FITNESS & HEALTH
Parno Kuadrat: Kenapa BAB Saat Persalinan Bisa Terjadi?
Yatin Suleha
Senin 18 Mei 2026 / 11:05
- Menjelang persalinan, isi kepala bumil tuh rasanya penuh banget ya.
- Uniknya, dari sekian banyak hal yang bikin parno, takut kelepasan BAB pas proses melahirkan itu menduduki peringkat atas, lho.
- Biar gak makin overthink, kamu harus tahu kalau hal ini sebetulnya super duper normal di dunia medis.
Jakarta: Menjelang persalinan, isi kepala bumil tuh rasanya penuh banget ya. Uniknya, dari sekian banyak hal yang bikin parno, takut kelepasan BAB pas proses melahirkan itu menduduki peringkat atas, lho.
Biar gak makin overthink, kamu harus tahu kalau hal ini sebetulnya super duper normal di dunia medis. Jadi gini, waktu kamu lagi berjuang mengejan demi si bayi, tubuh kita otomatis menggunakan otot yang sama kayak pas lagi buang air besar.
Lucunya lagi, tenaga medis justru sering banget ngasih instruksi: "Ayo Ibu, mengejan yang kuat kayak lagi BAB!"—karena cara itulah yang paling efektif bikin bayi cepat lahir.
Jadi, please gak usah malu atau merasa bersalah lagi, ya! Karena tekanan yang sangat besar di area panggul, tubuh terkadang secara otomatis juga mengeluarkan sisa tinja saat proses mengejan berlangsung.
Hal tersebut bukan sesuatu yang aneh atau memalukan, melainkan bagian alami dari proses persalinan.
Banyak ibu hamil merasa malu membayangkan situasi tersebut terjadi di depan dokter, bidan, atau pasangan. Padahal, bagi tenaga medis yang menangani persalinan setiap hari, kondisi itu sudah sangat biasa.

(Saat mengejan, kepala bayi turun ke jalan lahir dan menekan usus serta rektum (bagian akhir usus besar). Tekanan inilah yang mendorong sisa feses keluar. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
“Dokter kandungan bukanlah orang yang mudah jijik,” kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Bahkan, menurut Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy dalam Parents, keluarnya tinja saat mengejan justru bisa menjadi tanda bahwa dorongan, yang dilakukan sudah benar dan cukup kuat untuk membantu bayi lahir.
Perawat dan tim medis di ruang bersalin, juga sudah terbiasa menangani situasi tersebut dengan cepat dan tenang.
Biasanya proses pembersihan dilakukan secara hati-hati, sehingga banyak ibu melahirkan bahkan tidak menyadari apa, yang terjadi selama fokus menghadapi kontraksi dan proses persalinan.
Rasa malu atau takut sering muncul, karena banyak orang menganggap proses persalinan harus terlihat sempurna. Padahal kenyataannya, melahirkan adalah proses alami tubuh, yang melibatkan banyak perubahan fisik dan reaksi spontan.
Selain itu, fokus utama di ruang persalinan biasanya tertuju pada kondisi ibu dan bayi, bukan pada hal-hal kecil yang sebenarnya sangat normal terjadi selama proses melahirkan.
Bagi banyak tenaga kesehatan, buang air besar saat persalinan hanyalah bagian kecil, dari proses panjang menyambut kelahiran bayi. Oleh karena itu, tidak perlu merasa takut berlebihan atau menyalahkan diri sendiri jika hal tersebut terjadi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Biar gak makin overthink, kamu harus tahu kalau hal ini sebetulnya super duper normal di dunia medis. Jadi gini, waktu kamu lagi berjuang mengejan demi si bayi, tubuh kita otomatis menggunakan otot yang sama kayak pas lagi buang air besar.
Lucunya lagi, tenaga medis justru sering banget ngasih instruksi: "Ayo Ibu, mengejan yang kuat kayak lagi BAB!"—karena cara itulah yang paling efektif bikin bayi cepat lahir.
Jadi, please gak usah malu atau merasa bersalah lagi, ya! Karena tekanan yang sangat besar di area panggul, tubuh terkadang secara otomatis juga mengeluarkan sisa tinja saat proses mengejan berlangsung.
Hal tersebut bukan sesuatu yang aneh atau memalukan, melainkan bagian alami dari proses persalinan.
Tenaga medis sudah sangat terbiasa
Banyak ibu hamil merasa malu membayangkan situasi tersebut terjadi di depan dokter, bidan, atau pasangan. Padahal, bagi tenaga medis yang menangani persalinan setiap hari, kondisi itu sudah sangat biasa.

(Saat mengejan, kepala bayi turun ke jalan lahir dan menekan usus serta rektum (bagian akhir usus besar). Tekanan inilah yang mendorong sisa feses keluar. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
“Dokter kandungan bukanlah orang yang mudah jijik,” kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Bahkan, menurut Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy dalam Parents, keluarnya tinja saat mengejan justru bisa menjadi tanda bahwa dorongan, yang dilakukan sudah benar dan cukup kuat untuk membantu bayi lahir.
Perawat dan tim medis di ruang bersalin, juga sudah terbiasa menangani situasi tersebut dengan cepat dan tenang.
Biasanya proses pembersihan dilakukan secara hati-hati, sehingga banyak ibu melahirkan bahkan tidak menyadari apa, yang terjadi selama fokus menghadapi kontraksi dan proses persalinan.
Tidak perlu merasa malu
Rasa malu atau takut sering muncul, karena banyak orang menganggap proses persalinan harus terlihat sempurna. Padahal kenyataannya, melahirkan adalah proses alami tubuh, yang melibatkan banyak perubahan fisik dan reaksi spontan.
Selain itu, fokus utama di ruang persalinan biasanya tertuju pada kondisi ibu dan bayi, bukan pada hal-hal kecil yang sebenarnya sangat normal terjadi selama proses melahirkan.
Bagi banyak tenaga kesehatan, buang air besar saat persalinan hanyalah bagian kecil, dari proses panjang menyambut kelahiran bayi. Oleh karena itu, tidak perlu merasa takut berlebihan atau menyalahkan diri sendiri jika hal tersebut terjadi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)