WISATA
Experience Jadi Alasan Baru Orang Traveling, Bukan Lagi Sekadar Destinasi
A. Firdaus
Sabtu 23 Mei 2026 / 17:34
- Marriott Bonvoy ingin menghadirkan pengalaman traveling, yang lebih dekat dengan minat dan passion para traveler masa kini.
- Marriott Bonvoy baru-baru ini melakukan survei di Indonesia, untuk melihat faktor utama yang dipertimbangkan masyarakat saat bepergian.
- Marriott Bonvoy sebenarnya sudah lama fokus menghadirkan pengalaman eksklusif bagi para member mereka di berbagai negara.
Jakarta: Cara orang menikmati perjalanan kini mulai berubah. Traveling tidak lagi hanya soal mencari hotel nyaman atau destinasi populer, tetapi juga pengalaman yang terasa lebih personal dan berkesan.
Melihat tren tersebut, Marriott Bonvoy Indonesia resmi meluncurkan “The Circle by Marriott Bonvoy”, sebuah inisiatif baru yang menggabungkan hospitality, budaya, hiburan, hingga gaya hidup dalam satu pengalaman perjalanan.
Program ini diumumkan pada Kamis (22/5) dan akan dibuka lewat edisi perdana bertajuk “Jejak Nada” yang digelar pada 3 Juli 2026 di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta bersama Andi Rianto dan Magenta Orchestra.
Melalui The Circle, Marriott Bonvoy ingin menghadirkan pengalaman traveling, yang lebih dekat dengan minat dan passion para traveler masa kini. Saat ini banyak traveler menjadikan pengalaman sebagai alasan utama dalam menentukan perjalanan.
“Di Marriott Bonvoy, kami percaya hospitality bukan hanya soal tempat menginap, tetapi tentang menciptakan pengalaman bermakna, yang bisa terus diingat setelah perjalanan selesai,” ujar Ramesh Jackson, Regional Vice President, Indonesia dan Malaysia, Marriott International dalam acara The Circle by Marriott Bonvoy: Jejak Nada di The St. Regis Jakarta, Jum'at (22/05/26).
Menurutnya, Marriott Bonvoy baru-baru ini melakukan survei di Indonesia, untuk melihat faktor utama yang dipertimbangkan masyarakat saat bepergian. Hasilnya, pengalaman menjadi hal paling penting dibanding destinasi maupun brand hotel.
“Kami melihat wisatawan sekarang mencari sesuatu, yang lebih personal dan berkesan. Itu berlaku untuk berbagai kalangan, mulai dari Gen Z, milenial, solo traveler, sampai keluarga,” katanya.
Oleh karena itu, Marriott Bonvoy mulai menghadirkan konsep perjalanan yang lebih immersive, di mana traveler tidak hanya menikmati tempat menginap, tetapi juga aktivitas, budaya, hiburan, dan koneksi emosional selama perjalanan.
Jackson menjelaskan, Marriott Bonvoy sebenarnya sudah lama fokus menghadirkan pengalaman eksklusif bagi para member mereka di berbagai negara. Mulai dari Formula 1, tenis, hingga berbagai event lifestyle lainnya.
“Kami selalu lebih dari sekadar program hotel atau penginapan. Fokus kami adalah menciptakan pengalaman bagi para tamu,” jelasnya.
Di Indonesia sendiri, ide menghadirkan The Circle muncul dari keinginan Marriott Bonvoy, untuk tampil berbeda dan lebih dekat dengan gaya hidup traveler lokal.
Sebelumnya, Marriott Bonvoy telah menjalankan program “Life at Aloft” di berbagai kota di Indonesia, melalui serangkaian event lifestyle dan hiburan. Program tersebut mendapat respons positif hingga akhirnya menjadi inspirasi lahirnya The Circle.
“Kami ingin dikenal bukan hanya karena hotel-hotel yang hebat, tetapi juga karena pengalaman yang kami hadirkan,” lanjut Jackson.
Meski dibuka lewat konser orkestra, The Circle tidak akan berfokus hanya pada musik. Marriott Bonvoy juga berencana menghadirkan berbagai pengalaman lain, yang dekat dengan traveler Indonesia, termasuk kuliner, olahraga, hingga lifestyle activity.
Jackson menilai minat traveler saat ini semakin luas dan pengalaman, seperti food journey maupun sports tourism juga semakin diminati.
