FAMILY
Hamil Bikin Gairah Seks Naik Turun, Pasangan Jangan Baper Dulu
A. Firdaus
Jumat 15 Mei 2026 / 20:18
- Kondisi ini sebenarnya cukup normal dan banyak dialami oleh pasangan.
- Perubahan gairah seksual selama kehamilan adalah hal yang sangat umum.
- Kekhawatiran soal keamanan hubungan intim selama kehamilan juga cukup sering terjadi.
Jakarta: Kehamilan tidak hanya mengubah kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi gairah seksual. Sebagian ibu hamil mungkin merasa libido meningkat, tetapi tidak sedikit juga yang justru kehilangan minat untuk berhubungan intim selama masa kehamilan.
Kondisi ini sebenarnya cukup normal dan banyak dialami oleh pasangan, selama menjalani perubahan besar menjelang kelahiran bayi.
Pada awal kehamilan, rasa lelah berlebihan, mual, dan perubahan hormon sering membuat tubuh terasa tidak nyaman. Sehingga gairah seksual ikut menurun.
Memasuki trimester berikutnya, perubahan bentuk tubuh seperti perut yang semakin besar, nyeri punggung, hingga tubuh yang terasa pegal juga dapat membuat hubungan intim terasa lebih sulit dilakukan.
Selain faktor fisik, sebagian ibu hamil juga merasa khawatir hubungan seksual bisa membahayakan janin. Rasa cemas tersebut, sering membuat keinginan untuk berhubungan menjadi berkurang.
Dilansir dari Parents, menurut Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy, perubahan gairah seksual selama kehamilan adalah hal yang sangat umum.
Bahkan, banyak ibu hamil merasa terlalu lelah atau tidak nyaman secara fisik, untuk melakukan hubungan intim di periode tertentu selama kehamilan.
Namun, kondisi ini biasanya tidak menetap. Gairah seksual bisa berubah-ubah sepanjang masa kehamilan. Pada satu waktu mungkin terasa tidak tertarik, tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian keinginan tersebut bisa kembali muncul.
Kekhawatiran soal keamanan hubungan intim selama kehamilan juga cukup sering terjadi. Padahal, selama tidak ada kondisi medis tertentu dan tenaga kesehatan tidak melarang, hubungan seksual umumnya aman dilakukan.
“Bayi mengapung dalam cairan ketuban dan terlindungi di dalam rahim, yang merupakan otot tebal dan kuat,” kata dr. Riley.
Oleh karena itu, janin umumnya tetap aman selama hubungan seksual dilakukan, dengan nyaman dan tanpa tekanan berlebihan.
Salah satu hal yang bisa membantu adalah membicarakan rasa takut, cemas, atau ketidaknyamanan dengan pasangan secara terbuka. Menurut dr. Riley, komunikasi yang baik sering kali membantu membuat ibu hamil merasa lebih tenang, sehingga hubungan dengan pasangan tetap terjaga.
Selain itu, penting juga memahami bahwa perubahan libido selama kehamilan bukan sesuatu yang aneh atau perlu dipermasalahkan berlebihan. Tubuh sedang bekerja keras menyesuaikan diri dengan perubahan hormon dan perkembangan bayi.
Jika penurunan gairah seksual mulai memengaruhi hubungan dengan pasangan, rasa percaya diri, atau kondisi emosional sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor dapat menjadi langkah yang membantu.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Kondisi ini sebenarnya cukup normal dan banyak dialami oleh pasangan, selama menjalani perubahan besar menjelang kelahiran bayi.
Kenapa gairah seks bisa menurun saat hamil?
Pada awal kehamilan, rasa lelah berlebihan, mual, dan perubahan hormon sering membuat tubuh terasa tidak nyaman. Sehingga gairah seksual ikut menurun.
Memasuki trimester berikutnya, perubahan bentuk tubuh seperti perut yang semakin besar, nyeri punggung, hingga tubuh yang terasa pegal juga dapat membuat hubungan intim terasa lebih sulit dilakukan.
Selain faktor fisik, sebagian ibu hamil juga merasa khawatir hubungan seksual bisa membahayakan janin. Rasa cemas tersebut, sering membuat keinginan untuk berhubungan menjadi berkurang.
Dilansir dari Parents, menurut Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy, perubahan gairah seksual selama kehamilan adalah hal yang sangat umum.
Bahkan, banyak ibu hamil merasa terlalu lelah atau tidak nyaman secara fisik, untuk melakukan hubungan intim di periode tertentu selama kehamilan.
Namun, kondisi ini biasanya tidak menetap. Gairah seksual bisa berubah-ubah sepanjang masa kehamilan. Pada satu waktu mungkin terasa tidak tertarik, tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian keinginan tersebut bisa kembali muncul.
Hubungan seks saat hamil apakah aman?
Kekhawatiran soal keamanan hubungan intim selama kehamilan juga cukup sering terjadi. Padahal, selama tidak ada kondisi medis tertentu dan tenaga kesehatan tidak melarang, hubungan seksual umumnya aman dilakukan.
“Bayi mengapung dalam cairan ketuban dan terlindungi di dalam rahim, yang merupakan otot tebal dan kuat,” kata dr. Riley.
Oleh karena itu, janin umumnya tetap aman selama hubungan seksual dilakukan, dengan nyaman dan tanpa tekanan berlebihan.
Cara mengatasi penurunan gairah seks saat hamil
Salah satu hal yang bisa membantu adalah membicarakan rasa takut, cemas, atau ketidaknyamanan dengan pasangan secara terbuka. Menurut dr. Riley, komunikasi yang baik sering kali membantu membuat ibu hamil merasa lebih tenang, sehingga hubungan dengan pasangan tetap terjaga.
Selain itu, penting juga memahami bahwa perubahan libido selama kehamilan bukan sesuatu yang aneh atau perlu dipermasalahkan berlebihan. Tubuh sedang bekerja keras menyesuaikan diri dengan perubahan hormon dan perkembangan bayi.
Kapan harus berkonsultasi?
Jika penurunan gairah seksual mulai memengaruhi hubungan dengan pasangan, rasa percaya diri, atau kondisi emosional sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor dapat menjadi langkah yang membantu.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)