FAMILY

Kenali Tanda Spons Cuci Piringmu Udah Waktunya Pensiun

Yatin Suleha
Senin 18 Mei 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Kebanyakan dari kita baru mau buang spons cuci piring kalau kondisinya udah hancur banget atau baunya mulai menyengat.
  • Padahal, spons yang keliatannya oke-oke aja bisa jadi sarang bakteri kalau dipakai kelamaan.
  • Bayangkan aja, spons kan tiap hari kena air, sisa makanan, dan minyak, makanya kondisinya jadi lembap banget dan disukai kuman.
Jakarta: Kebanyakan dari kita baru mau buang spons cuci piring kalau kondisinya udah hancur banget atau baunya mulai menyengat. Padahal, spons yang keliatannya oke-oke aja bisa jadi sarang bakteri kalau dipakai kelamaan. 

Bayangkan aja, spons kan tiap hari kena air, sisa makanan, dan minyak, makanya kondisinya jadi lembap banget dan disukai kuman.

Dilansir dari Better Homes and Gardens, Rhonda Wilson—seorang pakar kebersihan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun—menyarankan kalau waktu paling ideal buat ganti spons cuci piring itu sebenarnya seminggu sekali!
 
Meski terdengar terlalu cepat, spons memiliki pori-pori kecil, yang terus menyerap kelembapan dan sisa kotoran setiap kali digunakan. Semakin lama dipakai, semakin banyak bakteri yang menumpuk di dalamnya.

Dalam beberapa kondisi, spons memang bisa bertahan sedikit lebih lama, tergantung frekuensi pemakaian dan cara merawatnya.

Namun demi menjaga kebersihan dapur, mengganti spons secara rutin tetap menjadi pilihan paling aman.

“Jangan tunggu sampai spons kamu berbau busuk sebelum menggantinya,” kata Wilson.
 

Tanda spons sudah harus diganti


Selain mengikuti jadwal mingguan, ada beberapa tanda yang menunjukkan spons sudah tidak layak digunakan lagi, meski belum terlalu lama dipakai.
 

1. Mengeluarkan bau apek



(Spons yang terlalu lama digunakan berpotensi menyebarkan bakteri ke area dapur tanpa disadari. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Spons yang tetap berbau meski sudah dicuci berkali-kali, biasanya menandakan adanya penumpukan bakteri di dalam pori-porinya. Bau lembap atau apek menjadi salah satu tanda paling umum, bahwa spons sudah waktunya dibuang.
 

2. Tekstur mulai berlendir


Spons yang terasa licin, berlendir, atau mulai mengelupas juga tidak lagi efektif digunakan untuk membersihkan. Kondisi tersebut justru bisa membuat kotoran dan bakteri, berpindah ke piring atau permukaan dapur lainnya.
   

3. Bentuk sudah rusak


Ketika spons mulai kusut, hancur, kehilangan bentuk, atau tampak terlalu tipis, kemampuannya untuk membersihkan otomatis ikut menurun. Spons yang sudah aus juga lebih sulit dipakai, untuk menjangkau sudut-sudut peralatan makan.

Selain membuat proses mencuci jadi kurang maksimal, spons yang terlalu lama digunakan, berpotensi menyebarkan bakteri ke area dapur tanpa disadari. 

Oleh karena itu, mengganti spons secara rutin menjadi langkah sederhana, tetapi penting untuk menjaga kebersihan rumah tetap aman dan higienis.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH