FAMILY
Secret Recipe Biar Bayi Cepet Ngobrol, Orang Tua Wajib Coba Trik Ini!
Yatin Suleha
Selasa 19 Mei 2026 / 10:05
- Bayi jago ngomong itu butuh proses! Sejak lahir, mereka belajar berkomunikasi lewat hal-hal kecil.
- Pengen stimulasi bahasanya makin optimal? Sering-sering deh ajak si kecil ngobrol, bacain buku, atau main bareng.
- Aktivitas seru ini efektif banget bantu otak bayi merekam kosakata baru.
Jakarta: Bayi jago ngomong itu butuh proses! Sejak lahir, mereka belajar berkomunikasi lewat hal-hal kecil di sekitar mereka. Senyuman manis dan sentuhan lembut dari orang tua adalah cara pertama mereka kenalan dengan dunia.
Pengen stimulasi bahasanya makin optimal? Sering-sering deh ajak si kecil ngobrol, bacain buku, atau main bareng.
Aktivitas seru ini efektif banget bantu otak bayi merekam kosakata baru. Support penuh dari orang tua dan keluarga adalah kunci utama biar anak cepat tanggap berkomunikasi!
Bayi berkembang dengan baik ketika berada di lingkungan, yang penuh rasa aman dan kasih sayang. Melihat senyuman dan mendengar suara yang lembut dapat membuat bayi merasa tenang, sekaligus membantu proses belajar mereka.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah enam cara yang dapat membantu perkembangan bahasa dan komunikasi bayi
Sejak lahir, bayi dapat diajak berbicara sepanjang hari. Ceritakan aktivitas yang sedang dilakukan, seperti ke mana akan pergi atau apa yang sedang terjadi di sekitar. Komunikasi tatap muka sangat penting untuk perkembangan bahasa.
Saat bayi semakin besar, tunjukkan benda di sekitar sambil menyebutkan namanya. Semakin banyak kata yang didengar setiap hari, semakin banyak pula kata yang akan dikenali dan digunakan di kemudian hari.
.jpg)
(Pemeriksaan juga dianjurkan jika bayi tidak merespons suara di sekitar pada usia 6 bulan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Membacakan buku untuk bayi sejak mereka masih sangat kecil dapat membantu perkembangan kemampuan berbicara. Walaupun bayi belum memahami isi cerita, mereka dapat menangkap ritme, pola, dan rima dalam bahasa. Hal ini membantu mempersiapkan otak untuk memahami tata bahasa dan kosakata.
Bermain membantu bayi memahami bagaimana dunia bekerja. Mainan dan permainan, yang sesuai dengan usia dapat mendukung perkembangan mental dan fisik mereka.
Perilaku baik sebaiknya lebih sering diberi pujian, dibandingkan menegur perilaku yang kurang tepat. Idealnya, dorongan terhadap perilaku positif dilakukan sekitar empat kali lebih sering, daripada menegur perilaku yang buruk.
Sentuhan, pelukan, dan perhatian membantu bayi merasa dicintai dan aman, yang penting bagi perkembangan emosional dan komunikasi mereka.
Bayi biasanya menjalani pemeriksaan pendengaran beberapa hari setelah lahir. Namun, gangguan pendengaran bisa muncul seiring waktu.
Jika bayi tidak terkejut saat mendengar suara keras atau tidak tampak mengenali suara orang tua dalam tiga bulan pertama kehidupan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak untuk pemeriksaan pendengaran.
Setiap bayi berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Ada bayi yang mencapai tahap perkembangan lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu sedikit lebih lama.
Namun, keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan tertentu bisa menjadi tanda adanya masalah yang mendasar. Jika muncul kekhawatiran terkait perkembangan bahasa bayi, sebaiknya hal tersebut dibicarakan dengan dokter.
Pemeriksaan juga dianjurkan jika bayi tidak menunjukkan beberapa hal berikut:
1. Tidak merespons suara di sekitar pada usia 6 bulan
2. Tidak merespons nama sendiri pada usia 9 bulan
3. Tidak mengikuti perintah sederhana pada usia 18 bulan
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Pengen stimulasi bahasanya makin optimal? Sering-sering deh ajak si kecil ngobrol, bacain buku, atau main bareng.
Aktivitas seru ini efektif banget bantu otak bayi merekam kosakata baru. Support penuh dari orang tua dan keluarga adalah kunci utama biar anak cepat tanggap berkomunikasi!
Cara membantu bayi belajar berkomunikasi
Bayi berkembang dengan baik ketika berada di lingkungan, yang penuh rasa aman dan kasih sayang. Melihat senyuman dan mendengar suara yang lembut dapat membuat bayi merasa tenang, sekaligus membantu proses belajar mereka.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah enam cara yang dapat membantu perkembangan bahasa dan komunikasi bayi
1. Sering mengajak bayi berbicara
Sejak lahir, bayi dapat diajak berbicara sepanjang hari. Ceritakan aktivitas yang sedang dilakukan, seperti ke mana akan pergi atau apa yang sedang terjadi di sekitar. Komunikasi tatap muka sangat penting untuk perkembangan bahasa.
Saat bayi semakin besar, tunjukkan benda di sekitar sambil menyebutkan namanya. Semakin banyak kata yang didengar setiap hari, semakin banyak pula kata yang akan dikenali dan digunakan di kemudian hari.
2. Membacakan buku sejak dini
.jpg)
(Pemeriksaan juga dianjurkan jika bayi tidak merespons suara di sekitar pada usia 6 bulan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Membacakan buku untuk bayi sejak mereka masih sangat kecil dapat membantu perkembangan kemampuan berbicara. Walaupun bayi belum memahami isi cerita, mereka dapat menangkap ritme, pola, dan rima dalam bahasa. Hal ini membantu mempersiapkan otak untuk memahami tata bahasa dan kosakata.
3. Mengajak bayi bermain
Bermain membantu bayi memahami bagaimana dunia bekerja. Mainan dan permainan, yang sesuai dengan usia dapat mendukung perkembangan mental dan fisik mereka.
4. Lebih sering memuji daripada menegur
Perilaku baik sebaiknya lebih sering diberi pujian, dibandingkan menegur perilaku yang kurang tepat. Idealnya, dorongan terhadap perilaku positif dilakukan sekitar empat kali lebih sering, daripada menegur perilaku yang buruk.
5. Menunjukkan kasih sayang
Sentuhan, pelukan, dan perhatian membantu bayi merasa dicintai dan aman, yang penting bagi perkembangan emosional dan komunikasi mereka.
6. Memerhatikan kesehatan pendengaran bayi
Bayi biasanya menjalani pemeriksaan pendengaran beberapa hari setelah lahir. Namun, gangguan pendengaran bisa muncul seiring waktu.
Jika bayi tidak terkejut saat mendengar suara keras atau tidak tampak mengenali suara orang tua dalam tiga bulan pertama kehidupan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak untuk pemeriksaan pendengaran.
Apa yang perlu dilakukan jika bayi tampak tidak memahami kata-kata?
Setiap bayi berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Ada bayi yang mencapai tahap perkembangan lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu sedikit lebih lama.
Namun, keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan tertentu bisa menjadi tanda adanya masalah yang mendasar. Jika muncul kekhawatiran terkait perkembangan bahasa bayi, sebaiknya hal tersebut dibicarakan dengan dokter.
Pemeriksaan juga dianjurkan jika bayi tidak menunjukkan beberapa hal berikut:
1. Tidak merespons suara di sekitar pada usia 6 bulan
2. Tidak merespons nama sendiri pada usia 9 bulan
3. Tidak mengikuti perintah sederhana pada usia 18 bulan
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)