FAMILY
Auto Paham, Ini 4 Cara Menghangatkan ASI Paling Aman Biar Nutrisinya Gak Ilang
Aulia Putriningtias
Senin 06 April 2026 / 16:16
- Moms, kamu harus tahu bahwa bayi tidak menyukai air susu ibu atau ASI yang dingin.
- Jadi, perlu dihangatkan dengan cara ini, tanpa harus merusak nutrisi.
- Bagaimana cara menghangatkan ASI yang benar? Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi memberikan jawaban.
Jakarta: Moms, kamu harus tahu bahwa bayi tidak menyukai air susu ibu atau ASI yang dingin. Jadi, perlu dihangatkan dengan cara ini, tanpa harus merusak nutrisi.
Perlu kamu ketahui bahwa menghangatkan ASI membuat suhunya mirip dengan ASI langsung dari payudara. Hal ini tentunya membuat lebih nyaman dan mudah diterima bayi.
Selain itu, ASI hangat dapat mencegah gangguan pencernaan ringan pada bayi baru lahir. Perut bayi diketahui lebih mudah mencerna susu yang bersuhu mendekati suhu tubuh.
Lantas, bagaimana cara menghangatkan ASI yang benar? Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH dalam lama resmi Nutriclub pun menjelaskan langkah-langkah singkat agar ASI dapat hangat.
Sebelum menghangatkan ASI, Pastikan ASI perah disimpan dengan benar di kulkas atau freezer. Jangan lupa menggunakan kantong ASI khusus atau botol kaca BPA-free yang telah disterilkan.
Berikan label tanggal dan gunakan sistem first in first out (FIFO). Hal ini dilakukan agar ASI tetap segar dan nutrisinya terjaga. Jadi, Parents tidak bingung apakah ASI masih layak dipakai atau tidak.

(Menyimpan ASI di chiller (kulkas bawah) yang benar adalah menggunakan botol kaca/kantong ASI steril, tertutup rapat, dan diberi label tanggal. Tempatkan di bagian paling belakang kulkas (bukan pintu) dengan suhu 4°C agar tahan hingga 4-5 hari. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
ASI dari chiller kulkas boleh langsung dihangatkan tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu. Inilah yang perlu dilakukan:
- Rendam botol atau kantong ASI dalam air hangat bersuhu 37 derajat celcius selama 1–2 menit
- Tuang ASI ke botol bayi
- Goyangkan perlahan agar lemak tercampur merata
- Cek suhu ASI dengan meneteskan sedikit ke pergelangan tangan, hindari memasukkan jari langsung ke dalam botol
Sebenarnya, ASI beku sebaiknya dicairkan dulu di chiller semalaman. Setelah ASI mencair, hangatkan dengan cara yang sama seperti saat memanaskan ASI dari kulkas.
Namun, jika dalam kondisi darurat, ASI beku dapat langsung direndam dalam air hangat atau dialiri air keran bersuhu sekitar 37 derajat celcius. Prosesnya memakan waktu sekitar 10–15 menit.
Kamu bisa menghangatkan ASI dengan air panas menggunakan cara:
- Gunakan air panas yang telah didiamkan hingga suhunya turun ke 37 derajat Celcius
- Pastikan botol atau kantong ASI tertutup rapat sebelum direndam
- Rendam ASI selama 1–2 menit, lalu tuangkan ke botol bayi
- Goyangkan perlahan agar tercampur merata
- Jangan gunakan air bersuhu lebih dari 40 derajat Celcius karena bisa merusak enzim alami ASI
ASI dalam cooler bag bisa bertahan hingga 24 jam jika disimpan dengan ice pack. Cara menghangatkan ASI dapat melalui cara yang sama dengan yang disimpan di chiller kulkas.
Jika ASI belum akan digunakan, simpan kembali ke dalam chiller atau freezer agar tetap aman. Jangan lupa tetap menuliskan tanggalnya, ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Perlu kamu ketahui bahwa menghangatkan ASI membuat suhunya mirip dengan ASI langsung dari payudara. Hal ini tentunya membuat lebih nyaman dan mudah diterima bayi.
Selain itu, ASI hangat dapat mencegah gangguan pencernaan ringan pada bayi baru lahir. Perut bayi diketahui lebih mudah mencerna susu yang bersuhu mendekati suhu tubuh.
Lantas, bagaimana cara menghangatkan ASI yang benar? Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH dalam lama resmi Nutriclub pun menjelaskan langkah-langkah singkat agar ASI dapat hangat.
Cara-cara untuk menghangatkan ASI dari kulkas
Sebelum menghangatkan ASI, Pastikan ASI perah disimpan dengan benar di kulkas atau freezer. Jangan lupa menggunakan kantong ASI khusus atau botol kaca BPA-free yang telah disterilkan.
Berikan label tanggal dan gunakan sistem first in first out (FIFO). Hal ini dilakukan agar ASI tetap segar dan nutrisinya terjaga. Jadi, Parents tidak bingung apakah ASI masih layak dipakai atau tidak.
Inilah beberapa cara untuk menghangatkan ASI, antara lain:
1. Chiller kulkas

(Menyimpan ASI di chiller (kulkas bawah) yang benar adalah menggunakan botol kaca/kantong ASI steril, tertutup rapat, dan diberi label tanggal. Tempatkan di bagian paling belakang kulkas (bukan pintu) dengan suhu 4°C agar tahan hingga 4-5 hari. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
ASI dari chiller kulkas boleh langsung dihangatkan tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu. Inilah yang perlu dilakukan:
- Rendam botol atau kantong ASI dalam air hangat bersuhu 37 derajat celcius selama 1–2 menit
- Tuang ASI ke botol bayi
- Goyangkan perlahan agar lemak tercampur merata
- Cek suhu ASI dengan meneteskan sedikit ke pergelangan tangan, hindari memasukkan jari langsung ke dalam botol
2. Freezer kulkas
Sebenarnya, ASI beku sebaiknya dicairkan dulu di chiller semalaman. Setelah ASI mencair, hangatkan dengan cara yang sama seperti saat memanaskan ASI dari kulkas.
Namun, jika dalam kondisi darurat, ASI beku dapat langsung direndam dalam air hangat atau dialiri air keran bersuhu sekitar 37 derajat celcius. Prosesnya memakan waktu sekitar 10–15 menit.
3. Air panas
Kamu bisa menghangatkan ASI dengan air panas menggunakan cara:
- Gunakan air panas yang telah didiamkan hingga suhunya turun ke 37 derajat Celcius
- Pastikan botol atau kantong ASI tertutup rapat sebelum direndam
- Rendam ASI selama 1–2 menit, lalu tuangkan ke botol bayi
- Goyangkan perlahan agar tercampur merata
- Jangan gunakan air bersuhu lebih dari 40 derajat Celcius karena bisa merusak enzim alami ASI
4. Cooler bag
ASI dalam cooler bag bisa bertahan hingga 24 jam jika disimpan dengan ice pack. Cara menghangatkan ASI dapat melalui cara yang sama dengan yang disimpan di chiller kulkas.
Jika ASI belum akan digunakan, simpan kembali ke dalam chiller atau freezer agar tetap aman. Jangan lupa tetap menuliskan tanggalnya, ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)