“Kuliner sangat populer di Indonesia, begitu juga olahraga dan berbagai aktivitas lifestyle lainnya. Jadi akan ada lebih banyak pengalaman yang kami hadirkan lewat The Circle,” ujarnya.
Melalui konsep ini, Marriott Bonvoy ingin menjadikan perjalanan sebagai pengalaman yang lebih emosional dan membekas, bukan sekadar aktivitas menginap semata.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Melihat tren tersebut, Marriott Bonvoy Indonesia resmi meluncurkan “The Circle by Marriott Bonvoy”, sebuah inisiatif baru yang menggabungkan hospitality, budaya, hiburan, hingga gaya hidup dalam satu pengalaman perjalanan.
Program ini diumumkan pada Kamis (22/5) dan akan dibuka lewat edisi perdana bertajuk “Jejak Nada” yang digelar pada 3 Juli 2026 di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta bersama Andi Rianto dan Magenta Orchestra.
Melalui The Circle, Marriott Bonvoy ingin menghadirkan pengalaman traveling, yang lebih dekat dengan minat dan passion para traveler masa kini. Saat ini banyak traveler menjadikan pengalaman sebagai alasan utama dalam menentukan perjalanan.
“Di Marriott Bonvoy, kami percaya hospitality bukan hanya soal tempat menginap, tetapi tentang menciptakan pengalaman bermakna, yang bisa terus diingat setelah perjalanan selesai,” ujar Ramesh Jackson, Regional Vice President, Indonesia dan Malaysia, Marriott International dalam acara The Circle by Marriott Bonvoy: Jejak Nada di The St. Regis Jakarta, Jum'at (22/05/26).
Menurutnya, Marriott Bonvoy baru-baru ini melakukan survei di Indonesia, untuk melihat faktor utama yang dipertimbangkan masyarakat saat bepergian. Hasilnya, pengalaman menjadi hal paling penting dibanding destinasi maupun brand hotel.
“Kami melihat wisatawan sekarang mencari sesuatu, yang lebih personal dan berkesan. Itu berlaku untuk berbagai kalangan, mulai dari Gen Z, milenial, solo traveler, sampai keluarga,” katanya.
Oleh karena itu, Marriott Bonvoy mulai menghadirkan konsep perjalanan yang lebih immersive, di mana traveler tidak hanya menikmati tempat menginap, tetapi juga aktivitas, budaya, hiburan, dan koneksi emosional selama perjalanan.
Marriott Bonvoy ingin hadirkan experience lebih personal
Jackson menjelaskan, Marriott Bonvoy sebenarnya sudah lama fokus menghadirkan pengalaman eksklusif bagi para member mereka di berbagai negara. Mulai dari Formula 1, tenis, hingga berbagai event lifestyle lainnya.
“Kami selalu lebih dari sekadar program hotel atau penginapan. Fokus kami adalah menciptakan pengalaman bagi para tamu,” jelasnya.
Di Indonesia sendiri, ide menghadirkan The Circle muncul dari keinginan Marriott Bonvoy, untuk tampil berbeda dan lebih dekat dengan gaya hidup traveler lokal.
Sebelumnya, Marriott Bonvoy telah menjalankan program “Life at Aloft” di berbagai kota di Indonesia, melalui serangkaian event lifestyle dan hiburan. Program tersebut mendapat respons positif hingga akhirnya menjadi inspirasi lahirnya The Circle.
“Kami ingin dikenal bukan hanya karena hotel-hotel yang hebat, tetapi juga karena pengalaman yang kami hadirkan,” lanjut Jackson.
Tidak hanya musik, akan ada kuliner hingga sports experience
Meski dibuka lewat konser orkestra, The Circle tidak akan berfokus hanya pada musik. Marriott Bonvoy juga berencana menghadirkan berbagai pengalaman lain, yang dekat dengan traveler Indonesia, termasuk kuliner, olahraga, hingga lifestyle activity.
Jackson menilai minat traveler saat ini semakin luas dan pengalaman, seperti food journey maupun sports tourism juga semakin diminati.
“Kuliner sangat populer di Indonesia, begitu juga olahraga dan berbagai aktivitas lifestyle lainnya. Jadi akan ada lebih banyak pengalaman yang kami hadirkan lewat The Circle,” ujarnya.
Melalui konsep ini, Marriott Bonvoy ingin menjadikan perjalanan sebagai pengalaman yang lebih emosional dan membekas, bukan sekadar aktivitas menginap semata.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)