FITNESS & HEALTH
Hidung Bumil Sensitif Amat, Cium Bau Nasi Auto Berantem!
Yatin Suleha
Minggu 17 Mei 2026 / 17:08
- Selamat datang di klub "mual sepanjang hari"! Orang-orang sih kerennya nyebut ini morning sickness.
- Faktanya, drama mual-muntah ini gak punya jam kerja—bisa muncul kapan aja.
- Beberapa calon orang tua merasa mual sepanjang waktu selama berbulan-bulan.
Jakarta: Selamat datang di klub "mual sepanjang hari"! Orang-orang sih kerennya nyebut ini morning sickness, tapi asli, jangan sampai tertipu sama namanya.
Faktanya, drama mual-muntah ini gak punya jam kerja—bisa muncul pas bangun tidur, siang bolong, bahkan malam hari pas kasur udah melambai-lambai.
Kadang modal perut kosong dikit, atau gak sengaja nyium bau masakan dan parfum yang menyengat aja udah sukses bikin bumil auto pengen "jackpot".
Faktanya, meskipun sebanyak 91% ibu hamil mengalami mual dan muntah, dalam berbagai tingkat keparahan selama kehamilan, beberapa calon orang tua merasa mual sepanjang waktu selama berbulan-bulan.
Kondisi ini paling sering muncul pada trimester pertama, karena tubuh sedang mengalami lonjakan hormon kehamilan yang cukup drastis.
Namun menariknya, tidak semua orang hamil mengalami morning sickness, dan kondisi tersebut juga termasuk normal.
Pada sebagian orang, mual dan muntah bisa terasa jauh lebih berat, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum (HG).
Ketika mual pagi lebih persisten dan intens, kondisi ini disebut hiperemesis gravidarum (HG). Kondisi ini memengaruhi hingga sekitar 10% orang hamil, dan dapat cukup parah hingga memerlukan pengobatan atau rawat inap.
(1).jpg)
(Ibu hamil jadi sangat sensitif terhadap bau dan mudah mual (morning sickness) karena lonjakan hormon kehamilan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jika mual terjadi terus-menerus hingga sulit makan atau minum, tubuh berisiko mengalami kekurangan nutrisi dan dehidrasi. Oleh karena itu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
Tidak ada cara yang benar-benar sama untuk semua orang, karena setiap kehamilan memiliki respons berbeda. Namun, beberapa kebiasaan sederhana sering membantu mengurangi rasa mual selama kehamilan.
"Tidak ada satu solusi ajaib yang efektif untuk semua orang dalam meredakan mual pagi, jadi kamu mungkin perlu mencoba beberapa strategi untuk melihat apa yang membantu," kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Banyak ibu hamil merasa lebih nyaman setelah mengonsumsi makanan ringan, seperti biskuit asin sebelum bangun dari tempat tidur. Menghindari aroma menyengat seperti parfum atau makanan tertentu, juga bisa membantu mengurangi rasa mual.
Selain itu, jahe sering dipercaya membantu menenangkan perut. Mengisap permen jahe atau makan camilan ringan sebelum tidur, juga cukup populer dilakukan, agar perut tidak kosong terlalu lama di malam hari.
Kabar baiknya, bagi banyak orang kondisi ini mulai membaik, setelah usia kehamilan memasuki 12 sampai 14 minggu. Saat rasa mual mulai berkurang, tubuh biasanya terasa jauh lebih segar dan nyaman menjalani aktivitas.
Jika mual dan muntah membuat tubuh sama sekali tidak bisa menerima makanan atau minuman, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi hingga kekurangan nutrisi, yang berbahaya bagi ibu maupun janin.
Jika kamu benar-benar tidak bisa menahan makanan apa pun, segera temui tenaga kesehatan, karena kamu berisiko mengalami malnutrisi atau dehidrasi.
Dalam beberapa kasus, tenaga kesehatan mungkin menyarankan vitamin B6, obat tertentu, atau penanganan medis lain untuk membantu mengontrol gejala, agar kondisi tubuh tetap stabil selama kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Faktanya, drama mual-muntah ini gak punya jam kerja—bisa muncul pas bangun tidur, siang bolong, bahkan malam hari pas kasur udah melambai-lambai.
Kadang modal perut kosong dikit, atau gak sengaja nyium bau masakan dan parfum yang menyengat aja udah sukses bikin bumil auto pengen "jackpot".
Faktanya, meskipun sebanyak 91% ibu hamil mengalami mual dan muntah, dalam berbagai tingkat keparahan selama kehamilan, beberapa calon orang tua merasa mual sepanjang waktu selama berbulan-bulan.
Kondisi ini paling sering muncul pada trimester pertama, karena tubuh sedang mengalami lonjakan hormon kehamilan yang cukup drastis.
Namun menariknya, tidak semua orang hamil mengalami morning sickness, dan kondisi tersebut juga termasuk normal.
Saat mual menjadi lebih parah
Pada sebagian orang, mual dan muntah bisa terasa jauh lebih berat, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum (HG).
Ketika mual pagi lebih persisten dan intens, kondisi ini disebut hiperemesis gravidarum (HG). Kondisi ini memengaruhi hingga sekitar 10% orang hamil, dan dapat cukup parah hingga memerlukan pengobatan atau rawat inap.
(1).jpg)
(Ibu hamil jadi sangat sensitif terhadap bau dan mudah mual (morning sickness) karena lonjakan hormon kehamilan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jika mual terjadi terus-menerus hingga sulit makan atau minum, tubuh berisiko mengalami kekurangan nutrisi dan dehidrasi. Oleh karena itu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
Cara membantu meredakan morning sickness
Tidak ada cara yang benar-benar sama untuk semua orang, karena setiap kehamilan memiliki respons berbeda. Namun, beberapa kebiasaan sederhana sering membantu mengurangi rasa mual selama kehamilan.
Cara meredakan gejala
"Tidak ada satu solusi ajaib yang efektif untuk semua orang dalam meredakan mual pagi, jadi kamu mungkin perlu mencoba beberapa strategi untuk melihat apa yang membantu," kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Banyak ibu hamil merasa lebih nyaman setelah mengonsumsi makanan ringan, seperti biskuit asin sebelum bangun dari tempat tidur. Menghindari aroma menyengat seperti parfum atau makanan tertentu, juga bisa membantu mengurangi rasa mual.
Selain itu, jahe sering dipercaya membantu menenangkan perut. Mengisap permen jahe atau makan camilan ringan sebelum tidur, juga cukup populer dilakukan, agar perut tidak kosong terlalu lama di malam hari.
Kabar baiknya, bagi banyak orang kondisi ini mulai membaik, setelah usia kehamilan memasuki 12 sampai 14 minggu. Saat rasa mual mulai berkurang, tubuh biasanya terasa jauh lebih segar dan nyaman menjalani aktivitas.
Kapan harus memeriksakan diri?
Jika mual dan muntah membuat tubuh sama sekali tidak bisa menerima makanan atau minuman, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi hingga kekurangan nutrisi, yang berbahaya bagi ibu maupun janin.
Kapan harus menghubungi tenaga kesehatan
Jika kamu benar-benar tidak bisa menahan makanan apa pun, segera temui tenaga kesehatan, karena kamu berisiko mengalami malnutrisi atau dehidrasi.
Dalam beberapa kasus, tenaga kesehatan mungkin menyarankan vitamin B6, obat tertentu, atau penanganan medis lain untuk membantu mengontrol gejala, agar kondisi tubuh tetap stabil selama kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)