FAMILY
Vibes Bayi Happy! Rahasia Kulit Adem Tanpa Drama Biang Keringat
Yatin Suleha
Senin 23 Maret 2026 / 11:11
- Biang keringat memang jadi salah satu masalah kulit yang sering dialami bayi dan balita.
- Meski terlihat ringan, kondisi ini bisa membuat anak rewel karena rasa gatal dan tidak nyaman.
- Berikut adalah beberapa tips mencegah biang keringat pada bayi.
Jakarta: Biang keringat (miliaria) adalah ruam kulit kecil berwarna merah yang gatal dan perih, muncul akibat tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat.
Biang keringat memang jadi salah satu masalah kulit, yang sering dialami bayi dan balita, terutama saat cuaca panas atau tubuh terlalu lama berkeringat. Meski terlihat ringan, kondisi ini bisa membuat anak rewel karena rasa gatal dan tidak nyaman.
Untungnya, biang keringat sebenarnya bisa dicegah, dengan langkah-langkah sederhana sehari-hari. Kunci utamanya adalah menjaga tubuh anak tetap sejuk, kering, dan tidak terlalu panas.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa tips mencegah biang keringat pada bayi, karena dengan perawatan yang tepat, kulit anak bisa tetap sehat dan terhindar dari iritasi. Cara terbaik untuk mencegah biang keringat adalah memastikan tubuh anak tidak kepanasan.
Pilih pakaian yang longgar dan tipis saat cuaca panas. Saat cuaca dingin, lebih baik menggunakan beberapa lapisan tipis dibanding satu pakaian tebal. Bahan alami, seperti katun lebih baik dalam menyerap keringat, dan membantu sirkulasi udara. Gunakan juga perlengkapan tidur yang ringan dan nyaman.
.jpg)
(Biang keringat pada bayi biasanya akan hilang sendiri tanpa pengobatan dalam 2-3 hari. Meski begitu, Moms and Dad umumnya tetap perlu memberikan perawatan di rumah ya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Periksa kondisi anak secara berkala, terutama saat cuaca panas. Jika kulit terasa lembap atau panas, itu tanda tubuh sedang kepanasan. Bisa membantu mendinginkan dengan kompres kain basah, mandi air hangat, atau bermain air.
Saat cuaca panas, usahakan anak berada di ruangan ber-AC. Jika bermain di luar, pilih area yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Bayi perlu cukup cairan dari ASI atau susu formula. Untuk anak yang lebih besar, pastikan minum air putih yang cukup, agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Penting! Air putih tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan kecuali atas saran dokter.
Perhatikan area yang mudah lembap seperti leher, area popok, dan lipatan kulit. Keringat, air liur, atau urine yang menumpuk bisa memperparah kondisi kulit. Usahakan area tersebut tetap bersih dan kering.
Bedak bayi bisa mengganggu pernapasan jika terhirup, dan juga berisiko menyumbat pori-pori, sehingga kulit justru terasa lebih panas.
Saat malam hari yang panas, gunakan AC atau kipas angin untuk menjaga suhu tetap nyaman. Arahkan kipas agar tidak langsung mengenai tubuh anak, cukup memberikan hembusan angin yang lembut. Pastikan posisi aman dan jauh dari jangkauan anak.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Biang keringat memang jadi salah satu masalah kulit, yang sering dialami bayi dan balita, terutama saat cuaca panas atau tubuh terlalu lama berkeringat. Meski terlihat ringan, kondisi ini bisa membuat anak rewel karena rasa gatal dan tidak nyaman.
Untungnya, biang keringat sebenarnya bisa dicegah, dengan langkah-langkah sederhana sehari-hari. Kunci utamanya adalah menjaga tubuh anak tetap sejuk, kering, dan tidak terlalu panas.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa tips mencegah biang keringat pada bayi, karena dengan perawatan yang tepat, kulit anak bisa tetap sehat dan terhindar dari iritasi. Cara terbaik untuk mencegah biang keringat adalah memastikan tubuh anak tidak kepanasan.
1. Gunakan pakaian yang ringan
Pilih pakaian yang longgar dan tipis saat cuaca panas. Saat cuaca dingin, lebih baik menggunakan beberapa lapisan tipis dibanding satu pakaian tebal. Bahan alami, seperti katun lebih baik dalam menyerap keringat, dan membantu sirkulasi udara. Gunakan juga perlengkapan tidur yang ringan dan nyaman.
2. Rutin cek suhu tubuh
.jpg)
(Biang keringat pada bayi biasanya akan hilang sendiri tanpa pengobatan dalam 2-3 hari. Meski begitu, Moms and Dad umumnya tetap perlu memberikan perawatan di rumah ya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Periksa kondisi anak secara berkala, terutama saat cuaca panas. Jika kulit terasa lembap atau panas, itu tanda tubuh sedang kepanasan. Bisa membantu mendinginkan dengan kompres kain basah, mandi air hangat, atau bermain air.
3. Pilih tempat yang sejuk
Saat cuaca panas, usahakan anak berada di ruangan ber-AC. Jika bermain di luar, pilih area yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
4. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Bayi perlu cukup cairan dari ASI atau susu formula. Untuk anak yang lebih besar, pastikan minum air putih yang cukup, agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Penting! Air putih tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan kecuali atas saran dokter.
5. Jaga kulit tetap kering
Perhatikan area yang mudah lembap seperti leher, area popok, dan lipatan kulit. Keringat, air liur, atau urine yang menumpuk bisa memperparah kondisi kulit. Usahakan area tersebut tetap bersih dan kering.
6. Hindari penggunaan bedak bayi
Bedak bayi bisa mengganggu pernapasan jika terhirup, dan juga berisiko menyumbat pori-pori, sehingga kulit justru terasa lebih panas.
Baca Juga :
Tetap Waras Saat Bayi Rewel, Ini 4 Tips untuk Moms Menghadapi Tangisan Tanpa Kehilangan Kendali
7. Gunakan pendingin ruangan
Saat malam hari yang panas, gunakan AC atau kipas angin untuk menjaga suhu tetap nyaman. Arahkan kipas agar tidak langsung mengenai tubuh anak, cukup memberikan hembusan angin yang lembut. Pastikan posisi aman dan jauh dari jangkauan anak.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)