FAMILY

Jangan Asal Bedong, Ini Fakta & Tips Biar Bayi Bobo Nyenyak No Drama

Yatin Suleha
Selasa 31 Maret 2026 / 08:05
Ringkasnya gini..
  • Bedong sering jadi andalan untuk menenangkan bayi yang rewel, dan membuat mereka tidur lebih lama.
  • Membedong bayi aman jika dilakukan dengan tepat.
  • Berikut adalah langkah-langkah keamanan saat membedong bayi.
Jakarta: Bedong sering jadi andalan untuk menenangkan bayi yang rewel, dan membuat mereka tidur lebih lama. Tapi wajar kalau orang tua bertanya-tanya soal keamanannya. Aman tidak ya? Ada risikonya tidak?

Jawabannya adalah bedong aman, selama dilakukan dengan cara yang benar dan mengikuti aturan keselamatan. Kuncinya ada pada teknik membungkus, posisi tidur bayi, dan memahami tahap perkembangan mereka.

Membedong bayi aman jika dilakukan dengan tepat, meskipun tetap ada risiko yang perlu diperhatikan. Bedong bukan hanya soal membungkus tubuh bayi, tetapi juga harus memperhatikan keamanan pernapasan, suhu tubuh, dan kebebasan geraknya.
 
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), "Membedong bayi dapat mengurangi tingkat kesadaran bayi, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk bangun. Itulah mengapa membedong bayi tampak begitu menarik bagi orang tua baru, karena bayi tidur lebih lama dan tidak mudah terbangun.”

Namun, kita tahu bahwa penurunan tingkat kesadaran dapat menjadi masalah, dan mungkin salah satu penyebab utama bayi meninggal karena SIDS.

Dilansir dari BabyCenter berikut adalah langkah-langkah keamanan saat membedong bayi.

1. Selalu tidurkan bayi dalam posisi telentang di permukaan yang keras dan rata.

Posisi ini terbukti menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

2. Hentikan bedong segera ketika bayi mulai menunjukkan tanda ingin berguling. Saat bayi sudah belajar berguling, bedong tidak lagi dianjurkan karena bisa meningkatkan risiko bayi terjebak dalam posisi tengkurap.

3. Gunakan selimut tipis saat membedong. 


(Fungsi utama bedong bayi adalah memberikan rasa aman, hangat, dan nyaman seperti dalam kandungan, yang membantu bayi tidur lebih nyenyak dan lama. Foto: Dok. Katie Rain/BabyCenter)

Selimut yang tebal lebih mudah terlepas dan bisa menutup wajah bayi. Hindari menaruh selimut longgar, mainan lembut, bantal, atau perlengkapan tidur tambahan di tempat tidur bayi. Lingkungan tidur yang sederhana jauh lebih aman.

4. Pastikan balutan cukup kuat dan rapi. Jika kain longgar, risiko sesak napas bisa meningkat.

5. Jangan gunakan selimut berbobot atau menaruh benda berat di dalam bedong. Tekanan tambahan pada dada bayi bisa membahayakan pernapasannya.

6. Hindari bayi kepanasan. Bedong dapat meningkatkan risiko overheating. Perhatikan tanda-tanda seperti berkeringat, rambut basah, pipi memerah, muncul ruam panas, atau napas yang lebih cepat dari biasanya. Kepanasan adalah faktor risiko yang tidak boleh diabaikan.

7. Pastikan bedong tidak terlalu ketat maupun terlalu longgar. Kekencangan yang pas membuat bayi nyaman tanpa mengganggu pernapasan. 

“Kamu harus bisa memasukkan setidaknya dua atau tiga jari di antara dada bayi dan selimut,” kata AAP.

8. Beri ruang cukup di bagian kaki agar bayi bisa menekuk kaki ke atas dan ke luar dari tubuhnya. 

“Saat di dalam rahim, kaki bayi berada dalam posisi janin dengan kaki ditekuk ke atas dan saling bersilangan.
 

Peregangan mendadak kaki ke posisi berdiri dapat melonggarkan sendi dan merusak kartilago lunak pada soket. 

Membedong bayi dengan pinggul dan lutut dalam posisi telentang dapat meningkatkan risiko displasia pinggul dan dislokasi,” jelas International Hip Dysplasia Institute.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH