- Selama kehamilan, plasenta berperan penting dalam menyalurkan nutrisi dan oksigen.
- Banyak minuman energi masuk dalam kategori suplemen, yang tidak diawasi ketat oleh Food and Drug Administration (FDA).
- Asupan kafein berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran.
Jakarta: Banyak orang mengandalkan minuman energi untuk menambah stamina saat lelah. Namun, kebiasaan ini tidak disarankan selama masa kehamilan.
Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa minuman seperti Red Bull, sebaiknya dihindari karena kandungan kafeinnya yang tinggi. Tidak hanya saat hamil, sebagian besar minuman energi, kurang direkomendasikan untuk dikonsumsi saat masa menyusui.
Lalu, kenapa minuman energi dianggap berisiko bagi ibu hamil? Jawabannya berkaitan dengan kandungan di dalamnya, dan bagaimana zat tersebut bisa memengaruhi janin.
Selama kehamilan, plasenta berperan penting dalam menyalurkan nutrisi dan oksigen, dari ibu ke bayi melalui tali pusat. Apa pun yang dikonsumsi, termasuk minuman energi, dapat ikut terbawa ke dalam tubuh janin.
Masalahnya, meskipun kafein sudah cukup banyak diteliti, masih banyak bahan lain dalam minuman energi yang belum sepenuhnya dipahami dampaknya, terhadap perkembangan bayi. Setiap produk juga memiliki komposisi berbeda, sehingga sulit memastikan tingkat keamanannya secara pasti.
Selain itu, banyak minuman energi masuk dalam kategori suplemen, yang tidak diawasi ketat oleh Food and Drug Administration (FDA). Artinya, kandungan di dalamnya bisa saja tidak sepenuhnya tercantum, atau belum teruji secara menyeluruh untuk ibu hamil.
Dilansir dari Parents, beberapa penelitian menunjukkan adanya tiga potensi risiko, dari konsumsi minuman energi selama kehamilan, yaitu.
Dalam studi pada hewan, tikus hamil yang diberikan minuman energi secara rutin, melahirkan anak dengan kondisi stres oksidatif. Hal ini berkaitan dengan kerusakan sel dan jaringan, serta munculnya tanda-tanda kecemasan. Walaupun penelitian ini dilakukan pada hewan, hasilnya memberi gambaran adanya kemungkinan efek serupa pada manusia.
Asupan kafein berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Meski konsumsi kopi dalam jumlah terbatas masih dianggap aman, minuman energi biasanya mengandung kafein dalam kadar, yang jauh lebih tinggi sehingga lebih berisiko.
Beberapa studi menemukan bahwa minuman energi, dapat memicu peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Bahkan, lebih dari setengah laporan kasus terkait efek samping minuman energi, berkaitan dengan masalah kardiovaskular.
Walaupun penelitian ini tidak khusus dilakukan pada ibu hamil, perubahan pada sistem jantung dan pembuluh darah, tetap menjadi hal yang perlu diwaspadai selama kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa minuman seperti Red Bull, sebaiknya dihindari karena kandungan kafeinnya yang tinggi. Tidak hanya saat hamil, sebagian besar minuman energi, kurang direkomendasikan untuk dikonsumsi saat masa menyusui.
Lalu, kenapa minuman energi dianggap berisiko bagi ibu hamil? Jawabannya berkaitan dengan kandungan di dalamnya, dan bagaimana zat tersebut bisa memengaruhi janin.
Risiko minuman energi saat hamil
Selama kehamilan, plasenta berperan penting dalam menyalurkan nutrisi dan oksigen, dari ibu ke bayi melalui tali pusat. Apa pun yang dikonsumsi, termasuk minuman energi, dapat ikut terbawa ke dalam tubuh janin.
Masalahnya, meskipun kafein sudah cukup banyak diteliti, masih banyak bahan lain dalam minuman energi yang belum sepenuhnya dipahami dampaknya, terhadap perkembangan bayi. Setiap produk juga memiliki komposisi berbeda, sehingga sulit memastikan tingkat keamanannya secara pasti.
Selain itu, banyak minuman energi masuk dalam kategori suplemen, yang tidak diawasi ketat oleh Food and Drug Administration (FDA). Artinya, kandungan di dalamnya bisa saja tidak sepenuhnya tercantum, atau belum teruji secara menyeluruh untuk ibu hamil.
Dampak yang perlu diwaspadai
Dilansir dari Parents, beberapa penelitian menunjukkan adanya tiga potensi risiko, dari konsumsi minuman energi selama kehamilan, yaitu.
1. Stres oksidatif pada janin
Dalam studi pada hewan, tikus hamil yang diberikan minuman energi secara rutin, melahirkan anak dengan kondisi stres oksidatif. Hal ini berkaitan dengan kerusakan sel dan jaringan, serta munculnya tanda-tanda kecemasan. Walaupun penelitian ini dilakukan pada hewan, hasilnya memberi gambaran adanya kemungkinan efek serupa pada manusia.
2. Kadar kafein yang tinggi
Asupan kafein berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Meski konsumsi kopi dalam jumlah terbatas masih dianggap aman, minuman energi biasanya mengandung kafein dalam kadar, yang jauh lebih tinggi sehingga lebih berisiko.
3. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah
Beberapa studi menemukan bahwa minuman energi, dapat memicu peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Bahkan, lebih dari setengah laporan kasus terkait efek samping minuman energi, berkaitan dengan masalah kardiovaskular.
Walaupun penelitian ini tidak khusus dilakukan pada ibu hamil, perubahan pada sistem jantung dan pembuluh darah, tetap menjadi hal yang perlu diwaspadai selama kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)