanpa kaus kaki atau sepatu,” kata AAP.
Jika anak sudah mulai berjalan di luar rumah, pilih sepatu yang nyaman, fleksibel, dan memiliki ujung tertutup. Ukuran sepatu juga perlu diperiksa secara rutin, karena kaki balita dapat tumbuh dengan cepat dan mungkin membutuhkan sepatu baru setiap beberapa bulan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Sebelum bisa melangkah dengan tegak, tubuh bayi harus mengumpulkan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi dulu.
Semua ini berproses lewat rutinitas harian mereka—mulai dari belajar tengkurap, merangkak, berdiri, sampai hobi merembet pegangan dinding.
Di fase ini, tugas kita adalah menyiapkan lingkungan yang aman biar mereka bisa bebas bergerak.
Kalau didukung dengan tepat, si kecil bakal makin pede buat eksplorasi sampai akhirnya sukses mengambil langkah pertama mereka! Nah, ada beberapa trik simpel yang bisa kamu coba buat menemani proses ini.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah lima tips yang dapat membantu bayi belajar berjalan.
1. Berikan banyak waktu tengkurap
Biarkan bayi sering bermain dalam posisi tengkurap. Aktivitas ini membantu memperkuat otot inti, serta meningkatkan kesadaran tubuh terhadap gerakan.
Selain itu, menggendong bayi menggunakan gendongan bayi, juga bisa membantu melatih kekuatan otot inti.
2. Sediakan area bermain yang aman
.jpg)
(Penggunaan sepatu bayi sebaiknya ditunda, sampai anak mulai berjalan di luar rumah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Buat ruang di rumah yang aman dan cukup luas, agar bayi bebas bergerak. Area ini memungkinkan bayi merangkak, berdiri, dan mencoba bergerak tanpa terlalu banyak hambatan.
3. Dorong aktivitas yang disukai bayi
Jika bayi terlihat menikmati aktivitas tertentu, seperti melompat di paha orang dewasa atau bermain di baby jumper, biarkan aktivitas tersebut dilakukan lebih sering. Gerakan ini dapat membantu memperkuat otot kaki.
4. Ajak bayi berjalan dengan bantuan
Saat bayi sudah bisa berdiri dan mulai bergerak sambil berpegangan, cobalah berdiri atau berlutut di depannya sambil mengulurkan tangan.
Bayi biasanya akan tertarik melangkah mendekat. Cara lain adalah memegang kedua tangan bayi, sambil membiarkannya berjalan perlahan.
5. Gunakan mainan dorong untuk latihan berjalan
Mainan yang didorong dari belakang dapat membantu bayi, menjaga keseimbangan ketika belajar berjalan. Mainan ini memberikan dukungan saat bayi mulai mencoba langkah-langkah awal.
Catatan!
Kereta bayi tradisional, di mana bayi duduk di dalam alat beroda dan bergerak dengan kaki, sebenarnya tidak aman. Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP), pernah menyerukan pelarangan produksi dan penjualan alat bantu jalan bayi di Amerika Serikat.
Selain berisiko, alat ini juga tidak membantu bayi belajar berjalan. Menurut AAP, penggunaan alat bantu jalan justru bisa menunda kemampuan berjalan.
Sebaliknya, mainan yang didorong oleh bayi dari belakang masih boleh digunakan. Mainan ini dapat membantu menjaga keseimbangan, saat bayi belajar melangkah. Pastikan mainan cukup berat, agar tidak mudah terbalik ketika digunakan untuk berdiri atau menarik tubuh.
Selain itu, penggunaan sepatu bayi sebaiknya ditunda, sampai anak mulai berjalan di luar rumah. Berjalan tanpa sepatu, dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh.
“Bayi belajar berjalan dengan mencengkeram tanah menggunakan jari kaki dan menggunakan tumit untuk kestabilan. Ini membantu mengembangkan otot, yang diperlukan untuk berjalan dan lebih mudah dilakukan tanpa kaus kaki atau sepatu,” kata AAP.
Jika anak sudah mulai berjalan di luar rumah, pilih sepatu yang nyaman, fleksibel, dan memiliki ujung tertutup. Ukuran sepatu juga perlu diperiksa secara rutin, karena kaki balita dapat tumbuh dengan cepat dan mungkin membutuhkan sepatu baru setiap beberapa bulan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)