FAMILY

Gara-gara Gadget? Alasan Hidden Kenapa Si Kecil Susah Pegang Pensil

Yatin Suleha
Kamis 02 April 2026 / 11:16
Ringkasnya gini..
  • Sebentar lagi si kecil sekolah. Yuk, Moms lihat apakah ia kesulitan memegang pensil?
  • Kesulitan memegang pensil dengan benar, kini menjadi hal yang semakin sering ditemui pada anak-anak usia dini.
  • Menurut para pendidik dan terapis, kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor perkembangan alami.
Jakarta: Kesulitan memegang pensil dengan benar, kini menjadi hal yang semakin sering ditemui pada anak-anak usia dini.

Banyak anak masuk ke taman kanak-kanak, dengan kemampuan motorik halus yang belum berkembang optimal, terutama dalam hal menggenggam alat tulis. 

Menurut para pendidik dan terapis, kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor perkembangan alami, tetapi juga tidak lepas dari perubahan gaya hidup di era digital.

Dilansir dari Parents, Suzanne Steele, seorang guru taman kanak-kanak di distrik sekolah umum pinggiran kota di California, mengungkapkan bahwa masalah ini semakin mengkhawatirkan. 

“Kesulitan memegang pensil dengan benar, telah menjadi masalah yang sangat umum dan mengkhawatirkan.” 
 
Ia bahkan memperkirakan sekitar setengah dari muridnya mengalami kelemahan dalam keterampilan motorik halus, sehingga kesulitan memegang pensil dengan baik.

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya aktivitas yang melatih keterampilan tangan di rumah. Aktivitas sederhana seperti mewarnai, bermain plastisin, meronce manik-manik, menyusun balok, menggunakan gunting, hingga bermain kartu semakin jarang dilakukan. 

“Aktivitas bermain yang melibatkan tangan seperti mewarnai, bermain adonan mainan, merangkai manik-manik, memanipulasi benda kecil, bermain balok, menggunakan gunting, dan bermain permainan kartu telah digantikan oleh waktu layar,” ujarnya.

Kondisi ini tidak lepas dari kebiasaan anak yang lebih sering berinteraksi dengan gadget. Steele menjelaskan bahwa perubahan ini, berdampak langsung pada perkembangan fisik anak. 

“Anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggesek, mengetuk, dan menatap layar daripada sebelumnya. Hal ini pasti berdampak pada kekuatan tangan, koordinasi motorik halus, dan kemampuan menggunakan pensil dengan benar,” jelasnya.


(Darrion Owens, mantan guru pendidikan khusus dan direktur sumber daya pendidikan di ProCare Therapy, menjelaskan bahwa genggaman yang tidak tepat bisa menyebabkan ketegangan pada otot dan ligamen tangan, selain itu, kemampuan menulis juga dapat terganggu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Dampaknya pun mulai terlihat saat anak memasuki lingkungan sekolah. Steele mengamati berbagai cara memegang pensil yang kurang tepat. 

Ada yang menggenggam dengan seluruh kepalan tangan, menggunakan empat jari sekaligus, atau melipat ibu jari ke dalam. Bahkan, ada juga yang memegang pensil secara horizontal, menyerupai gerakan saat menggunakan layar sentuh. 

“Dalam beberapa tahun terakhir, saya kini melihat siswa yang memegang pensil dalam posisi horizontal, seolah-olah mereka sedang menggesek iPad atau tablet dengan pensil,” katanya.

Selain itu, beberapa anak juga belum memiliki tangan dominan dan mudah merasa lelah saat menulis. Hal ini membuat mereka cepat frustrasi, karena aktivitas menulis terasa berat. 

“Mereka belum membangun daya tahan apa pun untuk aktivitas mewarnai dan menulis, yang kami lakukan di kelas dan menulis membutuhkan banyak usaha.”

Kesulitan ini bisa berdampak pada kemampuan anak mengikuti pelajaran di sekolah, terutama yang berkaitan dengan tulisan tangan. 

Menulis tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga berhubungan dengan perkembangan literasi, ejaan, dan daya ingat. Bahkan di era modern, kebutuhan menulis tangan masih tetap penting. 

“Menulis tangan juga berkaitan dengan perkembangan literasi awal, ejaan, dan daya ingat. Dengan kemunculan kecerdasan buatan (AI), banyak guru dari tingkat sekolah dasar atas hingga sekolah menengah atas mewajibkan tugas ditulis tangan untuk memastikan keaslian pekerjaan, [sehingga kebutuhan untuk menulis mungkin akan semakin meningkat,” ungkap Steele.
 
Jika tidak ditangani sejak dini, masalah ini dapat berdampak jangka panjang. 

Darrion Owens, mantan guru pendidikan khusus dan direktur sumber daya pendidikan di ProCare Therapy, menjelaskan bahwa genggaman yang tidak tepat bisa menyebabkan ketegangan pada otot dan ligamen tangan. 

Hal ini berpotensi menimbulkan nyeri kronis dan kelelahan otot. Selain itu, kemampuan menulis juga dapat terganggu, karena kontrol terhadap pensil menjadi kurang baik, sehingga tulisan terlihat tidak rapi dan sulit dibaca.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH