FITNESS & HEALTH
Bumil Jangan Panik! Kenali Tanda Bahaya di Awal Kehamilan
Aulia Putriningtias
Kamis 07 Mei 2026 / 20:54
- Gejala seperti mual, mudah lelah, hingga perubahan emosi memang umum terjadi di awal kehamilan.
- Akupunktur medik bagi ibu hamil aman dan dapat menjadi terapi komplementer yang membantu mengurangi keluhan selama kehamilan.
- Gejala seperti mual, mudah lelah, hingga perubahan emosi memang umum terjadi di awal kehamilan.
Jakarta: Kehamilan memang menjadi salah satu momentum bahagia untuk pasangan suami istri. Namun, kehamilan juga menjadi sensitif dalam penanganan.
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, fase awal kehamilan tubuh bumil mengalami banyak perubahan.
"Pada trimester pertama, tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan hormon yang cukup signifikan. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk bisa membedakan mana gejala normal dan mana yang menjadi tanda bahaya," jelas dr. Krisantus dalam temu media bersama Eka Hospital di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Gejala seperti mual, mudah lelah, hingga perubahan emosi memang umum terjadi di awal kehamilan. Namun, kondisi ini tidak selalu bisa dianggap sepele. Jika disertai dengan gejala lain, bisa menimbulkan komplikasi.
Perdarahan, nyeri perut hebat, hingga muntah terus-menerus yang membuat ibu tidak bisa makan dan minum menjadi sinyal penting untuk segera memeriksakan diri.
Selain itu, tanda lain seperti demam tinggi, pusing berat, keluarnya cairan abnormal, hingga sakit kepala hebat juga perlu diwaspadai. Bahkan, hilangnya gejala kehamilan secara tiba-tiba bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius.
Rasa dari kehati-hatian tersebut sering membuat bumil merasa khawatir. Ada metode yang bisa membantu bumil untuk merasa lebih tenang dan baik.
Dokter Spesialis Akupunktur Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, menjelaskan bahwa akupunktur medik bagi ibu hamil aman dan dapat menjadi terapi komplementer yang membantu mengurangi keluhan selama kehamilan.
"Akupunktur bukan sekadar terapi alternatif, tetapi sudah berbasis medis dan digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu ibu hamil merasa lebih nyaman,” ungkapnya.
Akupunktur menjadi pilihan karena dapat mengurangi keluhan tanpa menambah konsumsi obat. Metode ini pun aman, asalkan dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan menggunakan teknik yang sesuai.

Akupunktur dapat membantu mengurangi keluhan seperti mual dan muntah. Caranya adalah dengan memperbaiki sistem pencernaan dan keseimbangan hormon.
"Terapi ini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan dalam beberapa kasus dapat membantu mempercepat proses persalinan," lanjutnya.
Akupunktur sendiri bukan pengganti terapi medis utama. Ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi, agar bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
"Dengan pendekatan yang tepat, akupunktur dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendamping yang membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan minim keluhan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, fase awal kehamilan tubuh bumil mengalami banyak perubahan.
"Pada trimester pertama, tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan hormon yang cukup signifikan. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk bisa membedakan mana gejala normal dan mana yang menjadi tanda bahaya," jelas dr. Krisantus dalam temu media bersama Eka Hospital di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Gejala seperti mual, mudah lelah, hingga perubahan emosi memang umum terjadi di awal kehamilan. Namun, kondisi ini tidak selalu bisa dianggap sepele. Jika disertai dengan gejala lain, bisa menimbulkan komplikasi.
Perdarahan, nyeri perut hebat, hingga muntah terus-menerus yang membuat ibu tidak bisa makan dan minum menjadi sinyal penting untuk segera memeriksakan diri.
Selain itu, tanda lain seperti demam tinggi, pusing berat, keluarnya cairan abnormal, hingga sakit kepala hebat juga perlu diwaspadai. Bahkan, hilangnya gejala kehamilan secara tiba-tiba bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius.
Akupunktur kehamilan, demi membuat bumil lebih tenang
Rasa dari kehati-hatian tersebut sering membuat bumil merasa khawatir. Ada metode yang bisa membantu bumil untuk merasa lebih tenang dan baik.
Dokter Spesialis Akupunktur Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, menjelaskan bahwa akupunktur medik bagi ibu hamil aman dan dapat menjadi terapi komplementer yang membantu mengurangi keluhan selama kehamilan.
"Akupunktur bukan sekadar terapi alternatif, tetapi sudah berbasis medis dan digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu ibu hamil merasa lebih nyaman,” ungkapnya.
Akupunktur menjadi pilihan karena dapat mengurangi keluhan tanpa menambah konsumsi obat. Metode ini pun aman, asalkan dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan menggunakan teknik yang sesuai.

Akupunktur dapat membantu mengurangi keluhan seperti mual dan muntah. Caranya adalah dengan memperbaiki sistem pencernaan dan keseimbangan hormon.
"Terapi ini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan dalam beberapa kasus dapat membantu mempercepat proses persalinan," lanjutnya.
Akupunktur sendiri bukan pengganti terapi medis utama. Ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi, agar bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
"Dengan pendekatan yang tepat, akupunktur dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendamping yang membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan minim keluhan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)