WISATA
Menikmati Glamping dengan Aman, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan
A. Firdaus
Sabtu 30 Mei 2026 / 10:09
- Kasus sekeluarga meninggal bikin banyak orang mulai sadar kalau liburan alam juga punya risiko serius.
- Polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan Laboratorium Forensik
- Glamping sendiri merupakan singkatan dari glamorous camping, yaitu konsep berkemah modern dengan fasilitas, yang lebih nyaman dibanding camping biasa.
Jakarta: Kasus meninggalnya satu keluarga di tenda glamping, kawasan Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bikin banyak orang mulai sadar kalau liburan alam juga punya risiko serius.
Awalnya polisi menduga korban mengalami hipotermia atau keracunan makanan. Namun dugaan itu perlahan terbantahkan, karena tidak ditemukan bekas muntahan maupun tanda-tanda perlawanan. Polisi kemudian mengarah pada dugaan keracunan gas sebagai penyebab utama.
Namun sampai saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan Laboratorium Forensik, untuk memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi, yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung.
Glamping sendiri merupakan singkatan dari glamorous camping, yaitu konsep berkemah modern dengan fasilitas, yang lebih nyaman dibanding camping biasa. Meski terlihat praktis dan estetik, glamping tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, demi keselamatan selama menginap di alam terbuka.
Berikut adalah lima risiko bahaya di tenda glamping, beserta cara mencegahnya.
Penggunaan kompor portable, lilin, hingga alat pemanas di area tenda bisa memicu percikan api yang cepat membakar material tenda.
Cara Mencegah:
Gunakan alat pemanas atau kompor yang sudah teruji aman. Hindari merokok di dalam tenda, dan pastikan area glamping menyediakan APAR atau alat pemadam kebakaran di sekitar lokasi.
Gas karbon monoksida bisa muncul dari arang, kompor gas, atau alat pemanas berbahan bakar tertentu yang digunakan di ruang tertutup. Gas ini berbahaya karena tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi dapat mengganggu pernapasan hingga berakibat fatal.
Cara Mencegah:
Jangan memasak atau menyalakan alat pembakaran di dalam tenda. Pastikan ventilasi tenda tetap terbuka agar sirkulasi udara berjalan baik.
Area alam terbuka membuat risiko bertemu nyamuk, lebah, laba-laba, hingga hewan liar seperti ular dan monyet menjadi lebih tinggi, apalagi jika ada sisa makanan di sekitar tenda.
Cara Mencegah:
Selalu tutup rapat tenda setelah digunakan dan jangan meninggalkan makanan terbuka. Gunakan losion anti-serangga serta cek alas tidur dan sepatu sebelum dipakai.
Hujan deras dan angin kencang dapat membuat tenda roboh, bocor, atau bahkan rusak, terutama jika lokasi glamping berada di area pegunungan atau pantai.
Cara Mencegah:
Pilih lokasi glamping dengan struktur tenda yang kokoh dan semi permanen. Selalu cek prakiraan cuaca sebelum menginap dan segera pindah ke bangunan lebih aman, jika kondisi cuaca memburuk.
Instalasi listrik yang kurang aman, kabel terkena air, atau penggunaan daya berlebihan bisa menyebabkan korsleting hingga memicu kebakaran.
Cara Mencegah:
Pastikan kabel dan instalasi listrik tertata rapi serta jauh dari area basah. Gunakan perlengkapan listrik standar outdoor dan segera laporkan, jika menemukan kabel rusak atau sambungan mencurigakan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Awalnya polisi menduga korban mengalami hipotermia atau keracunan makanan. Namun dugaan itu perlahan terbantahkan, karena tidak ditemukan bekas muntahan maupun tanda-tanda perlawanan. Polisi kemudian mengarah pada dugaan keracunan gas sebagai penyebab utama.
Namun sampai saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan Laboratorium Forensik, untuk memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi, yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung.
Baca Juga :
7 Tips Buat Agenda Glamping Jadi Lebih Berkesan
Glamping sendiri merupakan singkatan dari glamorous camping, yaitu konsep berkemah modern dengan fasilitas, yang lebih nyaman dibanding camping biasa. Meski terlihat praktis dan estetik, glamping tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, demi keselamatan selama menginap di alam terbuka.
Berikut adalah lima risiko bahaya di tenda glamping, beserta cara mencegahnya.
1. Risiko kebakaran di dalam tenda
Penggunaan kompor portable, lilin, hingga alat pemanas di area tenda bisa memicu percikan api yang cepat membakar material tenda.
Cara Mencegah:
Gunakan alat pemanas atau kompor yang sudah teruji aman. Hindari merokok di dalam tenda, dan pastikan area glamping menyediakan APAR atau alat pemadam kebakaran di sekitar lokasi.
2. Keracunan karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida bisa muncul dari arang, kompor gas, atau alat pemanas berbahan bakar tertentu yang digunakan di ruang tertutup. Gas ini berbahaya karena tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi dapat mengganggu pernapasan hingga berakibat fatal.
Cara Mencegah:
Jangan memasak atau menyalakan alat pembakaran di dalam tenda. Pastikan ventilasi tenda tetap terbuka agar sirkulasi udara berjalan baik.
3. Serangga dan hewan liar
Area alam terbuka membuat risiko bertemu nyamuk, lebah, laba-laba, hingga hewan liar seperti ular dan monyet menjadi lebih tinggi, apalagi jika ada sisa makanan di sekitar tenda.
Cara Mencegah:
Selalu tutup rapat tenda setelah digunakan dan jangan meninggalkan makanan terbuka. Gunakan losion anti-serangga serta cek alas tidur dan sepatu sebelum dipakai.
4. Cuaca ekstrem dan angin kencang
Hujan deras dan angin kencang dapat membuat tenda roboh, bocor, atau bahkan rusak, terutama jika lokasi glamping berada di area pegunungan atau pantai.
Cara Mencegah:
Pilih lokasi glamping dengan struktur tenda yang kokoh dan semi permanen. Selalu cek prakiraan cuaca sebelum menginap dan segera pindah ke bangunan lebih aman, jika kondisi cuaca memburuk.
5. Risiko korsleting listrik
Instalasi listrik yang kurang aman, kabel terkena air, atau penggunaan daya berlebihan bisa menyebabkan korsleting hingga memicu kebakaran.
Cara Mencegah:
Pastikan kabel dan instalasi listrik tertata rapi serta jauh dari area basah. Gunakan perlengkapan listrik standar outdoor dan segera laporkan, jika menemukan kabel rusak atau sambungan mencurigakan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)