- Begitu anak udah aman dari sumber listrik, jangan langsung bisa bernapas lega ya.
- Banyak banget kasus sengatan listrik yang luarnya kelihatan "baik-baik saja".
- Padahal sebenarnya menyimpan risiko serius di dalam tubuh si kecil.
Jakarta: Begitu anak udah aman dari sumber listrik, jangan langsung bisa bernapas lega ya. Masalahnya, banyak banget kasus sengatan listrik yang luarnya kelihatan "baik-baik saja", padahal sebenarnya menyimpan risiko serius di dalam tubuh si kecil.
Kondisi kayak gangguan irama jantung, luka bakar dalam, atau kerusakan organ itu tipe bahaya yang gak selalu langsung kelihatan di permukaan.
Makanya, haram hukumnya buat menyepelekan situasi ini, walaupun anak tampak sadar atau cuma nangis bentar.
Di momen krusial begini, tindakan kita yang cepat dan tepat bisa jadi penentu keselamatannya. Paham betul kapan harus langsung cari bantuan medis bakal bikin perbedaan besar buat nyawa mereka.
Dilansir dari BabyCenter, berikut langkah yang perlu dilakukan setelah anak tersengat listrik.
1. Segera minta bantuan orang lain untuk menghubungi layanan darurat 112, atau nomor darurat setempat, lalu mulai lakukan CPR.
2. Jika sendirian, lakukan CPR selama sekitar dua menit terlebih dahulu, kemudian baru hubungi layanan darurat.
3. Teruskan CPR sampai bantuan medis datang, atau sampai ada tanda-tanda pernapasan kembali.

(Saat anak kesetrum listrik, hindari sentuh anak dengan tangan kosong. Gunakan benda kering non-konduktor seperti kayu, kain tebal, atau kertas gulung untuk menjauhkan anak dari sumber listrik. Foto: Ilustrasi/Generate Ai)
Jika muncul tanda-tanda syok, misalnya kulit terasa dingin dan lembap, tampak pucat, napas atau denyut nadi menjadi cepat
1. Segera hubungi layanan darurat
2. Baringkan tubuh anak dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari badan
3. Angkat kedua kaki untuk membantu aliran darah tetap stabil
1. Segera bawa ke ruang gawat darurat untuk penanganan lebih lanjut.
2. Hindari menyentuh area luka bakar, tidak memecahkan lepuhan, dan tidak melepas pakaian yang menempel pada luka.
3. Penanganan luka bakar sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis, karena bisa melibatkan kerusakan jaringan di dalam tubuh.
4. Luka bakar di area mulut perlu perhatian khusus, karena bisa tampak ringan di luar tetapi lebih dalam di dalam, bahkan bisa menyebabkan perdarahan beberapa jam atau hari kemudian.
5. Jika terjadi perdarahan di mulut, tutup dengan perban bersih dan segera hubungi tenaga medis
1. Tetap hubungi dokter atau pergi ke unit gawat darurat untuk pemeriksaan.
2. Evaluasi medis tetap diperlukan, karena efek sengatan listrik tidak selalu langsung terlihat, dan bisa muncul beberapa waktu setelah kejadian.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Kondisi kayak gangguan irama jantung, luka bakar dalam, atau kerusakan organ itu tipe bahaya yang gak selalu langsung kelihatan di permukaan.
Makanya, haram hukumnya buat menyepelekan situasi ini, walaupun anak tampak sadar atau cuma nangis bentar.
Di momen krusial begini, tindakan kita yang cepat dan tepat bisa jadi penentu keselamatannya. Paham betul kapan harus langsung cari bantuan medis bakal bikin perbedaan besar buat nyawa mereka.
Baca Juga :
11 Langkah Simpel Biar Anak Gak Kena Listrik
Dilansir dari BabyCenter, berikut langkah yang perlu dilakukan setelah anak tersengat listrik.
Jika anak tidak bernapas atau tidak ada denyut nadi
1. Segera minta bantuan orang lain untuk menghubungi layanan darurat 112, atau nomor darurat setempat, lalu mulai lakukan CPR.
2. Jika sendirian, lakukan CPR selama sekitar dua menit terlebih dahulu, kemudian baru hubungi layanan darurat.
3. Teruskan CPR sampai bantuan medis datang, atau sampai ada tanda-tanda pernapasan kembali.

(Saat anak kesetrum listrik, hindari sentuh anak dengan tangan kosong. Gunakan benda kering non-konduktor seperti kayu, kain tebal, atau kertas gulung untuk menjauhkan anak dari sumber listrik. Foto: Ilustrasi/Generate Ai)
Jika muncul tanda-tanda syok, misalnya kulit terasa dingin dan lembap, tampak pucat, napas atau denyut nadi menjadi cepat
1. Segera hubungi layanan darurat
2. Baringkan tubuh anak dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari badan
3. Angkat kedua kaki untuk membantu aliran darah tetap stabil
Jika terdapat luka bakar akibat listrik
1. Segera bawa ke ruang gawat darurat untuk penanganan lebih lanjut.
2. Hindari menyentuh area luka bakar, tidak memecahkan lepuhan, dan tidak melepas pakaian yang menempel pada luka.
3. Penanganan luka bakar sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis, karena bisa melibatkan kerusakan jaringan di dalam tubuh.
4. Luka bakar di area mulut perlu perhatian khusus, karena bisa tampak ringan di luar tetapi lebih dalam di dalam, bahkan bisa menyebabkan perdarahan beberapa jam atau hari kemudian.
5. Jika terjadi perdarahan di mulut, tutup dengan perban bersih dan segera hubungi tenaga medis
Jika anak tampak baik-baik saja tanpa gejala
1. Tetap hubungi dokter atau pergi ke unit gawat darurat untuk pemeriksaan.
2. Evaluasi medis tetap diperlukan, karena efek sengatan listrik tidak selalu langsung terlihat, dan bisa muncul beberapa waktu setelah kejadian.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)