FITNESS & HEALTH
Nonnamaxxing, Tren Hidup Slow Living Ala Nenek Italia yang Lagi Digandrungi Gen Z
A. Firdaus
Sabtu 02 Mei 2026 / 07:12
- Terinspirasi dari kebiasaan para “nonna” atau nenek-nenek di Italia.
- Gaya hidup ini juga menekankan pentingnya koneksi sosial, menikmati momen kecil, serta hidup lebih mindful.
- Aktivitas ringan seperti berjalan cepat selama 15 menit setiap hari, dapat membantu menurunkan risiko kematian dini.
Jakarta: Di tengah tren gaya hidup sehat yang sering terasa mahal, ribet, dan penuh aturan, muncul satu konsep baru yang justru mengajak kembali ke cara hidup sederhana: nonnamaxxing.
Terinspirasi dari kebiasaan para “nonna” atau nenek-nenek di Italia, tren ini mulai ramai dibicarakan karena menawarkan pendekatan yang lebih santai, alami, dan penuh makna.
Alih-alih fokus pada diet ketat, olahraga ekstrem, atau rutinitas kesehatan yang kompleks, nonnamaxxing mengedepankan keseimbangan hidup, melalui kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun konsisten.
Gaya hidup ini juga menekankan pentingnya koneksi sosial, menikmati momen kecil, serta hidup lebih mindful. Tak heran jika tren ini menarik perhatian banyak orang, terutama generasi muda yang mulai mencari cara hidup sehat tanpa tekanan.
Nonnamaxxing pada dasarnya, mengajak untuk memperlambat ritme hidup dan kembali ke kebiasaan tradisional, yang lebih alami. Menariknya, berbagai penelitian juga mendukung manfaat dari kebiasaan sederhana ini.
Salah satunya, studi tahun 2020 dalam American Journal of Preventive Medicine, menunjukkan bahwa aktivitas ringan seperti berjalan cepat selama 15 menit setiap hari, dapat membantu menurunkan risiko kematian dini. Ini membuktikan bahwa hidup sehat tidak selalu harus rumit.
Berikut beberapa kebiasaan utama dalam gaya hidup nonnamaxxing.
Kebiasaan memasak di rumah, menjadi salah satu inti dari nonnamaxxing. Fokusnya adalah menggunakan bahan segar atau whole foods, dan mengurangi konsumsi makanan olahan. Selain lebih sehat, aktivitas ini juga memberikan kepuasan tersendiri, karena makanan dibuat dengan penuh perhatian.
Alih-alih olahraga berat, nonnamaxxing lebih menekankan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki. Cukup dengan jalan santai atau jalan cepat selama minimal 15 menit, tubuh tetap aktif tanpa terasa membebani.
Menghabiskan waktu di luar ruangan, seperti berkebun, menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Selain mendapatkan udara segar dan sinar matahari, aktivitas ini juga bisa menghasilkan bahan makanan sendiri.
Gaya hidup ini juga menekankan pentingnya kebersamaan. Makan bersama keluarga atau teman tanpa distraksi gawai, dianggap sebagai cara sederhana untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kebahagiaan.
Detoks digital, jadi bagian penting dalam nonnamaxxing. Mengurangi waktu layar membantu menurunkan stres dan membuat pikiran lebih tenang, sehingga lebih fokus menikmati kehidupan nyata.
Secara keseluruhan, nonnamaxxing bukan sekadar tren, tapi pengingat bahwa hidup sehat bisa dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten. Tanpa perlu biaya besar atau aturan yang rumit, gaya hidup ini menawarkan keseimbangan, yang lebih realistis dan menyenangkan untuk dijalani sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Terinspirasi dari kebiasaan para “nonna” atau nenek-nenek di Italia, tren ini mulai ramai dibicarakan karena menawarkan pendekatan yang lebih santai, alami, dan penuh makna.
Alih-alih fokus pada diet ketat, olahraga ekstrem, atau rutinitas kesehatan yang kompleks, nonnamaxxing mengedepankan keseimbangan hidup, melalui kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun konsisten.
Gaya hidup ini juga menekankan pentingnya koneksi sosial, menikmati momen kecil, serta hidup lebih mindful. Tak heran jika tren ini menarik perhatian banyak orang, terutama generasi muda yang mulai mencari cara hidup sehat tanpa tekanan.
Nonnamaxxing pada dasarnya, mengajak untuk memperlambat ritme hidup dan kembali ke kebiasaan tradisional, yang lebih alami. Menariknya, berbagai penelitian juga mendukung manfaat dari kebiasaan sederhana ini.
Salah satunya, studi tahun 2020 dalam American Journal of Preventive Medicine, menunjukkan bahwa aktivitas ringan seperti berjalan cepat selama 15 menit setiap hari, dapat membantu menurunkan risiko kematian dini. Ini membuktikan bahwa hidup sehat tidak selalu harus rumit.
Berikut beberapa kebiasaan utama dalam gaya hidup nonnamaxxing.
1. Memasak makanan sendiri
Kebiasaan memasak di rumah, menjadi salah satu inti dari nonnamaxxing. Fokusnya adalah menggunakan bahan segar atau whole foods, dan mengurangi konsumsi makanan olahan. Selain lebih sehat, aktivitas ini juga memberikan kepuasan tersendiri, karena makanan dibuat dengan penuh perhatian.
2. Jalan kaki setiap hari
Alih-alih olahraga berat, nonnamaxxing lebih menekankan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki. Cukup dengan jalan santai atau jalan cepat selama minimal 15 menit, tubuh tetap aktif tanpa terasa membebani.
3. Berkebun dan dekat dengan alam
Menghabiskan waktu di luar ruangan, seperti berkebun, menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Selain mendapatkan udara segar dan sinar matahari, aktivitas ini juga bisa menghasilkan bahan makanan sendiri.
4. Menjaga hubungan sosial
Gaya hidup ini juga menekankan pentingnya kebersamaan. Makan bersama keluarga atau teman tanpa distraksi gawai, dianggap sebagai cara sederhana untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kebahagiaan.
5. Mengurangi ketergantungan pada gadget
Detoks digital, jadi bagian penting dalam nonnamaxxing. Mengurangi waktu layar membantu menurunkan stres dan membuat pikiran lebih tenang, sehingga lebih fokus menikmati kehidupan nyata.
Secara keseluruhan, nonnamaxxing bukan sekadar tren, tapi pengingat bahwa hidup sehat bisa dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten. Tanpa perlu biaya besar atau aturan yang rumit, gaya hidup ini menawarkan keseimbangan, yang lebih realistis dan menyenangkan untuk dijalani sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)