WISATA

Tren Liburan Keluarga Jalur Edukasi, Jadikan Anak-anak Tambah Pinter!

Yatin Suleha
Minggu 17 Mei 2026 / 16:45
Ringkasnya gini..
  • Biasanya kalau denger kata liburan keluarga, yang kebayang pasti cuma gegoleran santai.
  • Tapi belakangan ini, makin banyak orang tua yang dapet insight baru kalau jalan-jalan itu bisa jadi sarana belajar.
  • Momen traveling ini sengaja dipakai buat ngasih pengalaman edukatif.
Jakarta: Biasanya kalau denger kata liburan keluarga, yang kebayang pasti cuma gegoleran santai sambil lepas penat. 

Tapi belakangan ini, makin banyak orang tua yang dapet insight baru kalau jalan-jalan itu bisa jadi sarana belajar di luar kelas. 

Alih-alih cuma foto-foto cantik dan keliling tempat wisata, momen traveling ini sengaja dipakai buat ngasih pengalaman edukatif yang nyata biar wawasan si kecil makin luas. 

Tren gabungan antara healing dan belajar ini pun makin menjamur, terutama di kalangan keluarga muda yang pengen rekreasi mereka jadi lebih berfaedah sekaligus seru.

 

Dilansir dari Parents, Brandon Cardet-Hernandez, seorang mantan guru pendidikan khusus dan kepala sekolah, yang kini menjabat sebagai presiden perusahaan edtech Mrs Wordsmith, tidak melihat hal ini sebagai sekadar liburan biasa. Ini juga bagian dari proses belajar bagi sang anak.

“Sebagai persiapan untuk perjalanan ini, kami membahas sejarah lokasi tempat liburan. Kami merencanakan tempat-tempat, yang akan kami kunjungi dan menggunakan peta untuk mulai menyusun rencana perjalanan. Ada banyak pembelajaran, yang terlibat di dalamnya dan akan terjadi selama liburan tersebut,” kata Cardet-Hernandez.

Apa yang dilakukan Cardet-Hernandez ternyata bukan hal yang unik. Ia termasuk dalam tren yang semakin berkembang di kalangan keluarga modern.


(Liburan edukasi adalah cara terbaik mengisi waktu anak dengan rekreasi yang menggabungkan unsur belajar. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 

Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan perjalanan mewah Zicasso, semakin banyak keluarga yang memilih bepergian di luar musim liburan utama. 

Salah satu alasan utamanya, adalah keinginan untuk menghadirkan pengalaman belajar langsung bagi anak-anak.

Permintaan untuk perjalanan keluarga, yang bersifat edukatif ini bahkan meningkat lebih dari 4 kali lipat, antara tahun 2023 hingga 2025. 

Destinasi yang dipilih pun beragam, mulai dari perjalanan sejarah hingga wisata berbasis alam dan satwa.

“Yang kami lihat adalah banyak keluarga yang memanfaatkan minggu-minggu tersebut, seperti liburan Januari atau Februari, dan benar-benar memperpanjangnya, sehingga melewatkan beberapa hari lagi atau menambahkan seminggu di sini atau di sana,” kata Marci-Beth Maple, manajer senior tim penasihat Zicasso. 

“Lalu kamu melihat keluarga lain, melanjutkan rencana mereka,” tambahnya.

Meski menawarkan banyak manfaat, para ahli tetap mengingatkan, bahwa perjalanan edukatif perlu direncanakan secara matang. 
 
Mengambil waktu di luar jadwal sekolah bukan berarti mengabaikan pendidikan, melainkan justru bisa menjadi bagian dari proses belajar itu sendiri jika dilakukan dengan tepat. 

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengajak anak bepergian di luar masa libur resmi, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dipertimbangkan.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH