FAMILY
Lagi Hamil Terus Muncul Varises di Area Miss V? Ternyata Banyak yang Mengalami
A. Firdaus
Sabtu 16 Mei 2026 / 11:15
- Beberapa ibu hamil, juga mengalami kondisi serupa di area kaki atau telapak kaki, selama masa kehamilan.
- Varises vulva, sering disebut varises vagina.
- Risiko mengalami varises vulva juga bisa lebih tinggi.
Jakarta: Kehamilan memang membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk perubahan yang jarang dibahas, seperti munculnya varises di area vagina. Kondisi ini dikenal sebagai varises vulva, yaitu pembuluh darah yang membesar dan tampak menonjol di sekitar bibir vagina, akibat tekanan selama kehamilan.
“Varises vulva, sering disebut varises vagina, adalah pembuluh darah yang membesar atau bengkak di bibir vagina,” kata Michele Hakakha, MD, seorang spesialis kebidanan dan kandungan di Beverly Hills dalam Parents.
Kondisi ini terjadi karena rahim yang semakin membesar, menekan pembuluh darah di area panggul dan vagina. Akibatnya, aliran darah menjadi kurang lancar dan pembuluh darah terlihat lebih menonjol. Beberapa ibu hamil, juga mengalami kondisi serupa di area kaki atau telapak kaki, selama masa kehamilan.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, tekanan pada bagian bawah tubuh juga semakin meningkat. Berat bayi dan perubahan hormon membuat pembuluh darah bekerja lebih keras, sehingga memicu pembengkakan di area tertentu, termasuk area intim.
Risiko mengalami varises vulva juga bisa lebih tinggi, jika pernah mengalaminya di kehamilan sebelumnya. Meski tampilannya kadang membuat khawatir, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
“Kabar baiknya adalah pembuluh darah ini tidak akan pecah dan berdarah, terlepas dari seberapa besar penampilannya,” kata dr. Hakakha.
Walaupun varises vulva sulit dicegah sepenuhnya selama hamil, ada beberapa cara, yang bisa membantu mengurangi tekanan dan rasa tidak nyaman.
Dokter. Hakakha menyarankan penggunaan V-belt, yaitu sabuk penyangga khusus kehamilan, yang membantu menopang area perut dan panggul. Selain itu, pakaian yang pas di tubuh seperti legging maternity, juga dapat membantu mendistribusikan beban perut dengan lebih seimbang, selama masih terasa nyaman dipakai.
Menjaga tubuh tetap aktif juga penting selama kehamilan. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Sebaliknya, terlalu lama duduk atau kurang bergerak, justru bisa membuat kondisi terasa lebih berat.
Meski sering membuat panik saat pertama kali muncul, varises vulva umumnya tidak membahayakan bayi maupun proses persalinan. Setelah melahirkan, pembuluh darah yang membesar biasanya akan perlahan mengecil kembali, bahkan dalam banyak kasus bisa hilang sepenuhnya.
“Varises vulva tidak menimbulkan risiko apa pun bagi bayi atau persalinan,” kata dr. Hakakha.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
“Varises vulva, sering disebut varises vagina, adalah pembuluh darah yang membesar atau bengkak di bibir vagina,” kata Michele Hakakha, MD, seorang spesialis kebidanan dan kandungan di Beverly Hills dalam Parents.
Kondisi ini terjadi karena rahim yang semakin membesar, menekan pembuluh darah di area panggul dan vagina. Akibatnya, aliran darah menjadi kurang lancar dan pembuluh darah terlihat lebih menonjol. Beberapa ibu hamil, juga mengalami kondisi serupa di area kaki atau telapak kaki, selama masa kehamilan.
Kenapa varises vulva bisa terjadi saat hamil?
Seiring bertambahnya usia kehamilan, tekanan pada bagian bawah tubuh juga semakin meningkat. Berat bayi dan perubahan hormon membuat pembuluh darah bekerja lebih keras, sehingga memicu pembengkakan di area tertentu, termasuk area intim.
Risiko mengalami varises vulva juga bisa lebih tinggi, jika pernah mengalaminya di kehamilan sebelumnya. Meski tampilannya kadang membuat khawatir, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
“Kabar baiknya adalah pembuluh darah ini tidak akan pecah dan berdarah, terlepas dari seberapa besar penampilannya,” kata dr. Hakakha.
Cara mengurangi rasa tidak nyaman akibat varises vulva
Walaupun varises vulva sulit dicegah sepenuhnya selama hamil, ada beberapa cara, yang bisa membantu mengurangi tekanan dan rasa tidak nyaman.
Dokter. Hakakha menyarankan penggunaan V-belt, yaitu sabuk penyangga khusus kehamilan, yang membantu menopang area perut dan panggul. Selain itu, pakaian yang pas di tubuh seperti legging maternity, juga dapat membantu mendistribusikan beban perut dengan lebih seimbang, selama masih terasa nyaman dipakai.
Menjaga tubuh tetap aktif juga penting selama kehamilan. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Sebaliknya, terlalu lama duduk atau kurang bergerak, justru bisa membuat kondisi terasa lebih berat.
Apakah varises vulva berbahaya untuk bayi?
Meski sering membuat panik saat pertama kali muncul, varises vulva umumnya tidak membahayakan bayi maupun proses persalinan. Setelah melahirkan, pembuluh darah yang membesar biasanya akan perlahan mengecil kembali, bahkan dalam banyak kasus bisa hilang sepenuhnya.
“Varises vulva tidak menimbulkan risiko apa pun bagi bayi atau persalinan,” kata dr. Hakakha.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)