FAMILY
Lagi Menyusui Bayi tapi Pengin Melek? Plis Jangan Asal Teguk Energy Drink
Yatin Suleha
Minggu 03 Mei 2026 / 14:08
- Jadi orang tua baru emang rasanya kayak lagi 'maraton' tanpa henti, ya?
- Kurang tidur dan badan yang gampang tumbang sudah jadi makanan sehari-hari. Enggak heran kalau banyak yang akhirnya tergoda cari jalan pintas.
- Apakah ibu yang sedang menyusui bayi boleh minum energy drink?
Jakarta: Jadi orang tua baru emang rasanya kayak lagi 'maraton' tanpa henti, ya? Kurang tidur dan badan yang gampang tumbang sudah jadi makanan sehari-hari.
Enggak heran kalau banyak yang akhirnya tergoda cari jalan pintas biar tetap on, salah satunya lewat minuman energi.
Memang sih, rasanya praktis banget buat bikin mata melek di sela-sela jadwal urus bayi yang padat. Tapi, di balik efek 'instan'-nya itu, ada beberapa hal yang wajib banget diperhatikan—apalagi buat para ibu yang lagi dalam masa menyusui.
Apa yang dikonsumsi bukan hanya berdampak pada tubuh sendiri, tetapi juga bisa memengaruhi bayi melalui ASI.
Dalam tinjauan medis Dr Kiarra King, M.D, minuman energi umumnya mengandung kafein dalam jumlah cukup tinggi. Saat dikonsumsi selama masa menyusui, kafein tersebut dapat masuk ke dalam ASI dan ikut terserap oleh tubuh bayi.
Masalahnya, tidak semua bayi mampu mentoleransi kafein dengan baik. Beberapa di antaranya bisa menjadi lebih rewel, sulit tidur, atau terlihat lebih gelisah setelah terpapar kafein dari ASI.
.jpg)
(Dalam tinjauan via Alodokter, ibu menyusui harus membatasi konsumsi minuman berkafein karena kafein yang dikonsumsi ibu akan terkandung di dalam ASI dan dapat dikonsumsi bayi. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Dilansir dari Parents, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein harian selama menyusui, yaitu sekitar 200-300 mg per hari.
Jumlah ini setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi, sehingga asupan kafein dari berbagai sumber tetap perlu diperhitungkan dengan cermat.
Kadang kita lupa kalau minuman energi itu isinya macem-macem. Kalau dicampur sama suplemen atau vitamin harian, bisa jadi muncul interaksi zat yang kurang baik buat kamu atau si bayi.
Kuncinya, selalu cek label sebelum beli atau minum. Memahami apa yang ada di dalamnya itu wajib banget! Kalau masih merasa belum yakin, ngobrol sama tenaga kesehatan bisa jadi solusi biar kamu lebih tenang dalam milih konsumsi selama masa menyusui.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Enggak heran kalau banyak yang akhirnya tergoda cari jalan pintas biar tetap on, salah satunya lewat minuman energi.
Memang sih, rasanya praktis banget buat bikin mata melek di sela-sela jadwal urus bayi yang padat. Tapi, di balik efek 'instan'-nya itu, ada beberapa hal yang wajib banget diperhatikan—apalagi buat para ibu yang lagi dalam masa menyusui.
Apa yang dikonsumsi bukan hanya berdampak pada tubuh sendiri, tetapi juga bisa memengaruhi bayi melalui ASI.
Dalam tinjauan medis Dr Kiarra King, M.D, minuman energi umumnya mengandung kafein dalam jumlah cukup tinggi. Saat dikonsumsi selama masa menyusui, kafein tersebut dapat masuk ke dalam ASI dan ikut terserap oleh tubuh bayi.
Masalahnya, tidak semua bayi mampu mentoleransi kafein dengan baik. Beberapa di antaranya bisa menjadi lebih rewel, sulit tidur, atau terlihat lebih gelisah setelah terpapar kafein dari ASI.
.jpg)
(Dalam tinjauan via Alodokter, ibu menyusui harus membatasi konsumsi minuman berkafein karena kafein yang dikonsumsi ibu akan terkandung di dalam ASI dan dapat dikonsumsi bayi. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Dilansir dari Parents, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein harian selama menyusui, yaitu sekitar 200-300 mg per hari.
Jumlah ini setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi, sehingga asupan kafein dari berbagai sumber tetap perlu diperhitungkan dengan cermat.
Kadang kita lupa kalau minuman energi itu isinya macem-macem. Kalau dicampur sama suplemen atau vitamin harian, bisa jadi muncul interaksi zat yang kurang baik buat kamu atau si bayi.
Kuncinya, selalu cek label sebelum beli atau minum. Memahami apa yang ada di dalamnya itu wajib banget! Kalau masih merasa belum yakin, ngobrol sama tenaga kesehatan bisa jadi solusi biar kamu lebih tenang dalam milih konsumsi selama masa menyusui.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)