FAMILY

Cara Mengatasi Balita yang Sangat Sensitif dan Menangis Terus-menerus

A. Firdaus
Jumat 05 Desember 2025 / 15:10
Jakarta: Mendapati anak balita yang sangat sensitif dan sering menangis bisa membuat hari-hari kamu sebagai orang tua terasa melelahkan dan penuh tantangan.

Balita adalah usia di saat mereka sedang belajar mengungkapkan emosi, tapi kadang-kadang tangisan mereka seolah tak berhenti. Terutama saat kamu mencoba mendisiplinkan atau melarang sesuatu.

Jangan khawatir, ini adalah fase normal dalam perkembangan anak, dan ada cara-cara sederhana untuk mengatasi tanpa membuat situasi semakin buruk.

Disadur dari BabyCenter, berikut adalah cara mengatasi balita yang sangat sensitif agar bisa membantu anakmu belajar mengelola emosinya sambil tetap menjaga aturan di rumah.

Semakin marah anakmu, semakin tenanglah kamu. Atau sebaliknya, kecemasan kalian akan saling memperburuk situasi.

Akui perasaannya dengan mengatakan, 'Tidak apa-apa menangis. Aku tahu kamu sedih sekarang, tapi kamu tetap tidak boleh menumpahkan jus di lantai.”

Dengan begitu, kamu memberi izin padanya untuk merasakan apa pun yang dia rasakan sambil tetap dapat menegakkan aturan di rumahmu. Tentu saja sulit melihat anakmu menangis, tapi cobalah ingat bahwa dia tidak harus menikmati saat kamu mendisiplinkannya.

Salah satu penjelasan yang mungkin balita menangis saat dilarang melakukan sesuatu adalah karena dia merasakan ketidaksetujuan terhadap perbuatannya.

Anak-anak seusia ini terkenal sensitif, jadi melihat kamu mengerutkan kening sulit baginya untuk diterima.

Selain itu, balita tidak suka mendengar kata 'tidak' dan oleh karena itu mereka mengekspresikan keluhan mereka dengan cara apa pun. Dalam hal ini, mungkin anak kamu memilih untuk menangis, perilaku yang mungkin si kecil dapatkan banyak manfaatnya saat masih lebih muda.

Cobalah tidak merespons tangisannya dengan banyak perhatian, baik positif maupun negatif, seperti menenangkannya atau memperburuk situasi menjadi perdebatan orang tua-anak yang serius.

Dengan cara ini, balita akan belajar bahwa meskipun menangis adalah hal yang normal, itu tidak selalu membawa solusi.

Cukup tunggu badai berlalu dengan ketenangan sebanyak yang kamu bisa. Dan ketika balita berhasil menahan diri saat kamu mendisiplinkan dia atau menyuruhnya berhenti melakukan sesuatu, pujilah dia karena menjadi anak yang besar dan mendengarkan dengan baik.

Semakin dia tumbuh dewasa, semakin sedikit dia akan rewel saat kamu mencoba mengajarkannya cara terbaik untuk berperilaku.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH