WISATA

Saat Camping Keluarga Berujung Petaka Mematikan di dalam Tenda

Yatin Suleha
Sabtu 30 Mei 2026 / 10:47
Ringkasnya gini..
  • Sebuah agenda liburan keluarga yang seharusnya dipenuhi tawa dan kehangatan berubah menjadi duka yang mendalam.
  • Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda mereka saat sedang menikmati wisata berkemah.
  • Waspada menyalakan kompor di dalam tenda tertutup, bisa sangat berbahaya.
Jakarta: Sebuah agenda liburan keluarga yang seharusnya dipenuhi tawa dan kehangatan berubah menjadi duka yang mendalam.

Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda mereka saat sedang menikmati wisata berkemah. 

Tragedi memilukan ini menjadi alarm keras bagi para pencinta alam dan masyarakat awam, membuktikan bahwa malam yang tenang di alam bebas bisa berubah menjadi petaka dalam sekejap akibat ancaman tak kasat mata.
 
Dalam paparan dr. Robby Firmansyah Murzen via Alodokter, ketika seseorang terpapar gas karbon monoksida, kemampuan darah untuk mengikat oksigen akan berkurang. Hal ini karena gas karbon monoksida lebih mudah terikat dengan hemoglobin sehingga darah akan membentuk carboxyhaemoglobin (COHb).


(Meninggal karena keracunan gas di dalam tenda yang tertutup rapat adalah salah satu risiko terbesar saat berkemah (camping), dan kasus ini sudah sering terjadi. Penyebab utamanya biasanya bukanlah kebocoran tabung gas, melainkan proses pembakaran dan kurangnya ventilasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Makin banyak COHb yang terbentuk, maka oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh akan berkurang. Akibatnya, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen (hipoksia).

Hipoksia adalah kondisi kekurangan oksigen di jaringan tubuh yang dapat berakibat fatal. Kondisi ini sangat berbahaya karena memicu kerusakan sel secara masif. 
 
Beberapa bahaya dan komplikasi utama hipoksia yaitu sel-sel otak mulai mati setelah kehilangan oksigen selama lima menit, yang dapat memicu koma, disabilitas permanen, hingga kematian.

Kerusakan organ vital lain bisa terjadi yaitu jantung, ginjal, dan hati dapat mengalami kegagalan fungsi akibat tidak mendapatkan asokan oksigen. Dan pada kondisi darurat fatal dapat memburuk menjadi syok berat dan henti napas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH