FAMILY
Drama Tidur Balita Pas Ada Adik Baru, Normal Nggak Sih?
A. Firdaus
Kamis 16 April 2026 / 12:10
- Kehadiran bayi baru memang membawa kebahagiaan.
- Perubahan rutinitas menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur pada anak.
- Hal ini biasanya dipicu oleh perubahan besar.
Jakarta: Kehadiran bayi baru memang membawa kebahagiaan. Namun di satu sisi, juga bisa mengacaukan rutinitas yang sebelumnya sudah terbentuk, termasuk pola tidur balita.
Tiba-tiba, anak yang biasanya tidur nyenyak sepanjang malam mulai sering terbangun, menolak tidur siang, atau justru bangun terlalu pagi. Situasi ini tentu terasa melelahkan, apalagi di tengah kesibukan merawat bayi baru lahir.
Namun, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Perubahan besar dalam keluarga, seperti hadirnya adik baru, bisa memengaruhi rasa aman dan kenyamanan balita, yang akhirnya berdampak pada kualitas tidurnya. Kabar baiknya, fase ini bersifat sementara dan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat.
Regresi tidur adalah kondisi ketika balita, yang sebelumnya sudah memiliki pola tidur baik tiba-tiba mengalami kemunduran. Misalnya, anak yang sudah bisa tidur sepanjang malam kembali sering terbangun, menolak tidur, atau sulit kembali terlelap. Hal ini biasanya dipicu oleh perubahan besar, seperti perkembangan kemampuan baru, perubahan rutinitas, atau kehadiran adik baru di rumah.
Perubahan rutinitas menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur pada anak. Kehadiran anggota keluarga baru membuat balita perlu beradaptasi ulang, termasuk dalam hal waktu istirahat.
Mereka mungkin tidak lagi tidur sepanjang malam, menolak waktu tidur, atau lebih sering terbangun.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa cara, yang bisa membantu balita kembali ke pola tidur yang lebih teratur.
Rutinitas yang sama setiap malam, membantu memberi sinyal bahwa sudah waktunya tidur. Misalnya dengan mandi, membaca buku, atau mendengarkan cerita sebelum tidur.
Saat balita mulai rewel di malam hari, tidak perlu langsung terburu-buru menghampiri. Memberi beberapa menit, bisa membantu mereka belajar menenangkan diri dan kembali tidur sendiri.
Saat terbangun di malam hari atau saat tidur siang, usahakan interaksi tetap minim dan tidak terlalu merangsang. Ini membantu balita memahami bahwa waktu tersebut bukan untuk bermain.
Memberikan mainan kesayangan atau barang dengan aroma orang tua, seperti selimut atau sweater, bisa membantu balita merasa lebih aman saat tidur.
Di tengah situasi ini, penting juga untuk memperhatikan kondisi diri sendiri. Mengurus bayi baru lahir, sekaligus balita memang sangat menguras energi. Istirahat yang cukup tetap menjadi kebutuhan utama, agar tetap kuat menjalani hari.
Cobalah memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin, meminta bantuan orang terdekat, serta mengatur konsumsi kafein agar tetap bisa tidur saat ada kesempatan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tiba-tiba, anak yang biasanya tidur nyenyak sepanjang malam mulai sering terbangun, menolak tidur siang, atau justru bangun terlalu pagi. Situasi ini tentu terasa melelahkan, apalagi di tengah kesibukan merawat bayi baru lahir.
Namun, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Perubahan besar dalam keluarga, seperti hadirnya adik baru, bisa memengaruhi rasa aman dan kenyamanan balita, yang akhirnya berdampak pada kualitas tidurnya. Kabar baiknya, fase ini bersifat sementara dan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat.
Apa itu regresi tidur?
Regresi tidur adalah kondisi ketika balita, yang sebelumnya sudah memiliki pola tidur baik tiba-tiba mengalami kemunduran. Misalnya, anak yang sudah bisa tidur sepanjang malam kembali sering terbangun, menolak tidur, atau sulit kembali terlelap. Hal ini biasanya dipicu oleh perubahan besar, seperti perkembangan kemampuan baru, perubahan rutinitas, atau kehadiran adik baru di rumah.
Cara menangani regresi tidur pada balita
Perubahan rutinitas menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur pada anak. Kehadiran anggota keluarga baru membuat balita perlu beradaptasi ulang, termasuk dalam hal waktu istirahat.
Mereka mungkin tidak lagi tidur sepanjang malam, menolak waktu tidur, atau lebih sering terbangun.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa cara, yang bisa membantu balita kembali ke pola tidur yang lebih teratur.
1. Pertahankan rutinitas tidur yang konsisten
Rutinitas yang sama setiap malam, membantu memberi sinyal bahwa sudah waktunya tidur. Misalnya dengan mandi, membaca buku, atau mendengarkan cerita sebelum tidur.
2. Beri waktu sejenak sebelum menenangkan
Saat balita mulai rewel di malam hari, tidak perlu langsung terburu-buru menghampiri. Memberi beberapa menit, bisa membantu mereka belajar menenangkan diri dan kembali tidur sendiri.
3. Buat suasana malam tetap sederhana dan tenang
Saat terbangun di malam hari atau saat tidur siang, usahakan interaksi tetap minim dan tidak terlalu merangsang. Ini membantu balita memahami bahwa waktu tersebut bukan untuk bermain.
4. Gunakan benda yang memberi rasa nyaman
Memberikan mainan kesayangan atau barang dengan aroma orang tua, seperti selimut atau sweater, bisa membantu balita merasa lebih aman saat tidur.
Di tengah situasi ini, penting juga untuk memperhatikan kondisi diri sendiri. Mengurus bayi baru lahir, sekaligus balita memang sangat menguras energi. Istirahat yang cukup tetap menjadi kebutuhan utama, agar tetap kuat menjalani hari.
Cobalah memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin, meminta bantuan orang terdekat, serta mengatur konsumsi kafein agar tetap bisa tidur saat ada kesempatan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)