FAMILY
Jangan Ketipu Visual, Spons Cuci Piring Kamu Enggak Sebersih Itu!
Yatin Suleha
Minggu 17 Mei 2026 / 11:16
- Spons cuci piring itu memang bisa dibilang jadi penyelamat banget di dapur.
- Mulai dari membersihkan piring kotor, mengelap meja, sampai membersihkan tumpahan air, semuanya jadi terasa lebih praktis.
- Menurut studi tahun 2017 dari Scientific Reports, sebanyak 362 jenis bakteri dapat hidup di spons dapur.
Jakarta: Spons cuci piring itu memang bisa dibilang jadi penyelamat banget di dapur. Mulai dari membersihkan piring kotor, mengelap meja, sampai membersihkan tumpahan air, semuanya jadi terasa lebih praktis.
Tapi di balik fungsinya yang penting itu, spons sebenarnya bisa jadi sarang bakteri kalau dipakai terlalu lama tanpa dibersihkan dengan benar.
Karena sifatnya yang gampang menyerap air, spons otomatis jadi tempat lembap yang pas banget buat kuman tumbuh subur.
Ditambah lagi ada sisa makanan, minyak, dan cairan yang menempel, bikin bakteri makin betah berkembang biak di dalamnya.
Menurut studi tahun 2017 dari Scientific Reports, sebanyak 362 jenis bakteri dapat hidup di spons dapur, dengan kepadatan bakteri mencapai hingga 45 miliar per sentimeter persegi.
Jumlah tersebut membuat spons yang tampak bersih, sebenarnya bisa menjadi salah satu benda paling kotor di rumah.
Dilansir dari Better Homes and Gardens, Rhonda Wilson, seorang ahli dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri pembersihan, mengatakan bahwa spons sebaiknya rutin diganti, agar tidak menjadi sumber kontaminasi di dapur.
Spons yang terlalu lama dipakai biasanya mulai kehilangan kemampuan membersihkan, dan justru berpotensi menyebarkan bakteri ke permukaan lain.
Biar enggak cepat dibuang, perawatan yang benar sebenarnya bisa membantu memperpanjang umur spons kamu. Salah satu trik yang disarankan sama Wilson adalah pakai sistem rotasi.
Jadi, spons buat mencuci piring sebaiknya dipisahkan dari spons buat mengelap meja dapur atau membersihkan noda yang membandel.
Cara ini ampuh banget buat mencegah kontaminasi silang, apalagi setelah spons dipakai membersihkan bekas bahan makanan mentah seperti daging.
.jpg)
(Untuk menjaga spons cuci piring tetap bersih dan bebas dari sarang bakteri, selalu bilas dan peras spons hingga kering setelah digunakan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Tapi, Wilson juga mengingatkan kalau spons tetap enggak bisa dipakai selamanya. Menurutnya, memaksakan spons lama itu cuma menunda masalah, dan pada akhirnya kamu tetap harus beli spons baru.
Tempat penyimpanan juga sangat memengaruhi kebersihan spons. Setelah digunakan, spons sebaiknya diperas hingga tidak ada air tersisa.
Hindari membiarkannya terendam di wastafel atau terkena cipratan air terus-menerus, karena kondisi lembap mempercepat pertumbuhan bakteri.
Menggunakan tempat khusus spons, juga bisa membantu menjaga sirkulasi udara, sehingga spons lebih cepat kering setelah dipakai.
Membersihkan spons secara rutin menjadi langkah penting, untuk mengurangi jumlah bakteri yang menempel. Salah satu metode yang cukup efektif adalah menggunakan panas.
Wilson menyarankan spons dipanaskan di microwave selama 1-2 menit, atau diletakkan di rak atas mesin pencuci piring saat menggunakan siklus air panas.
Selain itu, spons juga bisa direndam dalam larutan pemutih yang sudah diencerkan. Campurkan 1 sendok makan pemutih ke dalam 1 galon air, lalu rendam spons selama 5 menit sebelum dibilas hingga bersih.
Dengan perawatan yang rutin dan penyimpanan yang tepat, spons dapur bisa tetap higienis lebih lama, dan membantu menjaga kebersihan area dapur sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Tapi di balik fungsinya yang penting itu, spons sebenarnya bisa jadi sarang bakteri kalau dipakai terlalu lama tanpa dibersihkan dengan benar.
Karena sifatnya yang gampang menyerap air, spons otomatis jadi tempat lembap yang pas banget buat kuman tumbuh subur.
Ditambah lagi ada sisa makanan, minyak, dan cairan yang menempel, bikin bakteri makin betah berkembang biak di dalamnya.
Menurut studi tahun 2017 dari Scientific Reports, sebanyak 362 jenis bakteri dapat hidup di spons dapur, dengan kepadatan bakteri mencapai hingga 45 miliar per sentimeter persegi.
Jumlah tersebut membuat spons yang tampak bersih, sebenarnya bisa menjadi salah satu benda paling kotor di rumah.
Dilansir dari Better Homes and Gardens, Rhonda Wilson, seorang ahli dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri pembersihan, mengatakan bahwa spons sebaiknya rutin diganti, agar tidak menjadi sumber kontaminasi di dapur.
Spons yang terlalu lama dipakai biasanya mulai kehilangan kemampuan membersihkan, dan justru berpotensi menyebarkan bakteri ke permukaan lain.
Cara membuat spons lebih awet
Biar enggak cepat dibuang, perawatan yang benar sebenarnya bisa membantu memperpanjang umur spons kamu. Salah satu trik yang disarankan sama Wilson adalah pakai sistem rotasi.
Jadi, spons buat mencuci piring sebaiknya dipisahkan dari spons buat mengelap meja dapur atau membersihkan noda yang membandel.
Cara ini ampuh banget buat mencegah kontaminasi silang, apalagi setelah spons dipakai membersihkan bekas bahan makanan mentah seperti daging.
.jpg)
(Untuk menjaga spons cuci piring tetap bersih dan bebas dari sarang bakteri, selalu bilas dan peras spons hingga kering setelah digunakan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Tapi, Wilson juga mengingatkan kalau spons tetap enggak bisa dipakai selamanya. Menurutnya, memaksakan spons lama itu cuma menunda masalah, dan pada akhirnya kamu tetap harus beli spons baru.
Simpan spons di tempat kering
Tempat penyimpanan juga sangat memengaruhi kebersihan spons. Setelah digunakan, spons sebaiknya diperas hingga tidak ada air tersisa.
Hindari membiarkannya terendam di wastafel atau terkena cipratan air terus-menerus, karena kondisi lembap mempercepat pertumbuhan bakteri.
Menggunakan tempat khusus spons, juga bisa membantu menjaga sirkulasi udara, sehingga spons lebih cepat kering setelah dipakai.
Rutin bersihkan spons dengan air panas
Membersihkan spons secara rutin menjadi langkah penting, untuk mengurangi jumlah bakteri yang menempel. Salah satu metode yang cukup efektif adalah menggunakan panas.
Wilson menyarankan spons dipanaskan di microwave selama 1-2 menit, atau diletakkan di rak atas mesin pencuci piring saat menggunakan siklus air panas.
Selain itu, spons juga bisa direndam dalam larutan pemutih yang sudah diencerkan. Campurkan 1 sendok makan pemutih ke dalam 1 galon air, lalu rendam spons selama 5 menit sebelum dibilas hingga bersih.
Dengan perawatan yang rutin dan penyimpanan yang tepat, spons dapur bisa tetap higienis lebih lama, dan membantu menjaga kebersihan area dapur sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)