FAMILY

Dilema Toilet Training: Stop Popok Sekalian atau Pelan-Pelan Aja?

A. Firdaus
Selasa 05 Mei 2026 / 12:14
Ringkasnya gini..
  • Proses peralihan dari popok ke toilet bisa berjalan lebih mulus tanpa tekanan berlebihan.
  • jika penggunaan popok justru menghambat proses belajar ke toilet, menghentikannya bisa menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan.
  • Popok bisa membuat si kecil terus bergantung dan sulit beradaptasi dengan kebiasaan baru.
Jakarta: Di tengah proses toilet training, sering muncul dilema yang cukup membuat bingung: apakah popok sebaiknya langsung dihentikan atau tetap digunakan di waktu tertentu? Di satu sisi, popok terasa seperti 'penyelamat' agar rumah tetap bersih dan anak nyaman. 

Namun di sisi lain, keberadaannya bisa membuat si kecil terus bergantung dan sulit beradaptasi dengan kebiasaan baru. Setiap anak punya kesiapan dan respons yang berbeda, jadi keputusan ini tidak bisa disamaratakan. 

Dengan memahami situasi dan kebutuhan anak, proses peralihan dari popok ke toilet bisa berjalan lebih mulus tanpa tekanan berlebihan.

Perlukah menghilangkan popok sepenuhnya?


Dilansir dari Parents, jika penggunaan popok justru menghambat proses belajar ke toilet, menghentikannya bisa menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan. Cara ini biasanya lebih efektif, jika dilakukan bersamaan dengan metode latihan intensif, di mana anak diajak fokus menggunakan toilet selama beberapa hari.

Agar tidak tergoda, popok bisa disimpan di tempat, yang tidak mudah terlihat atau dijangkau. Hal ini membantu mengurangi keinginan anak untuk kembali memakainya.
 

Atur penggunaan popok di waktu tertentu


Popok masih bisa digunakan pada momen khusus, seperti saat tidur siang atau bepergian. Ini membantu anak beradaptasi secara bertahap.
 

1. Gunakan alternatif jika anak bingung beradaptasi


Jika anak kesulitan membedakan kapan harus memakai popok atau celana dalam, celana latihan yang lebih tebal bisa menjadi solusi. Mengurangi minum sebelum tidur, dan menggunakan alas pelindung kasur juga dapat membantu.
 

2. Arahkan anak dengan tenang saat meminta popok


Saat anak meminta atau menangis ingin memakai popok, tetap bersikap tenang namun tegas. Ingatkan bahwa popok hanya digunakan pada waktu tertentu, sesuai aturan yang sudah dibuat.
 

3. Evaluasi kesiapan anak


Jika permintaan memakai popok terus terjadi, bisa jadi itu tanda anak belum benar-benar siap. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada salahnya memberi jeda dan mencoba kembali setelah satu atau dua bulan.

Memberi waktu tambahan bukan berarti gagal, justru bisa membuat proses toilet training berikutnya terasa lebih mudah dan menyenangkan. Saat anak sudah siap secara fisik dan emosional, biasanya proses belajar akan berjalan lebih cepat dan minim drama.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH