FITNESS & HEALTH
Bumil Capek Jiwa Raga tapi Susah Tidur? Fix, Kamu Lagi Kena Insomnia!
Yatin Suleha
Minggu 17 Mei 2026 / 16:18
- Insomnia saat hamil sangat wajar terjadi.
- Ada yang emang susah banget buat mulai merem, ada juga yang bolak-balik kebangun tengah malam terus kelabakan buat tidur lagi.
- Menariknya, insomnia bahkan bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan.
Jakarta: Hamil itu emang bikin badan rasanya jauh lebih gampang capek ya, terutama pas lagi di trimester pertama dan ketiga. Tapi anehnya, meskipun seharian badan udah berasa jompo dan lelah banget, pas malam tiba malah banyak bumil yang mendadak susah tidur.
Kondisi ini sering disebut insomnia kehamilan, dan asli, keluhan ini umum banget terjadi. Melansir dari Parents, insomnia saat hamil ini tipenya beda-beda.
Ada yang emang susah banget buat mulai merem, ada juga yang bolak-balik kebangun tengah malam terus kelabakan buat tidur lagi.
Belum lagi drama harus bolak-balik ke kamar mandi, repot nyari posisi tidur yang pas, sampai isi kepala yang tiba-tiba jadi super aktif pas lampu kamar udah dimatiin.
Menariknya, insomnia bahkan bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi selama masa kehamilan berlangsung, hingga periode setelah melahirkan.
Perubahan hormon, rasa tidak nyaman pada tubuh, kecemasan menjelang persalinan, hingga perubahan pola tidur menjadi beberapa faktor yang memicu gangguan tidur tersebut.
Meski umum terjadi, insomnia tetap bisa membuat tubuh terasa lebih lemas, mood mudah berubah, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih berat jika berlangsung terus-menerus.
.jpg)
(Peningkatan hormon progesteron membuat Moms sering mengantuk di siang hari, namun justru merusak siklus tidur alami di malam hari. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Kabar baiknya, insomnia kehamilan biasanya datang dan pergi. Ada ibu hamil yang mengalaminya hanya sesekali, ada juga yang lebih sering merasakannya pada trimester pertama dan ketiga. Semua kondisi tersebut masih tergolong normal.
Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu tubuh lebih rileks menjelang tidur. Olahraga ringan secara rutin, seperti jalan santai atau stretching, dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman di malam hari.
Mengurangi konsumsi kafein, terutama menjelang sore dan malam, juga bisa membantu kualitas tidur menjadi lebih baik.
Selain itu, menciptakan suasana rileks sebelum tidur, dapat membantu pikiran lebih tenang.
Mendengarkan musik santai, mandi air hangat, atau mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, sering kali membantu tubuh lebih cepat mengantuk.
Yang paling penting, jangan terlalu panik jika pola tidur berubah selama kehamilan. Tubuh memang sedang mengalami banyak penyesuaian besar, sehingga perubahan jam tidur menjadi hal, yang cukup wajar terjadi selama masa tersebut.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Kondisi ini sering disebut insomnia kehamilan, dan asli, keluhan ini umum banget terjadi. Melansir dari Parents, insomnia saat hamil ini tipenya beda-beda.
Ada yang emang susah banget buat mulai merem, ada juga yang bolak-balik kebangun tengah malam terus kelabakan buat tidur lagi.
Belum lagi drama harus bolak-balik ke kamar mandi, repot nyari posisi tidur yang pas, sampai isi kepala yang tiba-tiba jadi super aktif pas lampu kamar udah dimatiin.
Baca Juga :
Rahasia di Balik Bumil yang Gampang Ngompol
Menariknya, insomnia bahkan bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi selama masa kehamilan berlangsung, hingga periode setelah melahirkan.
Perubahan hormon, rasa tidak nyaman pada tubuh, kecemasan menjelang persalinan, hingga perubahan pola tidur menjadi beberapa faktor yang memicu gangguan tidur tersebut.
Meski umum terjadi, insomnia tetap bisa membuat tubuh terasa lebih lemas, mood mudah berubah, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih berat jika berlangsung terus-menerus.
Cara membantu tubuh lebih mudah tidur
.jpg)
(Peningkatan hormon progesteron membuat Moms sering mengantuk di siang hari, namun justru merusak siklus tidur alami di malam hari. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Kabar baiknya, insomnia kehamilan biasanya datang dan pergi. Ada ibu hamil yang mengalaminya hanya sesekali, ada juga yang lebih sering merasakannya pada trimester pertama dan ketiga. Semua kondisi tersebut masih tergolong normal.
Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu tubuh lebih rileks menjelang tidur. Olahraga ringan secara rutin, seperti jalan santai atau stretching, dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman di malam hari.
Mengurangi konsumsi kafein, terutama menjelang sore dan malam, juga bisa membantu kualitas tidur menjadi lebih baik.
Selain itu, menciptakan suasana rileks sebelum tidur, dapat membantu pikiran lebih tenang.
Mendengarkan musik santai, mandi air hangat, atau mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, sering kali membantu tubuh lebih cepat mengantuk.
Yang paling penting, jangan terlalu panik jika pola tidur berubah selama kehamilan. Tubuh memang sedang mengalami banyak penyesuaian besar, sehingga perubahan jam tidur menjadi hal, yang cukup wajar terjadi selama masa tersebut.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)