WISATA

'The Silent Killer' Merenggut Nyawa 1 Keluarga Saat Camping

Yatin Suleha
Sabtu 30 Mei 2026 / 11:32
Ringkasnya gini..
  • Suasana pagi di kawasan objek wisata Kecamatan Kledung, yang biasanya asri mendadak gempar.
  • Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak meninggal dunia di dalam tenda.
  • Peristiwa ini pun langsung menyita perhatian publik dan memicu kembali diskusi penting mengenai standar keamanan aktivitas camping.
Jakarta: Suasana pagi di kawasan objek wisata Kecamatan Kledung, yang biasanya asri mendadak gempar setelah petugas menemukan satu keluarga tidak bernyawa di dalam tenda yang tertutup rapat. 

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak meninggal dunia di dalam tenda. Peristiwa ini pun langsung menyita perhatian publik dan memicu kembali diskusi penting mengenai standar keamanan aktivitas camping.

Tim Identifikasi Polres Temanggung dibantu Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan autopsi terhadap jasad para korban. Petugas juga mengamankan sampel makanan yang dibawa oleh korban untuk uji klinis.
 
"Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng," ungkapnya seperti dilansir dari Metrotvnews.com.

Dari sumber yang berbeda, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra menegaskan, posisi kompor gas dan tungku briket ditemukan tepat di depan pintu masuk. 

Saat pintu dan ventilasi ditutup rapat, gas CO yang tidak berbau dan tidak berwarna diduga memenuhi ruangan tenda tanpa disadari oleh para korban yang sedang tertidur. 

Polisi juga memastikan tidak ditemukan adanya bekas muntahan ataupun tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
 

Lalu apa yang perlu diperhatikan saat memasak di momen camping?



(Tenda yang tertutup rapat membatasi sirkulasi udara segar, sehingga kadar oksigen turun dan gas Karbon Monoksida akan terakumulasi dengan sangat cepat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Tidak memasak di dalam tenda. Ini adalah hal yang super PENTING diperhatikan. Saat kamu menyalakan kompor portabel, lampu petromaks, atau alat pemanas (heater) di dalam tenda, alat-alat tersebut membutuhkan oksigen untuk pembakaran.

Di dalam tenda yang tertutup rapat, pasokan oksigen akan menipis dengan cepat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pembakaran tidak sempurna, yang menghasilkan gas Karbon Monoksida (CO).

Gas CO tidak memiliki bau, rasa, ataupun warna. Seseorang yang menghirupnya tidak akan sadar bahwa mereka sedang keracunan.

Gas CO mengikat hemoglobin dalam darah jauh lebih kuat daripada oksigen. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen secara drastis, menyebabkan korban lemas, mengantuk, tidak sadar diri, hingga meninggal dunia saat tidur.

 

Bahkan jika alat pembakaran tidak menghasilkan banyak Karbon Monoksida, proses pembakaran itu sendiri terus menghabiskan oksigen yang ada di dalam tenda yang sempit. 

Di saat yang sama, karbon dioksida dari hasil pembakaran dan napas manusia terus meningkat. Seseorang bisa meninggal karena mati lemas (asphyxiation) akibat kehabisan oksigen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH