FAMILY

POV Hadapi Fase Anak Suka Menggigit Biar Tetap Waras & Selalu Tenang

Yatin Suleha
Senin 06 April 2026 / 12:06
Ringkasnya gini..
  • Balita dikenal sebagai fase di mana rasa ingin tahu sedang tinggi-tingginya.
  • Tetapi kemampuan mengelola emosi dan berkomunikasi masih sangat terbatas.
  • Memahami alasan di balik perilaku ini, bisa membantu melihat situasi dengan lebih tenang.
Jakarta: Balita dikenal sebagai fase di mana rasa ingin tahu sedang tinggi-tingginya, tetapi kemampuan mengelola emosi dan berkomunikasi masih sangat terbatas. 

Tidak heran jika perilaku seperti menggigit, sering muncul dan membuat orang tua merasa kaget atau khawatir. Meski terlihat mengganggu, kebiasaan ini sebenarnya cukup umum terjadi pada anak usia bayi hingga balita. 

Memahami alasan di balik perilaku ini, bisa membantu melihat situasi dengan lebih tenang, sekaligus menemukan cara yang tepat untuk menghadapinya.

Pada usia ini, anak masih mengandalkan mulut sebagai salah satu “alat utama”, untuk mengenal lingkungan sekitar. Kebiasaan menggigit pun sering kali muncul sebagai bagian dari proses tumbuh kembang, bukan karena niat buruk. 
 
Seperti yang dijelaskan oleh Erin Floyd, PhD, seorang psikolog anak klinis di Atlanta, “Baik itu menggigit lengan teman atau menggigit saat menyusui, balita berusia satu tahun cenderung menggunakan mulut mereka.”

Hal serupa juga ditegaskan oleh Aubyn Stahmer, PhD, seorang psikolog klinis di UC Davis Health. Ia menjelaskan bahwa tindakan ini biasanya muncul, karena emosi yang belum bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Balita tidak memiliki keterampilan bahasa untuk mengekspresikan perasaannya, jadi mereka menggigit untuk menarik perhatian, mengekspresikan kegembiraan, atau mengatakan bahwa mereka frustrasi, cemas, atau bosan,” kata Dr. Stahmer.

Dilansir dari Parents, agar lebih mudah dipahami, berikut adalah beberapa alasan umum mengapa balita suka menggigit.
 

1. Sebagai cara mengenal dunia



(Pada balita, perilaku suka mengigit sering terjadi karena kemampuan komunikasi yang terbatas untuk mengekspresikan emosi. Bisa juga hal ini merupakan bagian dari fase oral dan eksplorasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Menggigit sering kali menjadi bagian dari eksplorasi. Anak kecil memang senang merasakan berbagai benda dengan mulutnya. 

Seperti yang dijelaskan Judith Garrard, PhD, seorang psikolog dan profesor emerita di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Minnesota.

“Anak-anak kecil suka merasakan benda-benda secara oral. Ini adalah cara bagi mereka untuk belajar tentang dunia, sekaligus sumber kenyamanan. Dalam banyak kasus, menggigit hanyalah bentuk eksplorasi sensorik,” katanya.
 

2. Sebagai bentuk komunikasi


Balita sering belum mampu mengungkapkan perasaan dengan jelas. Saat merasa marah, senang, atau frustrasi, menggigit bisa menjadi “bahasa” yang mereka gunakan untuk menyampaikan apa yang dirasakan.
 

3. Untuk membela diri


Kadang perilaku menggigit muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu, misalnya saat mainannya direbut, didorong, atau rambutnya ditarik. 

Pada kondisi seperti ini, balita belum memiliki kemampuan mengendalikan diri, sehingga reaksi yang muncul bisa berupa menggigit.
 

4. Mencoba memahami sebab dan akibat


Di usia ini, anak sedang belajar tentang hubungan antara tindakan dan reaksi. Rasa penasaran membuat mereka ingin tahu apa yang terjadi jika melakukan sesuatu, termasuk menggigit teman atau orang di sekitarnya.
   

5. Karena merasa kewalahan


Kelelahan atau stimulasi berlebihan juga bisa memicu perilaku ini. Saat terlalu lelah, lapar, atau berada di lingkungan yang terlalu ramai, balita lebih mudah kehilangan kendali dan akhirnya menggigit sebagai bentuk pelampiasan.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH